Popular articles, quotes and videos. Content created and submitted by Kancyl users is dedicated to public domain.

Berkat Ngeblog, Guru Honorer Ini Digaji Rp3 – 5 Juta/Bulan

 – Ngeblog, profesi utama atau sampingan ini ternyata cukup menjanjikan di zaman digital seperti sekarang. Ini dibuktikan oleh Unang Nuansah seorang guru honorer di SDN Gabuswetan II Kecamatan Gabuswetan Kabupaten Indramayu yang awalnya tidak begitu tertarik dengan dunia blogging.Setelah mendapatkan motivasi dari seorang blogger yang ada di daerahnya yakni Kang Didno, Unang Nuansah kembali termotivasi kembali untuk ngeblog, apalagi dia sedang mencari dana untuk biaya kuliah S2-nya di Bandung.Atas saran Kang Didno, Unang Nuansah membuat blog dengan niche pendidikan. Seperti saran Kang Didno ternyata blog tersebut kebanjiran pengunjung. Bahkan dalam satu hari pengunjungnya bisa tembus 10.000,- bahkan 100.000 per hari.

Kuliner Langka Rumbah Mangrove di Indramayu

.co.id – Bagi orang Indramayu, mendengar kata rumbah mungkin sudah tidak aneh lagi. Rumbah adalah sejenis gado-gado atau pecel yang terbuat dari sayuran yang direbus seperti kangkung, kacang panjang, dan tauge diberi sambal kacang dan cabai yang pedas.Setiap daerah di Indramayu memiliki makanan khas yakni rumbah, tetapi tentu sayuran dan sambalnya berbeda-beda. Mulai ada yang menggunakan daun semanggi, nangka muda yang direbus, dan sambal yang diberi petis. Tak hanya itu, ada juga yang menggunakan campuran kelapa untuk bumbunya.Tapi, jika Anda berkunjung di Warung Reang yang terletak di Karangsong Indramayu ada yang berbeda. Pasalnya, rumbah yang dijual di Warung Reang ini menggunakan sayuran bukan dari kangkung, kacang panjang, atau daun semanggi, melainkan menggunakan rebusan pohon mangrove. Bagaimana rasanya?

Ada Cerita Unik pada Beduk Tertua di Indramayu

.co.id – Beduk jadi salah satu alat tradisional yang biasa digunakan di Masjid atau Musala sebagai tanda datangnya waktu salat. Beduk terbuat dari kayu yang biasanya ditutupi dengan menggunakan kulit sapi, kulit kerbau atau kambing pada bagian sisinya.Semakin besar kayunya, maka semakin besar pula kulit yang digunakan. Salah satu keunikan dari beduk bisa kita temui di Masjid Benda, Kecamatan Karangampel, Indramayu. Beduk ini mungkin satu-satunya yang tertua dan hanya masih tersisa di Indramayu.Beduk ini diperkirakan berusia lebih dari 300 tahun, apabila disesuaikan dengan tahun yang tertulis di Masjidnya 112 H, atau sekitar tahun 1692 Masehi. Menurut cerita rakyat setempat, konon beduk tersebut tidak terlepas dari kisah kesaktian Sunan Welang, si pembuat beduk. 

Berwisata Ke Pantai Plentong Ujunggebang Sukra Indramayu

.co.id – Pariwisata Indramayu, rupanya saat ini sedang menggeliat dengan munculnya berbagai objek wisata baru. Mulai dari Pantai Karangsong, Tirtamaya, Balongan, Pantai Panjiwa Sumbermas, dan sekarang ada objek wisata baru yang belum banyak diketahui oleh wisatawan lokal, yaitu Pantai Plentong.Pantai Plentong sendiri terletak di Desa Ujunggebang, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu. Untuk masuk ke lokasi wisata ini, jika Anda dari arah Cirebon tinggal belok ke kanan saat berada di Pasar Sukra, sedangkan Anda yang dari arah Jakarta tinggal belok ke kiri saat berada di Pasar Sukra sebelum jembatan.Sebelum sampai ke Pantai Plentong, Anda akan melihat gapura besar bertuliskan ‘Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh’ dalam bahasa Arab, dan tulisan Ujunggebang di bawahnya. Masuk ke desa ini, Anda akan menikmati pemandangan desa yang bersih dan tertata rapih, walaupun jauh dari kota Indramayu. 

Dwapinz, Musik Tarling yang Berpadu dengan Pop

 – Tarling merupakan musik asli dari Indramayu yang diperkenalkan oleh Ki Sugra yang hingga kini masih tetap lestari. Walaupun tarling klasiknya sendiri sudah mulai ditinggalkan, dan berganti dengan musik tarling modern yang menggunakan berbagai alat musik campuran mengikuti perkembangan zaman.Lagu tarling sendiri masih tetap eksis dan bahkan bisa dibilang musisi Indramayu adalah musisi paling produktif se-Indonesia dalam mengeluarkan karyanya. Dalam satu tahun bahkan bisa mencapai ratusan judul lagu tarling.Untuk melestarikan lagu-lagu khas Indramayu tersebut, Dwapinz Band yang semua personilnya berasal dari Indramayu ini mengangkat kembali lagu-lagu tarling dalam genre musik bukan tarling klasik atau tarling modern tetapi musik pop. Lagu yang dimodifikasi ulang oleh Dwapinz Band adalah lagu Pihak Ketiga karya Almarhum Yoyo Suwaryo, musisi tarling legendaris dari Indramayu yang banyak mengeluarkan karya-karyanya yang selalu hits di zamannya. 

Sawah yang Lagi Hits Ini Ada di Indramayu, Penasaran?

 – Indramayu merupakan salah satu lumbung padi terbesar di Jawa Barat, dan juga menjadi salah satu kabupaten penyumbang beras terbesar di Indonesia. Berbagai varietas padi tumbuh subur di dataran rendah, yang rata-rata kurang dari 100 meter di atas permukaan laut ini.Ada banyak varietas yang ditanam petani di Indramayu, beberapa di antaranya ada yang menanam padi varietas IR, Inpari, Ciherang, Pandan Wangi atau padi lokal bernama Kebo. Tapi, beberapa tahun ini muncul varietas yang banyak mendapat perhatian warga yakni varietas Black Madras.Kini, padi varietas Black Madras milik Bapak Hasan ditanam di Blok Rong Desa Sekarmulya, Kecamatan Gabuswetan ini menjadi tempat berburu selfie dan wefie masyarakat sekitar. Jadi penasaran bukan, seperti apa?

Berwisata ke Rumah Pintar Mutiara Bangsa Indramayu

.co.id – Indramayu, kini memiliki objek wisata edukasi yang menarik. Adalah Rumah Pintar Mutiara Bangsa yang lokasinya berada di dekat Kolam Renang Bojong Sari atau lebih dikenal dengan objek wisata Dayung Bojong Sari.Objek wisata ini tentu sangat diminati terutama oleh anak-anak sekolah, dan juga orang dewasa karena akan menambah ilmu dan pengetahuan untuk para pengunjung. Untuk masuk ke objek wisata Rumah Pintar Mutiara Bangsa Indramayu ini, pengunjung hanya dikenai biaya sebesar Rp35 ribu saja.Tiket masuk ini sama rata untuk dewasa dan anak-anak, kecuali balita di bawah dua tahun gratis. Dan, tiket masuk ini berlaku untuk semua wahana termasuk ke bioskop 4 dimensi. Kamu penasaran?

Guru Seni Budaya Ini Bikin Murid Jadi Betah di Kelas

.co.id – Guru memang menjadi faktor utama keberhasilan belajar mengajar di kelas. Jika gurunya bisa mengkondisikan peserta didik di kelas maka suasana pembelajaran yang menyenangkan dan materi yang disampaikan bisa diserap dengan baik oleh peserta didik.Tapi, jika gurunya tidak bisa mengondisikan peserta didik dengan baik, maka suasana belajar mengajar bisa dipastikan tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan, seperti yang tertulis dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).Salah satu penyebab siswa bersemangat dalam belajar adalah faktor gurunya. Jika gurunya mempunyai pengetahuan yang luas, menguasai materi dan berpenampilan menarik berwajah tampan atau cantik, pasti peserta didiknya pun akan bersemangat dalam belajar.

Di Desa Ini Tak Boleh Menanam Labu Putih dan Ketan Hitam

 – Bagi masyarakat Indramayu, tentu pernah mendengar atau mungkin pernah mengunjungi Desa Penganjang yang terletak di Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Nama Penganjang bukan begitu saja ada, tetapi karena ada asal-usulnya. Berikut asal-usul desa Penganjang.Pada zaman dahulu kala, ada seorang pemuda yang mempunyai keinginan untuk menjadi seorang pengembara. Pemuda tersebut bernama Jaka Tarub. Jaka Tarub adalah seorang pemuda yang mempunyai perawakan tegap, ganteng, dan cerdas.Dan pengembaraan pun dilakukan oleh Jaka Tarub, dari waktu ke waktu dilakukan dengan penuh ketegangan dan ketabahan. Meskipun rintangan akan selalu ada dan harus dilalui. Jaka Tarub sendiri berasal dari Solo, dia sampai di Indramayu sebelum Pangeran Syarif Hidayatulloh menyebarkan agama Islam di Cirebon.

Fahmi Zein, Marbot yang Miliki Suara Mengagumkan

Setiap orang tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Setiap kelebihan pada diri seseorang, bisa muncul dari dirinya sendiri dan juga dari dorongan orang-orang terdekatnya. Begitu juga kelebihan atau potensi yang dimiliki oleh seorang marbot. Dia tentu memiliki suara yang mengagumkan.Dia adalah Fahmi Zainudin, seorang marbot dari Sukra Wetan, kecamatan Sukra, kabupaten Indramayu. Suaranya yang khas dan merdu tersebut kemudian dilirik oleh anak-anak Dwapinz band. Mereka melihat Fahmi Zein, panggilan akrabnya Fahmi Zainudin, lantaran memiliki suara yang merdu dan khas.Oleh karena itu, anak-anak Dwapinz menyarankan untuk membuat lagu religi. Riza Ginanjar, salah satu pentolan Dwapinz band mendukung dan mengembangkan bakat yang terpendam dari Fahmi Zein. Dia mengatakan bahwa, Fahmi Zein bukan hanya marbot, tapi juga seorang yang memiliki suara mengagumkan.

Andrie, Pelukis Tunarungu dengan Kemampuan Luar Biasa

Nama lengkapnya Wasandri, tapi rekan-rekannya lebih mengenal dia dengan sebutan Andrie Jenggo. Sebutan Jenggo karena dirinya sering memanjangkan rambutnya. Andri merupakan putra dari Bapak Nuryanto dan Ibu Saitem, di Desa Malangsari, Blok Temulawak, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu.Dia sebenarnya terlahir sempurna, cuma pada saat usianya 7 tahun dia mengalami sakit dan dibawa ke rumah sakit, tetapi setelah pulang dari rumah sakit dirinya tidak lagi bisa mendengar. Sudah berobat dan menggunakan alat bantu dengar pun tetap saja tidak bisa mendengar lagi.Awalnya dia bersekolah di sekolah dasar biasa tetapi setelah mengalami keterbatasan dalam pendengaran, akhirnya sekolah di SLB Gandasari Jatibarang. Tetapi dia hanya bertahan hingga kelas 3 SLB dan tidak lagi melanjutkan sekolah, karena ikut orangtuanya berjualan sayuran di Tangerang.

Egietha Pramadisti, Si Penari Topeng di Puncak Gunung Ciremai

Pertunjukan tari topeng di panggung atau pentas, mungkin sudah biasa dilakukan oleh para penari tapi kalau menari topeng di atas Puncak Gunung ini menjadi luar biasa. Apalagi yang melakukannya adalah seorang pelajar kelas 4 MI Madrasah Ibtidaiyah , atau setara dengan Sekolah Dasar ini baru luar biasa.Dia adalah Egietha Pramadisti 10 tahun putri dari Edi Supriyadi, yang sekolah di MI Darun Nahwi Singajaya Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu. Egietha melakukan tari topeng udeng khas Sanggar Tari Mimi Rasinah di atas puncak Gunung Ciremai, yang memiliki ketinggian 3.078 mpdl meter di atas permukaan laut .Egietha memang tidak sendirian, dia bersama ayahnya yakni Edi Supriyadi dan anggota Aktivis Lingkungan Alam Semesta, atau lebih dikenal dengan singkatan ALAS dari Kertasemaya yang sedang mengikuti pengukuhan Pencinta Alam dan pendakian ke Gunung Ciremai.

Rosidah, TKW Berprestasi di Luar Negeri dari Indramayu

Namanya mungkin belum banyak yang kenal, apalagi dia berada di luar negeri sebagai Tenaga Kerja Wanita di Hongkong. Tapi jangan disangka dia merupakan salah satu TKW berprestasi dari Indramayu yang bekerja di luar negeri.Dia adalah Rosidah, wanita kelahiran Indramayu 16 Desember 1991, anak dari bapak Musa dari Cirebon dan Ibunya Dariyah dari Indramayu. Saat usianya sembilan tahun dan adiknya berusia lima tahun, bapak sudah dipanggil Sang Pencipta. Pada saat itu dia masih duduk dibangku kelas 4 SD, dan ibunya memboyong dia dan adiknya ke Indramayu.Pada umur 16 tahun itu dia mulai mencintai dunia tulis menulis, waktu itu dia bekerja di Singapura. Namun, waktu itu dia belum mengenal tentang dunia dunia sastra dan sebagainya. Dia suka mengarang cerita, bahkan perjalanan hidup dia pun dia tulis dalam sebuah diary. Dia pun tidak paham apa itu sosial media, baru menggunakan facebook pada tahun 2011 itu pun saat dia bekerja di Hong kong dan masih bingung menggunakannya.

Salut Melihat Persaudaraan Orang Indramayu di Negara Lain

Saat ini ribuan warga Indramayu bekerja di luar negeri, seperti Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Malaysia, dan beberapa negara lainnya. Mereka bekerja di berbagai sektor, dari manufacturing, perkebunan, otomotif, dan lain sebagainya.Tidak hanya itu, banyak juga mereka yang bekerja di sektor non formal, termasuk menjadi asisten rumah tangga, mengurus balita, dan orang jompo. Tetapi mereka dianggap sebagai pahlawan devisa, karena setiap bulannya mengirim miliaran bahkan triliunan rupiah dari berbagai negara ke Indonesia termasuk ke Indramayu.Tetapi yang membanggakan adalah persatuan dan persaudaraan orang Indramayu di negara lain begitu kuat dan kokoh. Buktinya adalah dengan banyaknya perkumpulan-perkumpulan masyarakat Indramayu di luar negeri, membuat berbagai kegiatan termasuk tenaga kerja yang tinggal di Korea Selatan.

Miris, Gua Zaman Jepang di Indramayu Kini Jadi Puing

Indramayu memiliki banyak sejarah yang masih belum terungkap seluruhnya. Sejarah tersebut dari mulai asal-usul Indramayu yang masih belum sepakat antara sejarawan, budayawan, pemerintah dan masyarakat umum.Selain itu, masih banyak sejarah Indramayu yang belum terungkap angka pastinya kapan penyebaran agama Islam di Indramayu. Indramayu menjadi tempat pelabuhan terbesar saat masa penjajahan Belanda, hingga keberadaan berbagai etnis ada di Indramayu seperti Arab dan China.Banyak yang mengira Indramayu tidak memiliki bukti-bukti keberadaan penjajahan Belanda di Indramayu. Padahal beberapa bukti membuktikan bahwa Belanda pernah menginjakkan kakinya di tanah Wiralodra.

Mengungkap Misteri Makam Jaka Dolog dengan Panjang 10 Meter

Banyak masyarakat Indramayu dan sekitarnya yang belum mengetahui, bahwa di Indramayu ternyata ada makam yang panjangnya sekitar 10 meter. Makam yang oleh masyarakat sekitar diberi nama Makam Jaka Dolog ini, memiliki panjang yang tidak sewajarnya.Untuk mencapai lokasi makam Jaka Dolog yang terletak di Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, ini Anda harus melewati jalanan sempit yang hanya bisa dilalui dengan menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki dari Jalan Pabean Udik, atau juga bisa masuk dari Jembatan Karangsong melewati empang ikan.Makam Jaka Dolog yang terletak di tengah sawah ini ramai dikunjungi pada saat malam Jumat Kliwon, Hari Besar Islam, dan pada saat ada tradisi Unjungan atau Ngunjung. Ribuan orang yang berasal dari daerah sekitar dan juga dari daerah lain mendatangi makam terpanjang di Indramayu ini.

10 Hal Menarik dari Majasari Desa Terbaik Indonesia 2016

Manajemen atau pengelolaan dari suatu desa oleh seorang kepala desa agar desanya lebih maju dan masyarakatnya sejahtera, tentu menjadi tujuan banyak dari kepala desa di Indonesia.Berbagai cara dilakukan oleh kepala desa beserta apartur desa dan warganya untuk bisa menciptakan desa yang sehat, tertib, aman, dan sejahtera. Hal tersebut dilakukan oleh Kuwu Kepala Desa Desa Majasari Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu yakni Wartono, S.Pd, M.Si dalam mengelola desanya.Tak heran, desanya mendapatkan prestasi yang membanggakan yakni sebagai Juara 1 Lomba Desa tingkat Nasional tahun 2016. Di masa jabatannya yang kedua ini, Kepala Desa Majasari ini meraih berbagai penghargaan dari Juara 1 Lomba Desa tingkat Kabupaten, Juara 1 Lomba Desa Tingkat Provinsi Jawa Barat hingga Juara 1 Lomba Desa Tingkat Nasional tahun 2016.

Pantai Tirtamaya Indramayu yang Menggoda

Kalau Anda sedang jalan-jalan melewati Pantai Utara Indramayu, cobalah untuk singgah sejenak ke Pantai Tirtamaya, Indramayu. Pantai yang berjarak kurang lebih dua ratus meter dari Jalan Indramayu-Cirebon melalui Balongan ini.Pantai Tirtamaya yang terletak di Desa Juntinyuat, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu ini, memiliki pantai yang landai sehingga sangat cocok bagi Anda beserta keluarga yang ingin menikmati deburan ombak laut atau berjalan di tepi pantai.Di pantai ini Anda juga bisa menggelar tikar, duduk atau makan bersama keluarga atau orang-orang tercinta sambil menikmati es kelapa muda yang banyak dijual di sekitar pantai. Rimbunnya pepohonan di bagian sebelah barat pintu masuk, cukup rindang untuk para pengunjung.

Agrimania, Mangga Termahal di Indonesia

Indramayu sudah terkenal dengan sebutan sebagai kota mangga. Mangga yang terkenal adalah mangga harum manis dan cengkir. Tetapi hampir setiap saat di pinggir pantura dari Lohbener hingga Kertasemaya banyak berjejer penjual mangga dengan jenis gedong gincu yang sebenarnya tidak hanya berasal dari Indramayu tetapi ada juga dari daerah lain.Tetapi sebenarnya ada mangga unggulan lain dari Indramayu yang banyak diburu oleh para perusahaan-perusahaan besar, pemilik perkebunan atau pencinta buah-buahan di Indonesia. Nama buah mangga ini adalah mangga Agrimania.Mangga Agrimania mirip mangga gedong gincu dengan warna ke merah-merahan. Kalau sudah matang, rasanya manis legit. Tetapi yang menarik adalah buahnya yang besar, rata-rata per buah kalau ditimbang bisa lebih dari 1 kg. Mangga Agrimania ini dijual dengan harga Rp.100.000 hingga Rp.150.000 per kilo. Maka tidak heran mangga ini menjadi jenis mangga termahal di Indonesia. Baca Selengkapnya...

Semaraknya Nadran Karangsong 2016

Salah satu agenda wisata di Indramayu adalah acara Nadran yang diadakan di Karangsong. Tahun 2016 acara ini kembali digelar oleh KPL Koperasi Perikanan Laut Mina Sumitra Karangsong.Mereka menyempatkan waktu untuk tidak melaut selama lebaran dan dua minggu setelah lebaran, selain untuk bersilaturahmi, juga memperbaiki kapal, jaring dan perlengkapan lainnya serta menggelar pesta rakyat yang diberi nama Nadran.Kegiatan Nadran Karangsong ini bisa dibilang pesta paling meriah di antara beberapa tempat di Indramayu. Ini bisa dipahami, karena di Karangsong memiliki sekitar 400 juragan kapal, 12.000 ABK Anak Buak Kapal , dan para nelayan yang berjumlah ribuan orang.

Lihat Video Ini, Anda Pasti Ingin Datang ke Indramayu

Indramayu merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat yang memiliki tempat-tempat wisata yang menarik. Salah satu ikon wisata menarik di Indramayu adalah Wisata Taman Cimanuk. Taman yang berada di Bantaran Sungai Cimanuk ini memiliki pemandangan yang indah dan menawan, dan banyak dijadikan objek fotografi baik oleh warga Indramayu maupun dari luar Indramayu.Menariknya lagi di dekat jembatan Kreteg atau Jembatang Cimanuk ini, di sepanjang bantaran sungai Cimanuk terdapat beberapa tempat makan dan minum yang menyediakan makanan dan minuman tradisional dan internasional.Selain itu, terdapat pula tempat atraksi seni dan budaya, pusat penjualan oleh-oleh khas Indramayu, tempat membatik, dan lain sebagainya. Di seberang bantaran Sungai Cimanuk ada jalan Siliwangi yang tampak terlihat beberapa bangunan bersejarah, seperti kantor pos Indramayu, Tempat Penggilangan Beras tempo dulu, sekarang Galeri Empat Belas, Kafe Ide yang menyimpan benda-benda kuno dan lain sebagainya.

2 Pemuda Asal Indramayu Ini Sukses Dirikan Start-Up Edupreneur

Lagi pemuda-pemuda asal dari Indramayu ini, bisa menjadi motivasi dan inspirasi anak-anak muda di Indramayu khususnya dan di Indonesia. Dia adalah Ade Suyitno atau biasa dipanggil Adeino asal Wirapanjunan Kandanghaur, dan Mahri Prayitno asal Losarang.Kedua pemuda ini sukses mendirikan start-up dalam bidang Edupreneur, bersama rekannya Gagan dari Bandung. Ketiga pemuda ini sukses mendirikan start-up bernama EnglishForall.id. Start-up ini merupakan platform belajar secara online, untuk persiapan tes IELTS dan TOEFL melalui video, latihan secara online dan tanya jawab.Program EnglishForall.id ini bisa digunakan secara cuma-cuma dan terbuka untuk umum bagi siapapun, dimanapun dan kapan pun. Saat ini anggotanya menurut Adeino sudah ada 20 ribu pengguna aktif sejak diperkenalkan 3 bulan yang lalu. Tidak hanya dari kota tempat mereka menyusun start-up yakni Bandung, tetapi dari seluruh Indonesia bahkan dunia.

Ragam Tradisi Tempo Dulu yang Masih Lestari di Indramayu

Adat istiadat, tradisi atau kebiasaan masyarakat sejak dulu hingga sekarang ada yang masih lestari, ada juga yang sudah punah. Begitu juga dengan tradisi-tradisi yang ada di Indramayu.Sebagian sudah punah, tetapi ada juga yang masih tetap bertahan hingga kini. Dari sekian banyak tradisi yang sering dilakukan oleh leluhur kita dulu, sampai sekarang masih ada yang tetap terjaga dan dilestarikan.Ada yang masih sejalan dengan maksud dan tujuan leluhur kita dulu, ada pula yang sudah melenceng jauh. Dan berikut ini terdapat tradisi-tradisi tempo dulu yang masih lestari di Indramayu. Kira-kira, apa saja ya?