Popular articles, quotes and videos. Content created and submitted by Kancyl users is dedicated to public domain.

www.bairuindra.com

Blog bairuindra.com salah satu blog yang dikelola oleh Bai Ruindra. Blog ini menyajikan informasi mengenai budaya, wisata, hiburan, teknologi kisah inspiratif dan humor.

Kisah Guru Komputer Ajarkan Siswa Dapat Uang dari Blog

 – Tiap kali, saya berujar, “Jika pintu lab terbuka, langsung masuk saja!” namun berkali-kali pula saya diabaikan oleh siswa sendiri. Tiap pagi, saya terbirit-birit mengejar mereka ke kelas, ke kantin, bahkan ke parkiran sepeda motor, “Ayo masuk ke kelas!” dan seribu alasan mereka “Belum makan,” atau mungkin, “Belum datang.”Saya teramat terbiasa dengan deadline sehingga mengabaikan yang selalu excuse terhadap apapun. Sebut saya suatu ketika, “Waktu itu kita yang kejar, di antara seratus cuma seorang saja yang selalu terlambat, maka saya buang keterlambatan itu!”Dinamika, berbagai alasan, demikianlah keadaan di sekolah, tidak hanya di sini, tetapi di mana-mana saya yakin akan serupa. Mungkin di sekolah engkau yang hebat, pintu pagar langsung ditutup pukul delapan. Namun, di sekolah kami di rimba ‘belantara’ pintu pagar terbuka dari pagi sampai pulang sekolah.

Kisah Guru Komputer Ajarkan Siswa Dapat Uang dari Blog

 – Tiap kali, saya berujar, “Jika pintu lab terbuka, langsung masuk saja!” namun berkali-kali pula saya diabaikan oleh siswa sendiri. Tiap pagi, saya terbirit-birit mengejar mereka ke kelas, ke kantin, bahkan ke parkiran sepeda motor, “Ayo masuk ke kelas!” dan seribu alasan mereka “Belum makan,” atau mungkin, “Belum datang.”Saya teramat terbiasa dengan deadline sehingga mengabaikan yang selalu excuse terhadap apapun. Sebut saya suatu ketika, “Waktu itu kita yang kejar, di antara seratus cuma seorang saja yang selalu terlambat, maka saya buang keterlambatan itu!”Dinamika, berbagai alasan, demikianlah keadaan di sekolah, tidak hanya di sini, tetapi di mana-mana saya yakin akan serupa. Mungkin di sekolah engkau yang hebat, pintu pagar langsung ditutup pukul delapan. Namun, di sekolah kami di rimba ‘belantara’ pintu pagar terbuka dari pagi sampai pulang sekolah.

"Kamu Tidak Berkualitas" Sebut Honorer Tak Akan Jadi PNS

 – Sepeda dikayuh. Hati berlari. Gemuruh di dada tak pernah lekang menjadi semangat agar hidup lebih berbunga. Demikian adanya, terus menjadi ketakutan akan masa depan.Orang menyebut, masa depan, masa depan, masa depan, namun apakah itu? Bukankah hari ini dilalui saja lalu besok juga demikian? Masa depan mana lagi yang mesti dimesrakan menjadi guyonan senja hari?Tatkala teriakan di sudut kelas ‘membentak’ seseorang di depan kelas, semua terabaikan begitu saja. Tatkala suara nyaring di luar perkarangan sekolah menyebut hukum berkeluyuran dalam teori, maka seseorang yang masih berdiri di depan kelas sama sekali bungkam akan banyak hal.

Kelebihan ZenFone Max Pro M1, Keren dan Gahar

 – Kecewa tidak berhasil mendapatkan Redmi Note 5? Jangan terlarut dalam kekecewaan, karena selama itu pula kamu tidak dapat move on daripada kejengkelan itu. Redmi Note 5 yang dijual secara flash sale memang menarik dan membuat banyak orang berpaling kepadanya.Namun, kamu yang belum berhasil mendapatkannya, masih ada kesempatan untuk meminang smartphone yang lebih kencang, gahar, tahan lama, dan pastinya lebih keren dari itu. Apalagi kalau bukan ZenFone Max Pro M1. Kenapa kamu tidak boleh berkecil hati?Karena ASUS memberikan terobosan yang luar biasa berbeda dalam memoles ZenFone Max Pro M1. Tidak seperti biasanya, kali ini ASUS menghadang pasar dengan harga yang relatif murah, namun tidak boleh dikucilkan ketahanan dan ketangguhannya. 

Sebelum 40, Guru Blogger Inspiratif Telah Saya Genggam

 – Inspirasi datang dari mana saja. Saya pikir, memulai sesuatu yang digemari adalah hal yang wajar selama masih berada di batas kemampuan. Saat melihat anak-anak antusias mendengar cerita di kelas yang sesekali ribut, saat itu pula cerita saya menjadi lebih bernyawa.Begitu mereka bertanya tentang makna tersembunyi dari perkataan tersurat, saya dengan bangga menjelaskannya. Maka, di sinilah kedudukan saya sebagai seorang guru dan blogger. Dua profesi yang menghadirkan kesejukan dan rasa lelah tak terperi.Namun, saya merasa nyaman dengan kondisi yang memungkinkan cerita-cerita lain hadir dengan sendirinya. Meskipun saya tidak selalu bercerita tentang siswa yang ribut di dalam kelas, siswa yang suka mengganggu teman belajar, siswa yang sulit menerima pelajaran maupun siswa yang disebut bandel, saya tetap bercerita karena itulah jiwa yang membuat saya ada dalam dunia blogging.

Suara Cantik di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta

.co.id – Bagi seorang traveler, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, atau bandara lain, adalah tempat istirahat dari segala lelah. Langkah yang diayun, langsung lega seketika dalam ruangan dingin ini dengan berbagai keindahan yang ada.Di Terminal 3 Ultimate, Pesona Indonesia, meliuk-liuk di segala sisi. Terminal maskapai ekslusif ini memang dibangun dengan cita rasa Indonesia, sehingga pelancong bisa menikmati pemandangan meski dari lukisan atau gambar ukuran besar.Meski sudah beberapa kali saya singgah di Terminal 3, saya tetap saja terpesona dalam diam. Traveler yang berjalan sendirian, bisa membunuh rindu bertalu-talu kepada rumah yang masih jauh di mata. Rindu saya kepada rumah dalam 3 jam perjalanan udara, seakan benar terlewati saat melihat keindahan demi keindahan di terminal ini.

Segenggam Rupiah untuk ‘Jajan’ Anak Negeri

 – Pagi itu, matahari menukik dengan cepat. Siswa-siswi yang terlambat tampak berlari menuju kelas masing-masing. Mereka menarik ransel lebih kencang dalam langkah tertatih, agar tidak ada buku berserak dari resleting yang mungkin saja terbuka.Wajah pias tentu terlihat jelas. Siap-siap berdiri di halaman sekolah dengan tiang bendera sebagai ‘pemanggang’. Celingak-celinguk mereka yang terlambat, ke segala arah. Mereka mencari di mana posisi kepala sekolah yang biasanya bersembunyi di sudut tak terduga.Diam-diam. Mengendap-endap, siswa-siswi dan kepala sekolah saling kejar dalam ketidaktahuan. Sampai akhirnya, kena! “Kamu terlambat!?” Berhadap-hadapan dengan kepala sekolah di depan pintu kelas adalah nahas yang tiada ujung. Satu langkah lagi, ia hampir saja mengucapkan salam kepada guru yang sedang menerangkan pelajaran.

ASUS VivoBook S S510, Mewah dan Berkelas

.co.id – Saat ini, notebook tidak lagi sebatas perangkat pendukung aktivitas dan ‘melahirkan’ karya-karya spektakuler. Notebook juga digunakan sebagai pendukung gaya hidup, apakah untuk kebutuhan hiburan seperti menonton film dan drama, bermain game, aktivitas internet tanpa batas, maupun pekerjaan lain yang dilakukan di luar ruangan.Kebutuhan notebook tak hanya terbatas bagi mereka yang bekerja seharian di kantor, tetapi juga untuk mereka yang sering berinteraksi dengan alam bebas. Notebook tak sekadar enak dipakai saja tetapi harus mendukung kebutuhan sesuai keinginan-keinginan dari pengguna. Kebutuhan ini mengacu kepada aktivitas sehari-hari di mana sangat dekat dengan pengguna itu sendiri.Maka, pengguna yang kemudian layak memilih notebook mana yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat menciptakan aroma yang lebih terhadap aktivitasnya. Desain dan spesifikasi notebook melatari keinginan seorang pengguna untuk ‘meminangnya’.

Remaja dan Realita yang Terabaikan dalam 'My Generation'

 – “Aku maunya begini, aku maunya begitu, aku mau ini, aku mau itu, aku nggak bisa ini, aku nggak bisa itu.” Gejolak dan pemberontakan adalah perangai masa remaja yang semua dilakoni secara naluriah. Mengapa hal ini terjadi? Karena masa-masa ini adalah waktu di mana mencari jati diri yang belum terkuak dengan terang.Perhatian yang berlebihan bisa menjadi pemberontakan, apalagi sama sekali tidak merasakan perhatian dari orang-orang terdekat, terutama orangtua. Maka, komunikasi yang paling dibutuhkan oleh remaja adalah kebijaksanaan orangtua dan pola asuh yang mengarahkan ke sisi positif dalam jiwa muda mereka.Masa remaja yang sulit, di mana selalu ingin menang sendiri telah terukir dalam berbagai sisi kehidupan. Begitu juga dengan film. Soal masalah remaja ini begitu menyayat hati saat difilmkan. Tetapi, kebanyakan film dengan tema remaja selalu menyuguhkan isu percintaan dan percintaan lagi. Bahkan, belakangan film remaja cinta-cintaan ini sedang naik daun dengan syuting di luar negeri.

Aroma Kemenyan dan Sujud Doa di Tengah Kemewahan Bangkok

 – Seperempat waktu, mungkin kurang lagi dari itu, pernah saya lewatkan di tengah gemerlap, Bangkok, Thailand. Saya pikir, awal yang manis di pembukaan tahun 2017 setelah pertengahan 2014, passport tersimpan dengan ‘merana’ di dalam lemari pakaian.Usai galau yang panjang, kekhawatiran yang merebak, saya tiba di Bangkok dengan tarikan napas berat. Negeri Gajah Putih yang khas, kental dengan aroma ‘kemenyan’ dan ‘gajah’ di mana-mana. Lihat itu, saya seolah terdampar ke bawah langit Bali, yang seolah mendung tetapi terik mendidih isi kepala.Dua aroma yang sama, kekhusyukan dalam ‘beribadah’ sesuai kepercayaan yang dianut. Jika Bali bersahaja dengan Brahmana. Maka, Bangkok adalah miliknya Siddhartha Gautama dengan patungnya hampir di tiap sudut kota. Hindu dan Buddha. Dua keyakinan yang berbeda dengan saya.

Rok Terbelah Pramugari Berjilbab di Langit Aceh

 – Jarak tempuh Banda Aceh ke Jakarta lebih kurang tiga jam perjalanan udara. Aku terlalu sibuk seorang diri tanpa perhatian kepada si mbak yang sesekali menengok ke bawah kursi, dan juga sesekali membantu penumpang lain memasukkan bawaan mereka ke kompartemen di atas kepala kami.Deru mesin yang tiba-tiba mengentak, pertanda bahwa persiapan telah usai dan pesawat terbang itu segera lepas landas. Cukup sering aku menikmati suara pramugari – entah yang mana – di balik microfon juga entah di mana.Tidak terlalu sering aku menikmati lalu lintas pramugari cantik itu, di lorong kursi tempatku duduk dan penumpang lain. Kuakui bahwa, pramugari cantik ini membelah rok mereka di bagian tengah. Saat mereka berjalan, terlihat mulusnya kaki jenjang itu. Lengan baju yang sebatas siku seolah tidak dingin di dalam pesawat yang terbang di atas 30 ribu kaki.

Gadget Bagi Siswa SD adalah Teman Sehati

.co.id – Sejujurnya, saya sangat peka terhadap penggunaan gadget bagi anak-anak. Bahkan, bisa disebut saya sangat cerewet terhadap penggunaan perangkat elektronik tersebut secara berlebihan.Saat anak-anak yang lain dibiarkan oleh orangtuanya untuk terlibat aktif di depan smartphone atau komputer tablet, dengan penetrasi jaringan internet kencang, saya lebih memilih menonaktifkan data seluler atau mengaktifkan mode airplane.Saat ini anak-anak tidak pernah bisa dipisahkan dari gadget, terutama komputer tablet yang dijual lebih murah. Orangtua pun dengan senang hati membeli komputer tablet ini karena kebutuhan gaya hidup, ikut perkembangan lingkungan, dan juga kerewelan anaknya setiap pulang sekolah.

Guru Gamer, Kenapa Tidak?

.co.id – Banyak cara untuk tergiur dengan game. Bukan faktor keberuntungan seperti filosofi hidup yang selalu digaungkan oleh mereka yang paling bahagia di dunia. Dunia game yang gemerlap hadir di sisi lain hati seseorang karena ingin mendapatkan hiburan, ingin mendapatkan tantangan, bahkan penasaran terhadap trik demi trik si pencinta game dalam tubuh tokoh yang dimainkan.Banyak pula pilihan game yang bisa dipilih menjadi alternatif bagi siapa yang baru memulai atau sudah profesional di dunia gaming. Mereka yang mendapat jatah amatir akan bersenandung dengan game kelas ‘teri’ atau merenggut anak bawang di game kelas atas yang selalu kena peluru atau sasaran kibasan pedang lawan.Mereka yang bergelar gamer profesional telah malang melintang di dunia persilatan untuk mendapatkan pundi-pundi sampai miliran rupiah. Saya pernah berujar, bahkan selalu berujar pada tiap kesempatan, kepada siswa dan siswi di sekolah, “Jika kalian ingin jadi bandit, jadilah bandit yang sebenarnya jangan setengah-setangah!” atau “Jika kalian ingin jadi gamer, jadilah pemain ulung jangan setengah jadi!”

Guru Blogger yang Tak Enggan Selfie dengan Siswa

 – Selfie memang bukan sebuah pembelajaran dalam kurikulum manapun. Namun, tahukah Anda, selain mata pelajaran, terdapat nilai etika yang tersirat maupun tersurat. Saya percaya kepada guru yang memukul siswa karena siswa wajib mendapatkannya, karena salah.Saya tahu posisi siswa yang gemar ‘bersenang-senang’ maka selfie menjadi ‘kedekatan’ saya dengan mereka. Tiba suatu saat, mereka akan bertanya tentang cita-cita, masa depan, maupun bagaimana mewarnai hidup agar selalu ‘tersenyum’ sepanjang waktu.Pasti terjadi, mereka tidak akan bertanya kepada guru yang enggan bersuka-cita dengan mereka. Maka, saya bersenang hati berbagi kisah, pengalaman sebagai orang ‘lebih tua’ dan juga mengarahkan ke mana tujuan dari hidup mereka, soal kuliah dan jurusan yang tepat. Saya kerap bertanya, apakah siswa membutuhkan kedekatan ini?

Harbolnas Tiba, Simak Cara Pembayaran yang Tepat

 – Akses informasi yang mudah dengan segala jaringan yang ada di dekat kita menjadikan kehidupan seolah kian mudah saja. Teknologi juga banyak berperan untuk memberikan segala kemudahan itu.Tak heran jika kini belanja online menjadi pilihan untuk banyak orang karena memang bisa dibilang lebih mudah dan efektif. Jika Anda para penggemar belanja online, maka pasti sudah sangat paham dengan Harbolnas di mana merupakan hari perayaan untuk merayakan belanja online secara nasional.Promo Harbolnas pun tidak tanggung-tanggung karena banyak sekali diskon dan promo menarik yang tersedia. Untuk Harbolnas tahun ini, diskon dan promonya akan kian heboh dengan banyak sekali toko online dan situs belanja online yang turut berpartisipasi. Untuk bisa kian nyaman dalam berbelanja dan memanfaatkan diskon, maka ada baiknya jika Anda memilih metode pembayaran yang aman juga.

Jakarta Suatu Ketika dalam Kemewahan dan Imajinasi Pinggir Kali

 – Ibu Kota itu gemerlap. Ibu Kota bernama Jakarta itu penuh bintang; di langit lalu masuk ke atmosfer Bumi dengan tarikan gaya gravitasi tiada ampun. Bintang di Jakarta begitu indah bagaimana pun definisi untuk menjabarkannya.Tiada yang peduli bintang itu jatuh ke pinggir kali, tiada pula yang akan mengiba pada waktu agar dapat memeluk bintang. Karena semua itu, berjalan dengan cepat, dalam sekejap, dalam periode yang mengibas kelambanan dalam meraih mimpi-mimpi.Kupikir, dulu sekali, Jakarta itu kayak di televisi. Manis dalam kemasan. Licin bermarmer. Harum bagai kasturi. Kupikir sekali lagi, Jakarta itu tak ada susahnya sama sekali. Persepsi yang membawa pikiran itu adalah orang-orang ‘hebat’ tinggal di Jakarta.

Siapa yang Baca Tulisan Ini?

 – Galaunya seorang calon penulis adalah ketika muncul pertanyaan, “Siapa yang baca tulisan ini?” Kata-kata yang terburai begitu saja seolah menjadi mubazir. Tak tersentuh. Tak bermuara. Tak ada suka. Tak ada pula duka. Dan tak bernyawa. Larut begitu saja. Lantas, tenggelam dalam kesendirian bagai burung pipit yang tak laku sampai usia senja.Namun, ‘tugas’ seorang penulis adalah menulis. Jika tidak dimulai, tiada pula peperangan yang semestinya diakhiri. Satu titik saja jika benar bersenyawa dengan napas yang terputus-putus, maka ia akan memberi manfaat. Tulisan ini siapa yang baca? Tulisan ini siapa yang nilai? Tulisan ini siapa yang butuh? Tulisan ini untuk apa? Tulisan ini bagus tidaknya? Tulisan ini begini? Tulisan ini begitu?Maka, sampai lelah hari berganti seolah terhenti, tak ada pula satu kata terukir di halaman putih berseri. Kesenjangan ini sebenarnya selalu menghampiri siapa saja yang ingin menulis, selain kemauan menulis itu sendiri. Calon penulis terlalu berambisi, barangkali mendapatkan ribuan sampai jutaan pembaca dalam waktu sekejap.

A Taxi Driver: Film 'Sederhana' dengan Banyak Penghargaan

 – Dibuka dengan sedikit aksi ‘curang’, A Taxi Driver mengalir menjadi film yang tak ingin ditinggal begitu saja. Begitulah pelaku dunia hiburan Korea Selatan, seolah tak ingin bermanja dengan satu tema sehingga film yang dilahirkan sangat beragam.Song Kang Ho yang biasanya tidak menarik jika selama ini kita hanya terbuai dengan tokoh utama drama Korea Selatan, berbeda ketika ia berperan sebagai Kim Man Seob, sopir taksi yang mengalami krisis keuangan panjang setelah istrinya meninggal, menjadikan sosoknya sebagai tokoh penting dalam kesuksesan film ini.Sopir taksi yang selalu sepi penumpang ini harus membiayai hidupnya dan juga anak perempuannya berusia 11 tahun yang selalu ditinggal sendiri di rumah kontrakan, dengan pemilik rumah semena-mena terhadapnya.

Dua Turis dan Kebodohan dalam Bahasa ‘China’

 – Saat itu, menerima e-mail dengan titah ‘undangan’ traveling menjadi idaman, berbunga meski hanya membaca subjek surat elektronik itu saja. Semula, saya memang tidak berharap banyak – bahwa – dengan menulis dapat menelusuri senja di langit negeri mereka yang jauhnya tak bisa saya jabarkan.Hanya waktu yang terus, menggebu, membingkai kenangan, dalam kubangan keelokan hari, meski panas atau gerimis menerpa sayap pesawat terbang yang saya tumpangi.Begitu rasa menggiba pada kasih sayang di ruang tunggu, terminal keberangkatan, di bandar udara, tiap itu saya berharap bahwa waktu segera berlalu. Saya sering termangu, menatap mereka yang lebih dulu mengejar pintu pesawat yang nyaris ditutup pramugari cantik, dalam bingkai senyuman semanis permen yang mereka sodorkan – kadang ada kadang tiada.

Ketika Guru Dilempar Batu oleh Siswa

.co.id – Barangkali, terlalu banyak kasus guru dilaporkan oleh siswa, terutama orangtua siswa, atas tindak bully atau kekerasan fisik lainnya. Namun, belum ada guru yang melapor balik atas tindakan-tindakan yang sebenarnya telah dialamatkan kepada guru oleh siswanya.Pandangan terhadap pendapat guru selalu benar masih mengawangi jati diri siswa. Terlepas dari itu, guru melampiaskan rasa lelah, kasih sayang dalam berbagai bentuk, sampai mengakali persoalan agar siswa mengubah haluan hidup menjadi lebih baik.Guru tidak hanya terpaku pada nilai-nilai di atas kertas tertulis. Guru melakukan berbagai cara saat siswa mampu ini dan itu. Di mata siswa, guru selalu salah apabila menegur mereka yang gaduh di dalam kelas, mereka yang pura-pura tidur saat jam pelajaran, mereka yang berburu kasih sayang dengan mengacau pembelajaran berlangsung, mereka yang tidak mencatat padahal sudah pasti tidak mampu menghafal selembar catatan dalam 10 menit ke depan, mereka yang ingin cepat keluar karena lapangan voli menanti dengan bola menari-nari sendiri, dan berbagai alasan lain sehingga menjadi satu kesatuan yang sulit dijabarkan.

Kuil Erawan, Aroma Kemenyan dan Sujud Doa di Bangkok

 – Beberapa tahun lalu, saya pernah singgah di tengah gemerlap, Bangkok, Thailand. Saat itu saya pikir, ini akan menjadi awal yang manis di awal tahun 2017. Setelah pertengahan 2014 lalu, passport saya sempat tersimpan di dalam lemari pakaian.Usai galau yang panjang, kekhawatiran yang merebak, saya pun akhirnya tiba di Bangkok dengan tarikan napas yang berat. Negeri Gajah Putih yang khas ini begitu kental dengan aroma ‘kemenyan’ dan ‘gajah’ di mana-mana. Lihat saja, saya seolah terdampar ke bawah langit Bali yang seolah mendung tetapi terik mendidih isi kepala.Dua aroma yang sama, kekhusyukan dalam ‘beribadah’ sesuai kepercayaan yang dianut. Jika Bali bersahaja dengan Brahmana. Maka, Bangkok adalah miliknya Siddhartha Gautama dengan patungnya yang hampir selalu ada di setiap sudut kotanya.

"Guru Honor, Mereka yang Bodoh Tidak Beruntung"

.co.id – Begitu sebut pria setengah baya yang tidak kuketahui namanya. Aku diam dalam alunan lagu-lagu dangdut Aceh di perjalanan pulang dari Banda Aceh. Ingin sekali aku hantam mulut pria itu dengan pedang tertajam abad ini.Namun, aku tidak mampu berkata banyak. Aku juga tidak menaikkan ke permukaan bahwa diriku juga seorang guru honorer. Nanti, aku akan semakin terhina di matanya, aku akan disebut ‘mereka’ yang bodoh dan tidak beruntung, tidak seberuntung dirinya yang telah mengabdi puluhan tahun sebagai pegawai negeri sipil. Dan aku, tidak meratapi nasib karena ocehan rendahan dari dirinya yang menua dan berpendidikan tinggi.Bagiku, dia hanya bergurau atas dasar kebodohan dirinya sendiri yang belum kesampaian. Tak sengaja, obrolan pria setengah baya itu dengan temannya yang lama tak bertemu. Asap rokok mengepul ke seluruh mobil yang kami kendarai. 

Negeri Patung dengan Pancuran Dupa Itu Bernama Bali

 – Nusa Dua, Bali, pada sepenggalah janji matahari, mengintip dari balik jeruji, ternama daun kelapa yang meliuk-liuk dihempas angin. Desiran melodi membawa keringat lebih deras, menyusuri jalan setapak Nusa Dua yang benar-benar segar di pagi hari.Tahukah engkau? Bahwa ini, sedang tidak dalam Hari Raya Nyepi, waktu akhir tahun 2016, aku singgah di sana. Kenangan setahun lalu, tetapi begitulah pancaran menyalak dari mata sendu, merayu dari teduhnya sapaan dan berhati-hati dalam balik menyapa suara lembut bagai persolen.Begitulah Bali, terkisah dengan sempurna dalam mahakarya siapa saja; audio maupun visual. Jenaka muncul dari Elizabeth Gilbert dalam Eat, Pray, Love yang diperankan dengan apik oleh artis kenamaan, Julia Roberts. Mungkin juga ilustrasi romantis lain dari Dee Lestari, dalam mengemas Kugi di novel Perahu Kertas.