Popular articles, quotes and videos. Content created and submitted by Kancyl users is dedicated to public domain.

Lezatnya Ayam Bakar Tuntang di Warung Mbakyuk

.co.id – Sungguh pun ketika menulis artikel ini, saya sedang mengunyah kripik talas, saya masih bisa mengingat dengan jelas lezatnya ayam bakar tuntang di Warung Mbakyuk Jember. Salah satu ayam bakar terlezat yang pernah saya cicipi seumur hidup. Serius, tanpa bermaksud berlebihan.Saya termasuk penyuka ayam bakar sejak kecil. Ketika ayah saya memiliki rezeki lebih, seringkali saya (yang waktu itu masih SD) diajak menikmati ayam bakar di Depot Sempurna, Pasongsongan, Sumenep. Kelezatannya terngiang-ngiang hingga saya besar.Bisa jadi, bukan hanya karena racikan ayam bakarnya, tapi juga kebahagiaan yang saya rasakan bisa makan malam dengan ayah yang saya banggakan. Mungkin seperti itu pula yang terjadi saat saya mampir ke Warung Mbakyuk.

Jodoh, Dicari dan Dinanti

 – Baru-baru ini saya mendapat cerita yang luar biasa dari seorang teman di sosial media, sebut saja namanya Ahmad. Lelaki yang memutuskan menikah di usia 18 tahun. Menariknya, perempuan yang ia nikahi berusia jauh di atasnya, 10 tahun lebih tua.Bagaimana ia bisa senekat itu? Bagaimana pula calon istrinya menerima begitu saja? Ahmad berkisah, penghasilannya hanya Rp300 ribu saat itu, baru lulus SMA. Calon istri seorang perawat, sudah mapan, aktivis dakwah pula.Awalnya Ahmad tak kenal kecuali sebagai seorang penulis dan sering mengisi pelatihan-pelatihan. Wajahnya pun tak kenal. Sebelum akhirnya mereka bertemu secara tak sengaja di sebuah acara walimah. Ahmad banyak berkonsultasi tentang kepenulisan dengannya.

Bersyukur Lewat Seteguk Air

Saya sangat bersyukur hidup di Indonesia. Paling tidak, karena di negeri yang saya cintai ini, persediaan air masih melimpah ruah. Sudah barang tentu air yang saya maksud di sini adalah air bersih untuk minum, mencuci, dan mandi.Di tanah air saya ini, saya tak perlu khawatir ketika jalan-jalan atau sedang dalam perjalanan merasa kehausan, saya tinggal mampir di warung atau di toko, maka saya akan mendapatkan air yang saya butuhkan untuk melepas dahaga.Saya juga tak perlu takut jika tiba-tiba merasa ingin buang air, karena pemilik SPBU yang baik hati sudah menyediakan fasilitas toilet gratis bagi siapa saja. Ataupun kalau tidak, di pinggir-pinggir jalan orang-orang masih berbaik hati membuatkan toilet umum meski dengan berbayar.

Rambu-rambu Pergaulan Remaja

Islam mengatur pergaulan dengan lawan jenis. Ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan, karena dikhawatirkan mengarah pada perbuatan maksiat yang lebih besar. Berikut di antara beberapa adab yang harus diperhatikan dalam pergaulan remaja yang berbeda jenis.Tidak bercanda berlebihan. Bercanda yang berlebihan, apalagi sampai bersentuhan fisik hanya akan membuat hati keruh dan bisa menjurus pada tindak pelecehan.Menutup aurat. Di hadapan lawan jenis hendaknya menutup aurat. Salah satu faktor terjadinya perzinahan karena aurat yang diumbar terhadap lawan jenis, khususnya laki-laki.

Anakku Jatuh Cinta

Ya Rasulullah, izinkan saya berzina. Seorang pemuda mengatakan itu di hadapan Rasulullah SAW dan para sahabat. Beberapa dari sahabat memarahinya, sementara Rasulullah tetap tenang dan berkata, Mendekatlah. Pemuda itu mendekat dan bersabda junjungan kita tercinta, Relakah kau jika itu terjadi pada ibumu? Pemuda itu menjawab, Demi Allah, sekali-kali tidak Ya Rasul Relakah kau jika itu terjadi pada saudara perempuanmu? Rasulullah kembali bertanya. Demi Allah, sekali-kali tidak Ya Rasul Relakah kau jika itu terjadi pada bibimu? Demi Allah, sekali-kali tidak Ya Rasul Maka demikianlah. Orang lain pun tidak suka jika itu menimpa keluarga mereka. Begitulah Rasulullah menasihati si pemuda, sebelum menutupnya dengan doa.

Lima Hal yang Nikmat saat Mati Lampu, Dingin dan Hujan

Ketika hujan lebat disertai angin kencang, di beberapa tempat tak jarang disertai pemadaman listrik. Saat mati lampu seperti itu ditambah udara dingin menerpa kulit, enaknya melakukan apa ya? Paling tidak, ini dia lima hal yang nikmat dilakukan saat mati lampu, dingin, dan hujan.Mengobrol bareng keluarga. Inilah kesempatan yang asyik untuk saling curhat, cerita, dan diskusi. Manfaatkan momen seperti ini sebaik mungkin. Ajak anak dan istri atau suami Anda mengobrol santai sesekali, diselingi dengan canda. Bisa di ruang keluarga atau di dalam kamar, sambil sesekali menyisipkan sentuhan dan rangkulan.Di hari-hari saat lampu menyala dan cuaca cerah, mungkin Anda dan keluarga banyak disibukkan dengan urusan masing-masing. Belajar, menonton televisi, hingga main gadget.

Tips Praktis Pindah Rumah

Anda termasuk kontraktor? Maksudnya, orang yang sering pindah kontrakan? Pasti ribet ya, ketika harus pindahan sementara barang yang mesti dibawa sangat banyak jumlahnya. Alih-alih senang, terkadang malah bikin stres. Apalagi frekuensi pindah rumahnya terlalu sering. Tapi tak perlu khawatir, beberapa tips di bawah ini bisa dicoba.Pastikan rumah yang akan ditempati sudah dalam keadaan bersih dan siap ditempati, sebelum Anda memutuskan untuk pindah rumah. Karena jika tidak, energi Anda akan terkuras dua kali lipat, sebab harus membersihkan rumah sekaligus menata barang-barang.Mengemas barang sebelum hari H. Kalau Anda mengemas barang saat hari H, pasti akan semakin ribet dan butuh tenaga ekstra. Bisa-bisa ada barang rusak, hilang, atau ketinggalan karena terburu-buru. Masukkan dalam kardus besar dan pilah berdasarkan jenisnya agar mudah dibawa.

Panjangkan Usia dengan Membaca Buku-buku Tua

Membaca buku-buku tua akan memanjangkan usia. Bukan ke masa depan, melainkan surut ke masa silam. kita akan merasa seperti kakek-kakek berusia lebih dari seabad dengan wajah yang masih muda, tampan rupawan.Kita seperti dibawa melintasi lorong waktu, bertemu nenek dan kakek moyang dan bercakap-cakap dengan mereka, tentang kehidupan yang tak akan pernah selesai diperbincangkan. Kita merasakan dengan kepedihan yang mendalam saat mereka berjuang menyelamatkan dan mempertahankan tanah air.Kita juga membaca bahwa kepahlawanan mereka tidak dihargai kecuali sebatas tanda jasa dan cerita-cerita yang sehari diingat untuk kemudian dilupakan selamanya. Maka terkadang kita akan membaca buku-buku tua itu dengan sepenuh penghayatan, mengusapnya berkali-kali dengan penuh kecintaan.

Agar Dapat Rasakan 'Lezatnya' Membaca

Kalau ada uang sedikit, saya beli buku. Kalau masih ada sisanya, saya beli makanan dan pakaian Desiderius Erasmus . Mungkin kita beranggapan perkataan Deiderius Erasmus setengah gila . Ia menomorsatukan buku ketimbang makanan dan pakaian, yang notabene selama ini kita yakini sebagai kebutuhan primer setiap orang.Tidak baca buku sebulan, setahun, atau bahkan seumur hidup, mungkin tidak akan membuat kita mati, tapi jangan coba-coba tidak makan seminggu saja. Kalau sudah lemas dan sekarat mana bisa membaca?Yang akan kita bicarakan bukan tentang makanan dan pakaian sebagai kebutuhan, tetapi membeli makanan dan pakaian sebagai gaya hidup atau bersenang-senang. Misalkan kita punya uang lebih setelah sebagian disisihkan untuk kebutuhan hidup selama sebulan. Kebutuhan-kebutuhan yang pokok. Manakah yang kita prioritaskan untuk membelanjakan uang sisa itu, membeli buku atau membeli makanan dan pakaian?

Review Film Surga yang Tak Dirindukan 2

Di ruang ICU itu. Kepedihan, haru, dan kebahagiaan, bercampur menjadi satu. Itulah puncak dari segala penderitaan. Ujung dari mimpi-mimpi Arini. Namun mendadak keharuan itu kering ketika sampai pada ending.Pernikahan itu tidak saya harapkan. Bukan, bukan pernikahannya. Tapi dengan siapa Meirose menikah. Apakah cinta yang rumit harus diselesaikan dengan happy ending? Apakah cinta segitiga harus berakhir dengan memutus salah satu sisinya? Apakah atas nama kebahagiaan, mimpi, dan permintaan terakhir, cinta harus dikorbankan?Terus terang, saya belum menonton Surga yang Tak Dirindukan yang pertama, yang konon tembus 1,5 juta penonton. Mungkin ini pulalah yang akan membuat ulasan saya nanti menjadi kurang sempurna, bahkan banyak yang layak dicela. Tak apa. Saya hanya akan mengomentari tentang apa yang saya lihat, saya pikirkan, saya rasakan ketika menonton Surga yang Tak Dirindukan 2.

Singgah Sejenak di Pantai Bentar Probolinggo

Pantai Bentar berlokasi di kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, tidak jauh dari pusat kota. Jika perjalanan dengan sepeda motor, atau mobil mungkin sekitar 10 menit saja. Sebenarnya, sejak masih mahasiswa, saya berkali-kali melewati Pantai Bentar. Dari Probolinggo kota menuju Kraksaan, Paiton, bahkan hingga ke Jember, biasanya melalui jalur Pantura ini.Namun, tidak terbersit keinginan mampir, jalan-jalan, menghirup udara laut yang segar, atau sekadar berselfi ria di sana. Hingga kemudian, ketika hari itu saya mengajak anak istri ke sebuah acara di Kraksaan, saya menjanjikan sepulangnya nanti akan mampir di Pantai Bentar.Tentu, mereka senang meski belum tahu seperti apa wajah Pantai Bentar. Dan, jadilah hari itu kami berangkat, naik sepeda motor dari Sidoarjo. Hari masih sangat muda ketika kami tiba, singgah, duduk, dan melepas penat di pinggir jalan raya. Tepat di balik pagar Pantai Bentar, dari celah pagar, terlihat beberapa wahana permainan buat anak-anak yang membuat Safa menjadi tidak sabar.

Lebih Menarik Mana, Buku Baru atau Bekas?

Jika itu ditanyakan pada saya beberapa tahun lalu, saya akan menjawab dengan mantap, buku baru bahkan bukan sekadar buku baru, tapi harus juga tersegel rapi. Tak boleh ada cacat. Membuka segel plastik sebuah buku seakan merupakan kenikmatan tiada banding. Lalu dilanjutkan ritual menghirup aroma kertas buku dalam-dalam. Nikmat Tapi sekarang, tidak lagi. Saya lebih menyukai buku bekas. Tentu, bukan sembarang buku bekas. Tetapi buku bekas yang bagus, yang berkualitas, yang kebanyakan ide-idenya masih orisinil, yang juga menyejarah, dan dikenang karena kualitas kontennya yang dahsyat.Seperti beberapa waktu lalu, saat saya menemukan buku Pramoedya Ananta Toer terbitan Hasta Mitra berjudul "Cerita dari Jakarta" dan "Manusia Adi Manusia"-nya Bernard Shaw, saya girang setengah mati. Apalagi mendapatkannya dengan harga sangat "miring".

Buku dan Pizza, Lebih Berharga Mana?

Seringkali saya heran dengan orang-orang yang menghabiskan banyak uang dengan membeli makanan-makanan lezat yang sangat mahal. Padahal ia tahu, kenikmatan yang ia rasakan hanya sebentar. Ketika makanan itu telah habis dan merasa kenyang, makanan yang masuk berikutnya tak lagi terasa nikmat.Saya juga heran, mereka menjadi sangat boros dalam membeli makanan, akan tetapi berpikir seribu kali untuk membeli buku yang lebih murah dari harga semangkuk bakso. Padahal mereka tahu, makanan adalah asupan bagi perut sementara buku adalah nutrisi bagi otak dan hati.Padahal mereka tahu, makanan hanya akan berakhir sebagai kotoran, sementara buku menyimpan segudang ilmu yang dapat mendekatkan mereka pada cahaya kebaikan, cahaya ilmu yang dapat diajarkan. Pada judul, saya sengaja menggunakan "pizza" sebagai wakil dari makanan.

Cara Menularkan Virus Membaca

Benarkah hobi membaca itu seperti virus yang bisa ditularkan? Lantas bagaimana caranya? Mari kita lihat. Kita sudah sama-sama mengakui dengan jujur, bahwa perhatian masyarakat Indonesia terhadap buku masih sangat payah.Persentase minat baca di negeri ini tergolong sangat rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain, bahkan jika dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Lalu, bagaimana mengatasinya? Dengan kebiasaan.Seseorang akan akrab dengan apapun yang sering ia lihat, sering ia sentuh, sering berada di dekatnya. Maka begitu pula dengan buku. Saya memiliki beberapa teman dekat yang pada mulanya tidak suka membaca. Seiring dengan waktu, melihat saya sangat akrab dengan buku, ke mana-mana bawa buku, di kamar tidur ada buku, bahkan saat mengobrol juga kadang pegang buku.

Tips Bedakan Buku Asli dan Bajakan

Berbelanja di lapak buku bekas, kadang kita menemukan beberapa buku yang bersegel dengan harga murah. Buku-buku best seller yang masih terpajang di toko buku, bisa kita dapatkan dengan separuh harga atau malah kurang dari itu.Eits, tapi jangan senang dulu. Karena bisa jadi itu adalah buku bajakan. Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa itu buku asli atau bajakan? Ada beberapa tips yang bisa Anda jadikan acuan, berdasarkan pengalaman pribadi saya.Waspadai buku-buku best seller, mengapa? Karena pembajak tidak mungkin membajak buku-buku yang tidak laku di pasar. Meskipun potensi untuk itu ada, tapi kecil sekali. Buku-buku best seller atau yang laris di pasaran dibajak untuk menyentuh calon pembeli yang tidak mampu membeli buku asli, karena alasan harga yang mahal. Atau karena calon pembeli tidak mempedulikan kualitas, yang penting bisa baca isinya.

Benarkah Harga Buku Memengaruhi Minat Baca?

Ada yang berpendapat, sebaiknya harga buku dibuat semurah mungkin sehingga banyak orang tak mampu yang bisa membaca buku. Tapi ternyata, kita sama-sama tahu perpustakaan gratis yang menyediakan ratusan hingga ribuan buku masih sepi dari pengunjung.Kita juga sama-sama tahu banyak yang membeli buku dengan harga murah atau yang mendapatkan buku gratis. Sepulangnya ke rumah, buku hanya disimpan di rak sampai berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, bahkan segelnya pun belum dilepas.Murahnya harga buku sama sekali tak berbanding lurus dengan banyaknya pembaca buku. Justru yang perlu diperhatikan terlebih dahulu adalah, memperbesar minat baca, menggalakkan kampanye membaca, menularkan virus membaca, berbagi betapa asyiknya membaca, sehingga ia tidak hanya dipaksakan menjadi hobi di biodata, tetapi mendarah daging menjadi suatu kebutuhan yang menyenangkan, dan menjadi semacam candu .

Baca Buku Sambil Berjalan, Berani Coba?

Sewaktu masih kuliah, saya bekerja di sebuah perusahaan sebagai debt collector. Tugas saya adalah mendatangi counter dan toko untuk melakukan penagihan. Terkadang saya harus berjalan kaki menuju lokasi karena ketiadaan angkutan umum. Ada yang jaraknya dekat ada pula yang lumayan jauh.Terkadang pula saya sengaja berjalan kaki meski saya tahu bisa menempuhnya dengan naik angkutan umum. Ada kebiasaan yang coba saya rutinkan saat itu, yaitu membaca sambil berjalan.Ya, bagi kebanyakan orang mungkin ini kebiasaan yang aneh dan cukup langka. Maka tak heran, banyak orang melihat saya yang tampak khusyuk membaca buku sambil berjalan. Saya pun merasakan sensasi yang sulit diungkapkan. Saya senang karena saya bisa memanfaatkan waktu dengan mendapatkan dua hal sekaligus, yaitu olahraga dan membaca, tubuh sehat dan wawasan yang luas.

Asyiknya Menunggu Sambil Membaca Buku

Kita sama-sama tahu bahwa menunggu adalah pekerjaan membosankan, tapi tak pernah mau mengenyahkan kebosanan itu dengan sesuatu yang menyenangkan, namun bermanfaat. Membaca hanyalah salah satu dari sekian cara memangkas kebosanan itu.Tidak hanya ketika menunggu motor diservis, tetapi bisa selama perjalanan naik angkot, menunggu kereta, menunggu seseorang, atau menunggu kantuk. Tentu saja ada yang tidak setuju dengan cara saya ini. Apalagi bagi orang yang malas membaca, dan selalu beralasan membaca justru menciptakan kebosanan baru.Membaca malah mengundang kantuk, atau membaca justru membuat mata perih dan berair. Tidak apa, masih banyak cara lain untuk mengisi waktu menunggu. Paling murah dan mudah adalah memperbanyak zikir. Tapi sebenarnya, zikir pun termasuk ke dalam kegiatan membaca.

Tiga Hal yang Buat Anda Akrab dengan Buku

Jauh sebelum kita berbicara tentang kualitas bahan bacaan, saya hanya ingin sedikit menyinggung soal intensitas membaca. Karena tentu akan sangat sulit bagi siapapun untuk memahami karya-karya berkualitas tanpa terlebih dahulu mengakrabi buku-buku.Seberapa sering Anda bersama buku, seberapa besar daya tahan Anda dalam sekali membaca? berapa jam rata-rata waktu yang Anda habiskan untuk membaca dalam sehari semalam? Pertanyaan-pertanyaan ini penting untuk dijawab.Kedekatan dan frekuensi kebersamaan dengan buku adalah langkah awal membangun hubungan keakraban. Bawalah buku ke manapun Anda pergi. Jadikan ia seperti seorang sahabat yang selalu membersamai Anda di mana pun dan kapan pun. Lalu, jadikan aktivitas membaca sebagai pengisi waktu-waktu hampa yang Anda miliki.

Ketika Para Orangtua Berhenti Membaca

Seseorang bertanya, apa yang membedakan anak-anak dan orangtua dalam hal membaca? Yang membedakan adalah jenis bacaannya. Anak-anak membaca cerita, orang dewasa membaca buku tabungan.Oh ya, ada lagi perbedaannya, anak-anak dipaksa orangtua mereka untuk membaca sedangkan orangtua terpaksa berhenti membaca demi anak-anak mereka. Dua jawaban tadi mungkin akan sedikit membuat para orangtua tersenyum.Karena itulah kenyataannya. Dan anak-anak mereka nantinya akan mengikuti pola mereka, yaitu banyak membaca saat masih anak-anak, memutuskan pensiun saat telah bekerja. Seolah membaca hanyalah aktivitas wajib untuk anak-anak.

Tips Buat Perpustakaan Pribadi yang Asyik

Bagi para pecinta buku, memiliki perpustakaan pribadi adalah sesuatu yang diidam-idamkan. Tak perlu menunggu punya rumah yang luas dan mewah, rumah sederhana pun dapat disulap menjadi sepenggal surga di dalamnya. Berikut ini tips-tips membuat perpustakaan pribadi yang sebagian besar bersumber dari pengalaman sendiri.Tentukan spot yang nyaman dan sesuai. Jika memang memungkinkan, sebaiknya perpustakaan pribadi ada di ruang tamu atau ruang kerja. Mengapa? di ruang tamu, agar buku-buku kita bisa bermanfaat juga bagi tamu-tamu yang datang. Mungkin sembari menunggu kita yang sedang menyiapkan hidangan, atau bahkan menjadi salah satu topik obrolan yang menarik.Bagaimana jika di ruang kerja? Buku-buku di ruang kerja membuat kita senantiasa bersemangat. Ya, karena bagi para pecinta buku, melihat tumpukan buku mengalirkan energi tersendiri yang terkadang sulit dipahami. Apalagi jika profesi Anda sebagai penulis, blogger, dan sejenisnya, tentu ruang kerja Anda wajib dipenuhi dengan buku-buku.

Tujuh Kiat Singkat Mencari Ide Tulisan

Ide, bagi penulis, ibarat starter pada kendaraan bermotor. Setelah bahan bakar bernama motivasi diperoleh, maka saatnya menyalakan starter untuk memulai perjalanan. Tetapi banyak yang mengeluh, mengapa ide terkadang susah didapat?Hal pertama yang harus diluruskan, bahwa ide tulisan tidak akan datang begitu saja seperti kilatan cahaya yang mengenai mata. Ide harus dicari, diusahakan, dan diperjuangkan. Nah, berikut ini tujuh tips singkat bagaimana mencari ide tulisan.Catat setiap ide yang muncul tiba-tiba dalam kepala. Saya sering mengatakan bahwa ide itu adalah anugerah. Jadi jangan disia-siakan. Jangan menunda-nunda untuk menuliskannya. Karena kita tidak pernah tahu, seberapa lama kita akan mampu mengingatnya. Kadang bisa bertahan beberapa jam, tapi kadang pula hanya dalam hitungan menit bahkan detik.

Tujuh Langkah Meraih Mimpi

Tidak ada yang membuat seseorang lebih bergairah, selain mimpi. Entah itu impian tentang kesuksesan hidup di dunia maupun kesuksesan di akhirat. Entah itu, yang besar dan menjulang maupun yang terlihat sederhana dan kecil.Mimpi, yang membuat seorang ibu menahan jerih selama sembilan bulan. Mimpi, yang membuat seorang ayah rela bekerja keras mencari nafkah. Dalam bahasa sederhana, kita menyebutnya dengan sebuah harapan.Inilah tujuh langkah meraih mimpi, agar bisa terwujud nyata. Tentu saja tidak ada jaminan, karena hanya Allah yang merancang dan mengatur alur kehidupan manusiannya. Dan berikut ini terdapat langkah-langkah untuk sukses meraih mimpi. Apa saja?