Popular articles, quotes and videos. Content created and submitted by Kancyl users is dedicated to public domain.

Baper Nikah di Hutan Pinus Winong Wajak Malang

 – Hutan Pinus Winong namanya. Kalau dari Tumpang, jalan yang harus diambil adalah menuju Kota Kecamatan Wajak. Setelah sampai di Pasar Wajak, perjalanan dilanjutkan ke arah Turen yang menuju ke Desa Sanankerto.Dari sini ada sebuah pertigaan. Kita hanya perlu menuju ke arah Desa Sumber Putih, bukan ke arah Turen. Tak jauh dari situ, kita sudah menemukan sebuah gapura bertuliskan Hutan Pinus Winong. Sebagai infromasi, selain hutan pinus ini, ada satu lagi hutan pinus lain yakni Hutan Pinus Sumber Putih.Letaknya masih terus mengikuti jalan tersebut. Baru selangkah menjejakkan kaki setelah turun dari motor, saya langsung disambut dengan tulisan: Bojoku, Semangatku, yang bisa diartikan: Suami/istri adalah semangatku.

Polowijen, Desa Subur Tanah Kelahiran Ken Dedes

 – Sesosok pahatan wanita cantik akan menyambut kita tatkala memasuki salah satu kota yang kini sedang meroket dunia pariwisatanya. Kota bernama Malang ini akan menyambut orang-orang yang mengunjunginya dengan sesosok wanita cantik.Dia adalah sosok yang bisa disebut sebagai ‘ibu’ bagi masyarakat Malang. Sosok yang begitu dikagumi karena telah melahirkan generasi penguasa sejarah. Tak hanya di Malang, namun juga di nusantara. Ia adalah Ken Dedes, sang Ratu Singosari yang melegenda itu.Pemilihan Ken Dedes sebagai sosok pembuka pintu gerbang Kota Malang dari arah utara bukanlah kebetulan semata. Jejaknya sudah diketahui banyak orang bahwa ia adalah istri dari Tunggul Ametung, akuwu kerajaan kecil bernama Tumapel dan kemudian direbut dan dipersunting oleh Ken Arok, sosok penjahat yang ternyata dipuja banyak warga Malang sebagai pahlawan.

Mengulik Jejak Kawasan Pecinan di Malang

 – Seperti kebanyakan kota, Malang juga memiliki kawasan Pecinan. Pembentukan kawasan Pecinan sebenarnya merupakan salah satu hasil dari aturan Wijkenstelsel, yang dikeluarkan oleh pemerintah kolonial Belanda.Di dalam aturan tersebut, masyarakat Malang juga dikelompokkan menjadi empat jenis berdasarkan etnis, yakni Eropa, Tionghoa, Arab, dan pribumi. Masing-masing etnis harus menempati wilayah yang sudah ditentukan.Di Kota Malang, orang Eropa menempati daerah yang cukup luas dan lapang, seperti Jalan Ijen, Klojen, Kidul Dalem, dan daerah pusat kota lain. Orang Arab dipusatkan di daerah Kasin yang hingga kini dikenal sebagai Embong Arab. Orang pribumi ditempatkan di gang-gang sempit dan bantaran kali yang kumuh seperti Jodipan.

Keunikan Kampung Topeng Menanti di Malang

 – Tak hanya kampung warna-warni Jodipan dan kampung Tridi, kota Malang juga memiliki salah satu kampung tematik yang menarik untuk dikunjungi. Kampung ini bernama Kampung Topeng Menanti.Berada di Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, kampung yang baru diresmikan ini menyuguhkan aneka spot foto yang menampilkan aneka karakter topeng Malangan. Spot utama dalam kampung topeng ini adalah dua buah topeng berukuran raksasa.Kedua topeng ini merupakan karakter Raden Panji Asmoro dan Dewi Sekartaji, yang merupakan karakter protagonis. Keduanya merupakan pasangan sejoli dari Kerajaan Jenggala dan Kediri. Kisah kedua tokoh ini sering dipentaskan dalam tari topeng Malangan. 

Intan dan Grafit, Si Cantik dan Buruk Rupa dalam Kimia

 – Anda pasti tahu film Beauty and The Beast bukan? Film animasi dari Walt Disney ini memang sangat melegenda. Berkisah mengenai kisah cinta si cantik bernama Belle dengan Beast, si buruk rupa. Selain ada pada film, cerita tentang si cantik dan si buruk rupa juga ada dalam sebuah ilmu kimia.Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa, ada dua benda yang sebenarnya tersusun dari atom-atom yang sama. Siapakah mereka? Mereka adalah intan sebagai the beauty dan grafit sebagai the beast. Dua benda ini sama-sama tersusun dari atom karbon (atom C). Namun, mereka adalah alotropi. Apa itu alotropi? Alotropi adalah bentuk modifikasi struktur yang berbeda dari unsur yang sama. Mudahnya, kalau di manusia alotropi adalah kembar tidak identik. Meskipun intan dan grafit sama-sama tersusun dari atom karbon, namun mereka membentuk susunan kristal yang berbeda. Di manakah bedanya?

Memaknai Sungai Bersejarah Kota Bandung di Teras Cikapundung

 – Salah satu tempat wisata murah di Bandung adalah Teras Cikapundung. Teras yang dimaksud adalah sebuah taman di dekat aliran Sungai Cikapundung. Topografi Kota Bandung berupa cekungan yang terkepung rangkaian pegunungan membuat banyak sungai berada di daerah legok.Maka dari itu, untuk mencapai taman di sekitar sungai ini, pengunjung harus menuruni anak tangga di dekat pintu masuk. Di sana telah berjajar rapi aneka fasilitas yang disediakan. Mulai dari tempat duduk, tempat narsis, refleksi ikan, hingga wisata perahu karet. Tak heran jika tempat ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang sedang mengunjungi Kota Bandung.Aliran sungai sepanjang 28 km ini menjadi sumber air bagi beberapa kawasan konservasi, kawasan wisata, dan tentunya kawasan permukiman. Beberapa kawasan konservasi yang dilewati sungai ini antara lain Situ Sangkuriang dan Maribaya Resort yang kini sedang hits. Sedangkan kawasan wisata yang dilewati sungai ini adalah Curug Dago, Tahura Ir. H. Juanda, dan tentunya Teras Cikapundung ini. Sungai Cikapundung juga menjadi nyawa bagi pemukiman di sekitar Kota Bandung yang terintegrasi dalam Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. 

Berenang Bak Putri Raja di Lembah Tumpang Malang

 – Mau berenang tapi bosan dengan kolam renang yang itu-itu saja? Jangan risau. Kini, ada satu tempat berenang baru di daerah Malang. Tepatnya, di sebelah timur kota Malang. Lembah Tumpang Resort namanya, sesuai namanya resor ini berada di lereng sebuah lembah yang tentunya memberikan kesejukan luar biasa.Berada di Desa Slamet, kecamatan Tumpang, lokasi wisata baru ini berada sekitar 10 kilometer arah timur kota Malang. Bagi Anda yang ingin datang ke sini, arahkan kendaraan Anda menuju daerah Sawojajar, lalu teruskan ke arah jalan menuju Tumpang atau Gunung Bromo.Di dekat pintu masuk Desa Slamet, ada sebuah pertigaan yang mengarahkan Anda ke lokasi ini. Ikuti saja pertigaaan tersebut dengan belok ke kiri, maka Anda akan menemukan tempat wisata ini. Penasaran bukan?

Uji Konektivitas Jembatan Suramadu di Bukit Jaddih Bangkalan

 – Sudah pernah ke Pulau Madura? Jika belum, cobalah datang ke sana dan mampirlah ke Bukit Jaddih. Bukit ini merupakan wisata baru yang berada tak jauh dari Jembatan Suramadu. Di tengah bukit ini, terdapat sebuah danau. Danau ini berupa genangan air bekas penambangan kapur yang berwarna hijau dan akan berubah menjadi kebiruan pada waktu tertentu.Perubahan warna ini disebabkan perubahan bilangan oksidasi mineral yang terkandung di dalamnya. Danau ini menjadi favorit pengunjung ketika mengunjungi bukit ini. Perahu sampan yang beraneka tulisan dan dekorasi siap mengantar siapa saja yang ingin mengitari danau ini sambil berswafoto.Nah yang unik, di dalam danau ini terdapat beberapa ikan air tawar yang cantik. Namun, spot favorit saya adalah bebatuan besar yang berada di tepi danau. Refleksi cahaya matahari yang mengenai air danau akan menghasilkan bayangan tubuh sangat indah dengan latar air yang hijau kebiruan.

Bertandang ke Museum Kesehatan Surabaya

 – Museum ini berada di bilangan Jalan Indrapura Surabaya. Ada tiga bagian utama dalam museum ini, yakni kesehatan sejarah, kesehatan iptek, dan kesehatan budaya.Pengunjung yang mengunjungi museum ini harus mengikuti alur ketika akan belajar dan memahami masalah kesehatan dari masa ke masa. Bagian pertama yang saya masuki adalah kesehatan sejarah.Di sini terpampang jelas sejarah kesehatan manusia mulai dari zaman prasejarah hingga masa sekarang. Bagian ini sendiri terdiri dari beberapa sasana, antara lain sasana sejarah instansi, sasana alat non medis, dan sasana alat medis.

Begini Efek Refleksi Cermin di Mal

 – Mengapa mal memasang banyak sekali cermin? Jawabannya bisa beragam. Dari beberapa sumber, terutama dari literasi ilmu mengenai desain ruangan dan Fengshui, adanya cermin yang banyak membuat pencahayaan ruangan menjadi bagus.Jika pencahayaan ruangan bagus, maka orang yang berada di dalamnya juga akan betah. Tak hanya itu, akibat refleksi yang dihasilkan oleh cermin-cermin itu, maka ruangan menjadi terasa lebih luas. Tak hanya itu, ternyata ada juga efek psikologis yang ada akibat penggunaan permukaan reflektif di bangunan mal. Apa itu?Pertama, ada sebuah teknik atau sugesti psikologi pada otak yang disebut dengan Pacing and Leading. Ketika melihat potret diri di depan cermin, maka di dalam otak saya timbul impuls untuk menjadi sama dengan model di manekin tadi.

Mengenal Gaya Bangunan di Jalan Rajawali Surabaya

 – Sayang rasanya sudah jauh-jauh ke Surabaya kalau tak mampir dan menikmati keindahan arsitektur di pusat kota lama Surabaya, yang lebih dikenal dengan kawasan Surabaya Bawah. Kawasan ini merupakan kawasan pusat peradaban pertama Kota Surabaya, untuk menjadi kota modern yang maju.Jejak sejarah Kota Bawah Surabaya mulai berkembang sejak akhir abad ke-19. Lokasinya berada di kawasan Kembang Jepun, Ampel, dan Jalan Rajawali/Veteran. Kehadiran berbagai bangunan yang didirikan dalam periode berbeda, antara tahun 1870 sampai 1940an membuat pusat kota lama ini memiliki karakter yang khas.Dimulai pada 11 November 1743, sebuah perjanjian antara Gubernur Jendral Belanda van Imhoff dengan Raja Mataram Pakubuwono II ditandatangani. Perjanjian ini berisi penyerahan penuh kedaulatan daerah Surabaya dari Mataram. Akibat perjanjian ini, VOC mendapat keleluasaan penuh untuk membangun Surabaya.

Jejak Noni-noni Belanda di Teras Cihampelas

 – Sudah pernah ke Teras Cihamperlas? Salah satu kawasan di Bandung ini ternyata sudah ada sejak dahulu kala. Nama Cihampelas sendiri bermakna aliran sungai yang banyak pohon Cihampelas. Kalau datang ke sini, kita masih bisa melihat Sungai Cikapundung yang melegenda itu di sisi timur wisata ini.Kisah Cihampelas ternyata masih berkaitan erat Sungai Cikapundung. Setelah perpindahan pusat pemerintahan dari Dayeuhkolot ke kota Bandung, maka banyak perumahan dan tempat wisata dibangun di daerah ini. Salah satunya adalah kolam pemandian Cihampelas.Kolam ini digunakan orang-orang Belanda untuk sekadar melepas penat. Daerah Cihampelas dikenal memiliki udara yang sejuk dan nyaman. Maka tak heran, selain pemandian, aneka taman juga dibangun di sini. Noni-noni Belanda dengan riang duduk manja dan berjalan-jalan di taman-taman tersebut tanpa diganggu kebisingan. 

Lima Air Terjun Menawan di Mindanao Filipina

 – Siapa sangka, Pulau Mindanao di Filipina Selatan, yang penuh dengan konflik sesungguhnya menyimpan aneka potensi alam menawan. Potensi tersebut tentunya tertutup dengan aneka konflik yang mendera kawasan ini.Kesultanan Sulu yang menjadi penguasa pulau ini terus berkonflik dengan penjajah Spanyol hingga Pemerintah Filipina. Kelompok separatis MNLF dan ISIS yang kini menggempur kota penting Marawi, juga membuat pulau ini tak banyak mendapat perhatian dari para wisatawan.Siapa juga yang ingin mengunjungi daerah konflik. Makanya, wisatawan yang datang ke Filipina lebih banyak menghabiskan waktu di Pulau Cebu, Pulau Palawan, atau mengunjungi daerah Metro Manila.Secara geografis, pulau yang memiliki arti ‘Maluku Besar’ ini berada tepat di utara Pulau Sulawesi.

Mau Menginap Murah di Kota Malang? Perhatikan 5 Hal Ini

 – Malang, kini telah bertransformasi menjadi kota jujugan wisata internasional. Kampung Warna-warni Jodipan menjadi pioner dari tonggak transformasi tersebut. Nah, sebenarnya ada banyak tempat menarik di Kota Malang yang sangat sayang untuk dilewatkan.Toko Oen, Alun-alun, Kampung Keramat Kasin, Wisata Kuliner Klojen, Pecinan Malang, Museum Brawijaya, Museum Musik, dan lain sebagainya. City tour merupakan pilihan utama untuk menjelajahi kota dingin ini. Untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut, alangkah lebih hemat jika dilakukan dengan berjalan kaki atau menaiki kendaraan umum.Maka, memilih penginapan yang strategis adalah kunci utama yang perlu kita lakukan. Sayang, banyak pelancong yang kurang memerhatikan lokasi dan kondisi penginapan, ketika berkunjung ke Kota Malang. Lantas, apa saja yang harus diperhatikan dalam memilih penginapan di Malang?