Popular articles, quotes and videos. Content created and submitted by Kancyl users is dedicated to public domain.

Tiba-tiba Dua Malam di Purwokerto

.co.id – Entahlah, suatu waktu saya tiba-tiba sampai dan bermalam di sebuah kota, Purwokerto, namanya. Sekilas ke belakang, saya termasuk orang yang jarang jalan-jalan atau beredar secara offline.Beberapa teman di komunitas MADE Initiative mengatakan bahwa kaki saya jarang menginjak bumi karena hidup saya terlalu banyak online, sehingga ketika saya jalan-jalan ke sebuah kota atau lokasi tertentu mereka menyebut sebuah pengecualian.Tentu hal ini berlebihan, sebab sejatinya saya suka jalan kaki demi menghemat ongkos ojek pangkalan. Jadilah, suatu waktu yang tak bisa saya sebutkan harinya karena terkait dengan privasi dan keamanan pihak-pihak yang terlibat dalam perjalanan setengah rahasia yang saya lakukan, saya sampai di Purwokerto untuk satu-dua urusan yang harus dituntaskan demi kejayaan nusa dan bangsa Indonesia. 

Menikmati Kuliner dan Sunset di Fort Marlborough Bengkulu

 – Bengkulu cukup dekat dari Jakarta. Hanya memakan waktu 50 menit jika menggunakan pesawat terbang dari bandara Soekarno-Hatta ke bandara Fatmawati Soekarno di Bengkulu. Kota Bengkulu berada di depan Samudra Indonesia. Cuaca sepertinya cenderung agak panas layaknya kota-kota di pinggir pantai di mana suhu berkisar sekitar 30 derajat celsius.Kota Bengkulu juga rawan gempa. Dari percakapan dengan sopir yang mengantar berkeliling selama di Bengkulu, dapat saya simpulkan bahwa masyarakat kota Bengkulu sudah sangat terbiasa dengan gempa. Sehingga bangunan pun tak ada yang terlalu tinggi. Hotel misalnya, hanya enam lantai saja.Saat saya menjejakkan kaki di Bengkulu, pertama tentu di Bandara Fatmawati Soekarno yang disebut sebagai bandara internasional. Bandara ini cukup bagus, fasilitas lengkap dan tentu tak serumit Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta. Kalau turun dari pesawat, kita langsung menuju ruang kedatangan dan bisa langsung keluar karena bangunannya yang cukup kecil dan ringkas. 

Sulitnya Perangi Ujaran Kebencian di Media Sosial

.co.id – Si A: Ini sesuatu yang sulit mas. Saya takut diserang banyak akun. Si B: Saya lebih memilih mendalami hobi, apalagi ini tak ada duitnya. Si C: Saya tak tertarik, di media sosial hanya iseng.Bila Anda sering mengajak orang lain untuk ikut berkampanye hal positif di internet, jawaban-jawaban seperti tersebut di atas bukanlah sebuah kejutan. Banyak pengguna media sosial yang cenderung tidak mau tahu, tidak mau urus situasi berinteraksi di media sosial saat ini yang cenderung kejam, menjadi tempat bullying kelompok, memuntahkan berita palsu, fitnah, ancaman, dan banyak hal negatif lainnya.Situasi interaksi di media sosial di Indonesia saat ini bisa dikatakan gawat. Sejak pertengahan tahun lalu atau sejak dimulainya Kampanye Pilkada DKI, situasi media sosial di Indonesia memanas. 

Mengapa Hoax Populer?

Beberapa waktu terakhir, hoax sedemikian populer. Ini bukan di Indonesia saja, tetapi di berbagai negara. Amerika Serikat sebagai perwujudan kemajuan dan kiblat sebagian besar sumber berita juga dilanda hoax.Kampanye dan Pemilihan Presiden AS tahun 2016, merupakan salah satu bukti nyata populernya hoax di AS. Di Indonesia pun berita hoax ini peredarannya begitu masif, meskipun situs hoax terbilang lebih sedikit, tetapi peredarannya di media sosial cukup tinggi, karena ada kecenderungan berita hoax dibungkus oleh isu SARA.Tentu menarik untuk memahami hoax ini. Pemahaman yang paripurna terhadap mengapa hoax muncul dan populer diperlukan, agar kita tidak salah kaprah dalam menanggapi hoax dan melakukan upaya peredaman terhadap hoax.

Ternyata, Mengurus Paspor Sangat Mudah dan Cepat

Sebelum memutuskan untuk mengurus paspor secara langsung dan mandiri, terlebih dahulu saya mengakses situs keimigrasian. Saya ingin mengurus secara online. Teman mengatakan agar tidak antre lebih baik urus secara online.Sayangnya, ketika saya klik layanan paspor online, link-nya tidak bisa dibuka atau down. Santer terdengar bahwa memang saat itu dan sampai hari ini tidak bisa mengurus paspor secara online, sehingga akhirnya saya mengurusnya secara langsung.Hari Kamis 9 2 , saya mengunjungi Kantor Imigrasi Bogor. Saya datang terlambat karena harus mengantar anak sekolah terlebih dahulu. Seketika tiba di kantor Imigrasi, nomor antrean sudah habis. Saya bertanya ke petugas, petugas menyarankan untuk datang lebih pagi, karena hanya tersedia kuota 150 setiap harinya.

Jalan-jalan Menyenangkan ke Manokwari, Papua Barat

Kisah ke Manokwari ini bermula pada hari Minggu 19 11 . Sekitar pukul 8 malam, saya naik Batik Air dari Halim Perdanakusuma menuju Makassar. Saya tak menggunakan penerbangan langsung dan tidak peduli apakah itu penerbangan langsung atau tidak, yang penting sampai di Manokwari.Sekitar jam 11.00 waktu Makassar mendarat di bandara Sultan Hasanuddin, kemudian sekitar pukul 02.30 waktu Makassar melanjutkan perjalanan ke bandara Rendani, Manokwari dengan Sriwijaya Air. Tiba di Manokwari sekitar pukul 06.00 waktu Indonesia Timur.Menginjakkan kaki pertama kali di bumi Papua Barat ini membuat saya menghitung mundur ke barat, betapa luas Indonesia ini. Itupun belum sampai ke ujung paling timur dari Indonesia. Bandara Rendani, Manokwari begitu bagus, meskipun kecil namun fungsional.

Nilkin Nature TPU Case, Casing untuk Zenfone 3

Smartphone modern perlu dilindungi. Hal ini menjadi dasar banyak bisnis yang menghasilkan casing untuk berbagai jenis smartphone. Apalagi smartphone modern memiliki konstruksi yang cenderung ringkih sehingga bila tidak dilindungi akan lebih cepat rusak.Tentu hal tersebut berlaku juga bagi ASUS Zenfone 3 ZE520KL. Seri Zenfone terbaru dari ASUS ini memiliki material kaca di sekujur tubuhnya plus frame aluminium yang premium. Lapisan kaca ini sudah dilapisi Gorilla Glass 3 dengan kontur 2,5D di setiap sudutnya. Smartphone berdesain premium ini perlu dimiliki setiap orang.Oleh karena material kaca yang juga terdapat di bagian belakang ASUS Zenfone 3, grip agak terasa kurang bagus. Grip yang kurang bagus ini tentu akan berakibat mudah jatuhnya Zenfone 3 tersebut. Namun jangan kecewa dulu.

Google Assistant, Artificial Intelligent untuk Keseharian

Salah satu yang menjadi fokus banyak perusahaan adalah, menjadikan satu layanan mereka sebagai pusat informasi atau sumber apapun yang diinginkan pengguna. Khusus untuk Google, layanan seperti ini sudah berevolusi beberapa kali. Pertama, kita ingat apa yang disebut dengan Knowledge Grap, lalu Google Now, kemudian Google Now on Tap dan terakhir Google Assistant.Hal yang menarik, sesuai dengan perkembangan kecedasan buatan, Google menyematkan fitur ini di Google Assistant untuk menghadirkan informasi yang lebih up to date, sesuai yang diinginkan pengguna dan bisa melakukan komunikasi dua arah yang meaningful.Google Assistant ini sebenarnya tidak berdiri sendiri, namun melekat di aplikasi perpesanan baru yang dirilis di Google I O beberapa waktu yang lalu dan baru resmi dalam bentuk preview dirilis ke publik sekitar seminggu yang lalu.

ZenPad 8.0 ZE380KL, Tablet 8 Inchi dengan Harga Murah

Tidak lama berselang dari peluncuran Zenfone 3 di Nusa Dua, Bali, ASUS kembali merilis produk baru. Kali ini yang memperoleh penyegaran adalah lini produk tablet dengan andalan terbaru mereka, yaitu ZenPad 8.0 Z380KL.Sebagaimana dinyatakan oleh ASUS melalui press release yang dikirimkan kepada kami, pada awalnya ZenPad 8 ditujukan untuk pengguna multimedia mobile segmen premium. Namun kini, ZenPad 8 dapat dimiliki oleh kalangan yang lebih luas. Hal ini terlihat dari harganya yang cukup murah untuk ukuran tablet.Menurut ASUS, ZenPad 8 hadir dengan keunggulan desain premium untuk pengguna masa kini, dilengkapi fitur ASUS Visual Master untuk tampilan layar yang memuaskan. Pengguna juga dimudahkan untuk berkomunikasi ataupun menikmati layanan data, dengan ketersediaan dukungan 4G yang dapat melengkapi pengalaman multimedia terbaik.

Zenfone Go Layar 6,9 Inchi Harganya 1 Jutaan

Bila membaca laporan dari Counterpoint tentang pasar smartphone Indonesia di kuartal kedua tahun 2016, ada yang menarik untuk ditelusuri lebih lanjut, yaitu fakta bahwa smartphone ASUS paling populer di Indonesia adalah Zenfone Go.Zenfone Go ini memang memiliki semua fitur yang memungkinkan dirinya menjadi populer, yaitu harga yang sangat bersahabat. Tentu saja kesuksesan tersebut ingin terus dipertahankan oleh ASUS dengan merilis varian baru Zenfone Go di Zenvolution, di Nusa Dua Bali.Zenfone Go yang dirilis ini jauh berbeda dari generasi sebelumnya, yaitu rentang layar sangat lebar mencapai 6,9 inchi. Harganya pun sangat terjangkau.

ASUS Rilis Zenfone 3 dan Zenbook 3 di Bali

Saat-saat yang ditunggu tersebut akhirnya datang juga. Bertempat di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Asus merilis berbagai gadget andalan mereka untuk pasar Indonesia dalam acara Zenvolution Indonesia 2016.Gadget yang dirilis tersebut dapat dibagi dalam dua kategori besar, yaitu smartphone dan Notebook. Di kategori smartphone, Asus merilis berbagai smartphone terbaru yang biasa disebut Zenfone. Setelah generasi Zenfone 2 yang sukses, kemudian diikuti oleh Zenfone Laser dan Zenfone Max, Asus merilis generasi ketiga dari Zenfone, yang disebut Zenfone 3 series, dengan berbagai varian dan harga yang sangat menarik.Jerry Shen, Chief Executive Officer Asus, memperkenalkan langsung seluruh rangkaian produk mutakhir Asus dalam event yang bertajuk Zenvolution tersebut. Ia menyebutkan bahwa seri ZenFone 3, telah menjadi sensasi global saat diperlihatkan pertama kali pada publik di ajang Computex 2016.

Cara Pintar Jadi Google Local Guide

Sebenarnya, saya pada awalnya tidak begitu tertarik untuk bergabung di komunitas Local Guide ini. Hal ini karena, meskipun sering mengunjungi tempat-tempat di Bogor atau Jakarta atau beberapa tempat di Yogyakarta, saya menandai tempat-tempat tersebut untuk kepentingan sendiri. Mengambil foto bangunan, produk atau layanan di suatu tempat tertentu, tidak lebih untuk mengingat bahwa saya pernah mengunjungi tempat tersebut.Namun, di Local Guide ini ada prinsip membantu orang lain dengan pengalaman yang pernah kita alami di suatu tempat tertentu. Ini tentu akan sangat membantu orang lain, karena bisa mengetahui orang yang sebelumnya telah berkunjung ke tempat tersebut.Demikianlah, akhirnya dengan niat ingin berbagi, saya bergabung ke komunitas Local Guide, khususnya Jakarta. Saat ini sudah di Level 4 dan dapat hadiah 100GB Google Drive untuk setahun. Senang, karena ada apresiasi langsung dari Google.

Digital Goods: Pembeli Bukan Pemilik Hanya Pemakai

Terkadang, banyak pengguna atau yang membeli digital goods tertentu beranggapan bahwa apabila mereka membeli sesuatu, seperti lagu, film, dan buku, mereka sepenuhnya memiliki hak terhadap barang tersebut, sama halnya dengan ketika mereka membeli actual goods.Hak yang sama tersebut antara lain memberikan digital goods tersebut ke orang lain, membagi pemakaian digital goods dengan orang lain, atau bahkan mengoleksi selamanya barang-barang digital yang telah dibeli.Sesungguhnya ada perbedaan signifikan dari sisi kepemilikan ketika seseorang membeli digital goods dibandingkan dengan membeli actual goods. Bila Anda membeli actual goods seperti buku cetak, ponsel, CD musik, DVD film, pakaian, sepatu, dan banyak barang nyata lainnya, entah itu secara offline maupun online di internet , kepemilikan atas barang-barang tersebut penuh.

Parah, Aplikasi BIGO Disalahgunakan untuk Siarkan Adegan Seks

Perkembangan aplikasi saat ini sangat mencengangkan. Setiap saat muncul aplikasi baru yang menyasar relung-relung pasar yang selama ini tidak dilirik oleh pemain besar, seperti Facebook, Google atau Twitter.Salah satunya adalah Bigo Live Broadcasting. Bigo Live ini layaknya aplikasi streaming lainnya, seperti YouTube Live, Periscope, Facebook Live dan banyak aplikasi live streaming lainnya. Namun, ada keunikan dari Bigo ini, yaitu menyasar para millenial yang ingin tampil menyanyi, menari, memasak atau sekadar bercerita tentang film.Dari motto mereka "Bring Fashion Live" tidak heran bahwa Bigo menyasar relung pasar anak-anak muda yang tahu perkembangan fesyen, seperti pakaian, sepatu, lipstik, dan banyak pernak-pernik lainnya yang bisa ditampilkan secara live untuk ditonton khalayak. Hal yang lebih bagus lagi, tentu saja Bigo menyediakan chat interaktif yang menarik dengan berbagai emoji, kirim virtual gift dan banyak lainnya.

Pengalaman Gunakan Xiaomi Redmi Pro 3

Pada awalnya, saya agak khawatir karena mungkin saja Redmi 3 Pro yang saya beli aspal. Untuk itulah, pertama kali, saya uji IMEI-nya dan ternyata cocok. Kedua, saya lihat kualitas foto yang dihasilkan bagus serta beberapa aplikasi lain yang turut disertakan Xiaomi seperti Remote dan FM radio.Hasil uji benchmark yang setara dengan yang dihasilkan reviewer lainnya membuat saya tenang karena membeli yang asli. Demikianlah, sekitar enam hari yang lalu saya membeli Redmi 3 Pro. Smartphone berukuran 5 inchi ini, punya banyak hal yang bagus untuk dipertimbangkan pengguna agar bisa memutuskan pembelian dengan baik.Redmi 3 Pro ini tidak berbeda dengan Redmi 3. Perbedaannya sehingga diberikan kata PRO adalah di kapasitas RAM yang lebih besar, yaitu 3GB dan ROM yang dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan Redmi 3 yang 16GB. Spesifikasi Redmi 3 Pro ini dapat dilihat sebagai berikut.

Cara Dapatkan Centang Biru di Akun Twitter dengan Mudah

Kita banyak melihat pengguna yang anonim atau setengah anonim menyebarkan kebencian, hate speech, berita hoax dan pertengkaran yang tidak berkesudahan. Di Indonesia lebih lagi dari itu, pernah karena "berkelahi" di Twitter menjadi benar-benar berkelahi di dunia nyata.Ini sesuatu yang sangat tidak lucu, karena pada dasarnya media sosial seperti Twitter dibuat untuk berbagi dan saling terhubung. Tentu harus ada upaya agar interaksi di Twitter bisa berjalan dengan baik.Untunglah, Twitter cukup memahami hal ini dengan merilis verified user untuk siapa saja. Ini artinya centang biru tersebut tidak lagi hanya diperuntukkan bagi sebagian pengguna, yang selama ini memiliki level ketenaran tertentu seperti artis atau selebritis, tetapi juga pengguna biasa yang mau memverifikasi akun mereka.

ASUS Chromebook C201PA Resmi Hadir di Indonesia

Setelah cukup lama beredar di sebuah toko online, akhirnya ASUS secara resmi merilis Chromebook C201PA dan C100PA untuk pasar Indonesia. Bagi sebagian besar konsumen Indonesia, Chromebook mungkin sesuatu yang asing.Namun di pasar Amerika Serikat, Chromebook telah meninggalkan Mac dalam hal jumlah penjualan sehingga sudah sangat masuk akal bagi ASUS untuk membawa Chromebook ke Indonesia. Untuk diketahui, Chromebook adalah laptop berbasis Chrome browser yang ditujukan untuk mereka yang selalu online.Menurut Juliana Cen, Country Group Leader Indonesia ASUS, Chromebook adalah sebuah perangkat yang menyuguhkan sisi kepraktisan dari sebuah notebook. Baik notebook maupun sistem operasinya dirancang agar dapat digunakan dengan sangat mudah, hemat baterai, dan portable, sehingga sangat cocok untuk pelajar, mahasiswa dan profesional muda yang mencari kemudahan.

Ini Dia Zenfone 3 Andalan Asus

Penantian yang cukup lama terhadap Zenfone 3 akhirnya berakhir sudah. Kemarin, di ajang Computex 2016 di Taiwan, Asus secara resmi merilis tiga jagoan baru mereka sebagai pelanjut Zenfone 2 yang populer, yaitu Zenfone 3, Zenfone 3 Deluxe, dan Zenfone 3 Ultra.Acara rilis Zenfone 3 tersebut disiarkan secara live melalui channel YouTube. Sekilas, Asus is up their game. Asus memperkuat posisi mereka di pasar dengan mengikuti arus mainstream dengan merilis smartphone yang good looking dari sisi desain dan bermaterialkan bahan premium, yaitu kaca dan logam.Untuk Zenfone 3 Asus menggunakan material logam dan kaca, sedangkan Zenfone 3 Deluxe dan Zenfone 3 Ultra Asus menggunakan fully metal. Keputusan ini adalah hal yang masuk akal karena vendor kini sudah meninggalkan bahan plastik untuk smartphone kelas menengah ke atas.

Memutus Rantai Algoritma di Media Sosial

We were truly slaves to the algorithm. Kalimat tersebut tentu saja bukan hasil olah pikir saya. Kalimat itu berasal dari seorang kurator news Facebook yang bekerja secara kontraktor dengan Facebook. Kurator tersebut tentu saja tidak disebutkan namanya dan ingin tetap anonim karena khawatir adanya backlash.Sebagaimana diwartakan oleh Gizmodo yang kemudian dibantah oleh Facebook, Facebook melakukan sensor terhadap berita yang terkait dengan pembaca konservatif atau secara jelasnya menyensor berita-berita konservatif seperti Mitt Romney dan lain-lain.Tentu saya tidak akan membahas hal ini di sini. Satu hal yang perlu saya tekankan kepada pembaca adalah, hidup kita kini tidak bisa jauh dari algoritma dan mungkin sedikit berlebih namun ada kebenaran di sana kita telah menjadi budak algoritma.

Google Dituduh Batasi Kompetisi oleh Uni Eropa

Kabar Google berseteru dengan European Union via European Commission bukan sesuatu yang baru lagi. Google sudah lama diselidiki oleh EU atas praktiknya terutama dengan sistem operasi Android, sehingga ketika EU mengirimkan surat keberatan resmi atas praktik bisnis Google di Android bukan sesuatu yang mengejutkan lagi, meskipun beberapa sisi tetap sesuatu yang agak membingungkan bagi sebagian orang.Sedikit saya uraikan komplain EU terhadap Google setidaknya ada tiga. Pertama adalah App Bundling. Apps Bundling yang dimaksud di sini adalah aplikasi Google yang ada di perangkat Android.Bila Anda pengguna Android, tentu cukup paham aplikasi apa saja yang wajib dibawa oleh vendor atau produsen Android, antara lain GMail, Google Maps, Google Play dan lainnya. Mungkin itu beberapa aplikasi wajib yang harus diikutkan karena menggunakan Android secara resmi dari Google dengan berbagai kesepakatan dengan Google yang mungkin bisa termasuk ke dalam trade secret.

Media Sosial Kini Tidak Ada Gunanya?

Mungkin banyak dari kita yang lupa peristiwa penting yang menumbangkan Hosni Mubarak tersebut. Mungkin kita juga lupa betapa dahsyatnya tenaga media sosial hingga bisa menumbangkan diktator. Namun, kini media sosial untuk apa? Apa setelah tumbangnya diktator? Apa setelah menandatangani petisi? Mengapa media sosial justru makin menyesakkan dan tidak lagi berfungsi sebagai tools yang mampu memberikan kaki-kaki lemah semangat untuk berdiri?Cobalah tengok timeline Twitter hari-hari ini. Apa yang saya kutip dari Wael Ghonim itu bukan sesuatu yang sarkas, namun nyata adanya. Tidak hanya Twitter tentunya. Perhatikanlah Facebook, hampir tidak ada bedanya. Melawan mereka yang mainstream di kedua media sosial besar tersebut tampaknya memang lebih sulit dibandingkan melawan diktator.Pertanyaannya, siapa yang dimaksud dengan mainstream di sini? Mainstream bisa siapa saja. Dulu ketika Pilpres mainstream adalah pendukung dan pembenci Jokowi. Sekarang mau Pilkada DKI, mainstream adalah Ahokers dan haters-nya.

BlackBerry Priv Gagal Selamatkan BlackBerry

Setelah berada di pasar sekitar 4 bulan, BlackBerry Priv dinilai telah gagal menolong BlackBerry dari keterpurukan. Mengenaskan. Smartphone yang digadang-gadang sebagai upaya terakhir BlackBerry untuk tetap bisa relevan di pasar smartphone, ternyata tak mampu menolong BlackBerry.Hal ini diketahui dari jumlah penjualan smartphone yang dilakukan BlackBerry. BlackBerry dalam laporannya untuk kuartal keempat mengatakan, hanya menjual sebanyak 600.000 smartphone. Jumlah ini meskipun tidak di-break down untuk menunjukkan seberapa banyak BlackBerry Priv ikut berkontribusi tetap menunjukkan penurunan dibandingkan jumlah penjualan di kuartal sebelumnya yang 700.000. Bahkan jauh di bawah perkiraan Wall Street yang mematok sekitar 850.000.

Bocoran ASUS Zenfone 3 dan Zenfone 3 Deluxe

Rumor tentang ASUS Zenfone 3 sudah beredar sejak lama. Beberapa waktu yang lalu sempat muncul di situs Geek Bench, namun tidak lama kemudian rumor tersebut kembali hilang.Kali ini, rumor yang lebih heboh muncul di situs Red Dot 21 yang memunculkan rendering image dari Zenfone 3 dan Zenfone 3 Deluxe. Dari situs tersebut, dapat diketahui seberapa bagus ASUS Zenfone 3 dan Zenfone 3 Deluxe nantinya.Untuk ASUS Zenfone 3, ASUS memberikan lapisan kaca 2,5 D di bagian depan dan belakang serta curved metal frame. Menurut Red Dot Zenfone 3 nantinya akan diperkuat dengan berbagai fitur umum yang sudah ada di smartphone kelas atas lainnya, seperti USB Type C, front flash untuk selfie, laser focus, finger print plus optional smart flip cover.