Popular articles, quotes and videos. Content created and submitted by Kancyl users is dedicated to public domain.

Antara Buku dan Smartphone, Mana yang Lebih Penting?

.co.id – Coba perhatikan di sekitar kita, baik itu di ruang istirahat, di angkutan umum, di tempat antrean, sampai di halte-halte bus, orang-orang yang sibuk dalam kesehariannya lebih senang memegang smartphone dibandingkan sebuah buku.Bahkan siswa maupun mahasiswa, yang notabenenya seorang pelajar, juga tidak akrab dengan buku di tangannya. Mereka lebih senang tertawa cekikikan saling berbalas chatting dan mention, daripada menggunakan waktu untuk menambah wawasan dan kecerdasan.Tentunya Anda sendiri sudah paham betul gunanya membaca buku. Membaca juga cukup baik dari smarthpone. Namun sayang sekali, handpone pintar tersebut lebih sering digunakan bukan untuk lebih mencerdaskan diri kita lagi.

Biar Makin Cantik, Empat Eyeliner Ini Wajib Kamu Punya

 – Eyeliner menjadi salah satu perangkat makeup yang penting. Bila kamu menyukai makeup, maka kamu pasti memiliki koleksi eyeliner meskipun hanya satu atau dua. Penggunaan eyeliner yang tepat dapat membuat tampilan kita cantik. Selain itu, eyeliner bisa mempercantik bahkan mengoreksi bentuk mata dengan teknik yang baik tentunya.Jenis eyeliner bermacam-macam sesuai dengan cara dan tujuan pemakaiannya. Berikut ini ada beberapa jenis eyeliner yang harus kamu miliki untuk mempercantik mata.Pensil eyeliner. Ini adalah eyeliner berbentuk pensil yang menjadi must have beauty item hampir semua pecinta makeup. Mulai dari pemula maupun yang sudah profesional, bahkan make up artist. Bentuknya yang kokoh membuatnya mudah dibawa ke mana-mana. Apabila sudah agak lama digunakan bisa diraut seperti halnya pensil biasa.Baca Selengkapnya ...

5 Profesi Ini Bantu Ibu 'Zaman Now' Berpenghasilan dari Rumah

 – Di zaman yang serba modern seperti sekarang ini hampir semua orang dituntut untuk mandiri, tak terkecuali ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga zaman sekarang akan senang, apabila bisa menghasilkan uang tambahan. Entah itu untuk membantu suami atau hanya sekadar memenuhi kebutuhan sekundernya.Karena pada dasarnya, hampir semua orang mengidam-idamkan kemandirian finansial. Begitu juga wanita, karena ketika telah berumah tangga dihadapkan dengan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi. Namun, tidak semua wanita bisa bekerja di luar rumah, berkarier atau meninggalkan rumah.Hal tersebut karena ada banyak penyebabnya antara lain, buah hati yang butuh perhatian ekstra, terbentur izin suami, atau tidak punya dasar pendidikan yang mumpuni. Beruntung di era digital ini, seseorang bisa dengan mudah mengakses informasi hanya dalam satu sentuhan jari.

Memahami Lagi Arti Pendidikan untuk Anak-anak

Pendidikan adalah cikal bakal suatu kemajuan bangsa. Jika ingin memajukan negara, pendidikannya harus diutamakan. Hal ini tidak bisa ditawar-tawar lagi, sudah harga mati. Nah, untuk itulah kesadaran pentingnya pendidikan harus benar-benar dipahami dan dipraktikkan oleh seluruh rakyat Indonesia.Dan kita tahu betul, pendidikan belum merata di negeri kita ini. Buktinya, masih banyak anak-anak kita di tepian atau di pelosok negeri yang belum maksimal atas keadilan pendidikan. Selain itu, pendidikan juga masih impian belaka bagi rakyat miskin, baik di kota maupun di desa.Sehingga, dampaknya adalah pesimis dan sinislah yang terjadi. Ngapain sekolah, toh orang-orang pintar banyak menjadi pencuri dan koruptor, pernyataan sinis ini pernah Anda dengar?

Jangan Jadi Pebisnis Online yang 'Katrok'

Seiring canggihnya perkembangan internet sekarang ini, berkembang pula dunia bisnis online. Negara-negara yang tersentuh internet maka tumbuh pula pebisnis baru maupun pebisnis lama dalam menjajakan produknya.Hal yang sama juga terjadi di Indonesia, terlebih lagi Indonesia merupakan salah satu negara terbesar yang doyan online. Fenomena semarak internet di Indonesia ini pun dilirik oleh pebisnis kita, mereka tahu betul peluang bisnis online semakin nyata di depan mata.Berbagai produk pun ditawarkan ke netizen, dan netizen antusias berbelanja atau menggunakan jasa mereka. Cepat, tidak ribet, kapan saja, dan di mana saja, apa yang diinginkan dengan sekali klik bisa didapatkan. Kemajuan teknologi meninggalkan tradisi lama dalam hal berbelanja.

Pentingnya Nama 'Merek' dalam Bisnis

Membuat nama untuk brand atau merek sangat penting dalam bisnis, entah itu bisnis yang menghasilkan produk ataupun jasa. Jika ingin diibaratkankan, produk tanpa brand sama halnya dengan bayi yang baru lahir tidak diberi nama.Kalau kiranya si bayi tadi sudah besar, orang-orang mau memanggilnya apa? Bagaimana mau memanggilnya, jika tidak memiliki nama? Begitu juga dengan produk, brand atau merek wajib memiliki nama. Selain mencerminkan jati diri di bisnis tersebut, juga untuk mempermudah konsumen mengenalnya lebih dekat.Konsumen pun mudah merekomendasikan bisnis Anda ke orang lain, tinggal menyebutkan saja brand Anda. Lantas, seberapa pentingkah brand atau merek untuk bisnis?

Ramadan, Bulan yang Tepat Memulai Jualan

Coba perhatikan di masjid, tempat keramaian, tepi-tepi jalan, cukup banyak warga muslim yang memanfaatkan bulan ramadan sebagai ajang bisnis. Pada umumnya, mereka berjualan takjil untuk berbuka puasa. Tapi, selain itu ada juga yang berjualan alquran, buku-buku Islam, bahkan sampai keperluan salat, seperti peci, tasbih, sajadah, dan lain sebagainya.Para pedagang tersebut, ada yang memang sudah profesinya sehari-hari, ada pula yang sifatnya musiman, berjualan hanya ketika ramadan saja. Semangat ramadan memang memberi dampak yang luar biasa terhadap umat Islam. Putaran uang di bulan ramadan itu begitu cepat dan besar.Bahkan, umat lain juga turut merasakan keuntungan besar di bulan yang penuh berkah ini, khususnya bagi mereka yang berbisnis. Soal keuntungan saat berjualan, bisa dibilang sangat menggiurkan, bahkan pedagang ini berani membayar mahal tempat-tempat strategis untuk menjajakan dagangannya.

Garangnya Offroad dan Ramainya Wisatawan di Tebing Breksi

Tebing Breksi semakin memesona saja, keeksotisannya kini semakin gencar jadi buah bibir wisatawan nasional. Wisata bekas tambang batu itu pun kian ramai di akhir pekan. Terlebih lagi, pekan kemarin diadakan lomba offroad.Antusias warga sekitar dan para wisatawan begitu takjub, saat melihat garangnya offroad melewati medan yang amat sulit. Sang pembalap harus berkali-kali naik turun gas, agar bisa melintasi gundukan yang begitu tinggi.Bahkan, saking sulitnya ada offroad yang terjungkil balik. Begitu menegangkan saat menonton balap Offroad di Tebing Breksi, Sambirejo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta tersebut. Selain gundukan yang sangat sulit, medan melewati kubangan air berlumpur juga salah satu tantangan terberat bagi sang driver.

Ciptakan Produk dan Pasarnya agar Jadi Pelopor Bisnis

Apakah Anda siap memperkenalkan produk baru di tengah-tengah masyarakat? Sementara, produk tersebut mungkin asing bagi mereka. Jika Anda siap dan berani, inilah peluang terbesar di dunia bisnis.Sebab, banyak juga pebisnis yang hanya sekadar ikut-ikutan, ketika pebisnis lain sudah sukses atas produknya. Tak sedikit, pebisnis lain pun ikut menciptakan produk yang hampir sama. Memang, setiap produk selalu ada pasarnya, hanya saja peluang lebih besar tentunya milik sang pelopor.Nah, untuk menciptakan pasar juga tidak mudah, awalnya tentu ditolak. Masyarakat tentu juga tidak ingin mengambil risiko produk baru. Hanya saja, ketika lambat laun produk itu mulai diterima masyarakat luas, maka produknya akan kebanjiran orderan.

Memahami Segmen Pasar untuk Geliatkan Penjualan

Bagi reseller baru baik online maupun offline, sebaiknya memahami segmen pasar produknya. Hal ini sangat dibutuhkan agar calon konsumen yang dibidik tepat sasaran, maksudnya adalah penjualan Anda bisa laris-manis.Segmen pasar ini secara sederhananya adalah golongan calon pembeli yang kompeten. Misalnya saja Anda seorang pedagang kaos jersey, jadi target pembeli Anda adalah orang yang suka olahraga, lebih spesifik lagi penggemar berat bola, dan lebih spesifik lagi adalah para fans klub tertentu, seperti Real Madrid, Barcelona, atau klub bola lainnya.Nah, ketika Anda sudah tahu pasar mana yang mau digarap, maka mulailah bergerilya ke calon pembeli tersebut. Langkah pertama adalah menemukan orang-orang yang menggemari kaos jersey tersebut. Hal ini bisa Anda lakukan dengan cara bergabung di komunitas, bisa melalui online, bisa juga offline.

Memahami Datangnya Rezeki Penulis

Sebagai seorang penulis tepatnya di media online, saya sering ditodong beberapa pertanyaan. Salah satunya pertanyaannya tentang besarnya penghasilan. Mau tak mau, saya harus menjawabnya dengan jawaban yang samar-samar.Saya bilang saja, Kecil, tapi cukup untuk kehidupan sehari-hari. Biasanya, mereka yang menanyakan hal tersebut hanya sekadar ingin tahu saja tentang penghasilan seorang penulis. Sebenarnya, kalau menulis di media online itu penghasilannya cukup terbilang lumayan. Semuanya itu tergantung penulisnya, ingin menulis di mana. Apakah berkerja di media online, atau menjalin kerjasama dengan beberapa situs, penghasilannya dapat dilihat dari berapa besar pembacanya? Atau, menulis di situs pribadi yang di-monetize, entah itu dari Google Adsense atau iklan mandiri? Semua itu tentu punya angkanya. Bisa dibilang, penulis tersebut akan mendapatkan angka yang sangat fantastis.

Pantai Banyu Tibo, Serunya Berenang Dihantam Ombak

Di Pacitan tak hanya Pantai Klayar yang seru untuk dikunjungi, ternyata masih banyak pantai yang eksotis dan menantang. Salah satunya adalah Pantai Banyu Tibo, pantai cantik yang mempunyai air terjun ini memang cukup populer di Pacitan, tapi sepertinya tidak bagi wisatawan nasional.Mungkin juga bagi kamu yang hobi traveling belum tahu Pantai Banyu Tibo, bukan? Nah, saya akan menceritakan sedikit pengalaman ketika sempat berkunjung ke sana. Ini bukan memprovokasi ya, saya bilang dengan mantap, kalau kamu memang hobi bermain ombak di laut, dan siap uji nyali, cobalah berenang di Pantai Banyu Tibo.Saya yakin kamu akan ketagihan, lagi dan lagi bermain ombak di sana. Sebab, sangat seru dan menantang. Di antara banyak pantai yang saya kunjungi, Pantai Banyu Tibo-lah yang sangat asyik untuk bermain ombak dan juga berenang.

Selfie dengan Artis, untuk Pamer di Media Sosial?

Setiap orang tentu mempunyai idolanya masing-masing, terlebih lagi bagi kita sekarang yang ngefans banget dengan seorang publik figur, entah itu artis atau pejabat. Dalam acara-acara tertentu biasanya di akhir sesi ada acara foto bareng dengan publik figur, ini pula kesempatan para fans berswafoto dengan idolanya.Memang sangat seru jika berfoto bersama dengan orang yang kita idolakan. Publik figur seperti artis, fansnya itu bisa dibilang sangat banyak, bahkan bisa mengalahkan pejabat tinggi di sebuah negara.Banyak fans tentulah sangat bagus, selain menaikkan popularitas, juga mendongkrak karier di dunia entertainment. Sebab biasanya para sutradara memilih artis yang banyak penggemarnya.

Reseller, Ini Manfaat Jika Pakai Foto Produk yang Bagus

Para reseller online masih banyak yang tidak sadar bahwa foto produk sangat menentukan penjualannya. Bagi pengguna media sosial, tentunya punya teman yang juga berjualan online, di sana bisa dilihat ratusan bahkan ribuan produk yang berseliweran dengan foto produk yang berkualitas buruk.Bagaimana dilirik oleh calon pembeli jika foto produknya saja seperti itu? Alih-alih mau beli, melihatnya saja malas. Foto produk adalah contoh barang yang akan dikirim jika transaksi jual-beli deal. Jika fotonya saja begitu, bagaimana pula yang aslinya?Namun ada juga foto produk yang diedit sedemikian rupa, namun faktanya barangnya tidak sesuai dengan yang difoto. Ini juga tidak bagus, terkadang konsumen merasa dibohongi. Meskipun kasus seperti ini jarang dipermasalahkan ke publik. Hanya saja hindari manipulasi foto produk yang demikian, karena etika bisnis seperti ini buruk.

Ketika Lebaran Memanggil Anak Rantau

Pulang kampung alias mudik adalah hal yang menyenangkan pada saat lebaran. Di mana, kerinduan terhadap keluarga, kerabat, sahabat, terbayar tuntas saat mudik. Pada umumnya, mereka yang tinggal di kota memang sudah menabung jauh-jauh hari sebelumnya, hanya untuk pulang kampung di saat momen lebaran tiba.Sungguh sangat menyenangkan memang, saat momen itu tiba. Itu bagi yang punya kampung, lalu bagaimana yang tidak punya kampung halaman lagi? Sebenarnya, definisi kampung halaman ini juga belum jelas. Apakah kampung halaman itu tempat kita lahir? Atau, kampung halaman itu tempat orangtua kita menetap?Misalnya, andai saya lahir di Amerika Serikat, apakah lantas kampung saya di sana? Atau juga, ketika orangtua yang berpindah-pindah kota, dari kota A ke kota B, lalu ke kota C lagi, selanjutnya pindah lagi sampai ke kota Z. Kalau seperti ini kasusnya, kota mana yang sebenarnya layak disebut kampung halaman?

Menulis Bukan sekadar Memahat Nama di Sejarah

Menulis bukan sekadar mencari rezeki lagi bagi saya, tapi menulis seperti yang diamanahkan oleh sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, menulis itu tugas negara. Beberapa hari saya tak menulis, ada kerinduan dan kegeraman jika belum disalurkan apa yang ada di kepala ini.Terlebih lagi karena saya memang mengelola situs, klop sudah kewajiban untuk mengisinya, dan juga untuk menunaikan tugas negara seperti yang diwasiatkan oleh Bung Pram. Menulis juga bukan sekadar mencari nama, tapi jauh dari itu. Jika hanya mempopulerkan nama, tinggal menempel saja di ketiak partai, pasti namanya cepat melambung.Atau juga, berkarya dengan sensasi, tentulah cepat menarik perhatian publik. Hanya saja, cara seperti ini mudah menggadaikan idealisme penulis itu sendiri. Jangan kira, penulis itu menulis tanpa idealisme. Saya pikir, sastarawan, atau penulis jauh lebih idealis dibandingkan seorang jurnalis.

Berpetualang di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Berlibur di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru TNBTS selama ini dikenal berbiaya mahal. Bahkan tampaknya juga mereka yang menikmati alam yang menakjubkan di TNBTS, hanya dari wisatawan yang berduit saja. Benarkah demikian?Secara pribadi saya juga berpikiran begitu, tapi setelah saya sendiri berlibur ke sana, ternyata anggaran ke TNBTS bisa diminimalisir. Sebenarnya biaya yang mahal itu untuk menyewa transportasi, penginapan, dan hal-hal yang ditawari oleh oknum dengan jasanya yang sangat mahal.Oknum yang saya maksud seperti ojek, dan jasa lainnya yang bisa menguras kantong kita. Soal makanan, di sana juga tidak terlalu mahal, terlebih bagi Anda seorang backpacker dengan makanan apa saja bisa masuk ke perut. Dan pastinya membawa kebutuhan dari luar untuk persiapan di TNBTS.

Dari Pasir Berbisik hingga Bertaruh Nyawa di Kawah Bromo

Setelah dari Gunung Penanjakan kami turun menuju Kawah Bromo. Ternyata jalan yang curam nan tinggi itu lebih ekstrem dilewati pada siang hari dibandingkan malam hari. Kenapa bisa begitu? Sebab, jurang terlihat jelas di depan mata, sementara pada malam hari jurang tidak terlihat.Tapi begitu, pemandangan sungguh luar biasa, gunung-gemunung terlihat jelas dari sini. Matahari kian merangkak naik, suasana semakin panas, udara sejuk khas pegunungan membuat kami lebih santai selama di perjalanan. Beberapa Jeep juga ada yang baru naik membawa tamunya. Sedangkan warga Tengger sendiri juga tampak hilir-mudik untuk memberikan sesaji menyambut Hari Raya Kuningan 15 April 2017 .Sepanjang jalan warga Tengger membawa sesaji yang diletakkan di bawah patmawati di titik-titik tertentu. Warga Tengger pada umumnya menganut agama Hindu, namun ada pula yang menganut agama Islam.

Pebisnis Harus Paham Kapan Jadi Bos dan Kapan Jadi Pelayan

Ternyata, banyak juga pebisnis pemula yang belum paham, siapa dirinya sebenarnya. Memang benar bahwa, seorang pebisnis adalah bos di bisnisnya. Ketika masih di bawah kendali perusahaanya, dialah bos besar dalam segala hal.Namun, ketika ia sudah berhadapan dengan konsumennya, pebisnis tadi bukan lagi seorang bos, melainkan seorang pelayan. Tentu, kita paham sekali apa tugas seorang pelayan, di antaranya adalah melayani sebaik-baiknya si tuan terhadap apa yang diinginkannya.Seorang pedagang bosnya adalah pembelinya. Maka, sudah kewajiban si pedagang harus memberikan segala hal terbaik bagi pembelinya. Pebisnis juga begitu dalam memperlakukan para konsumennya. Karena mau tak mau, terima atau tidak, sumber keuntungan pedagang, pebisnis, pengusaha adalah dari konsumen.

Susah-Senang Menjadi Keluarga Pebisnis

Prinsip orang-orang kaya di dunia ini sama saja, yaitu membangun bisnis, mempertahankannya, memperjuangkannya, dan mewariskan kerajaan bisnis ke anak-anaknya. Di lingkungan sekitar, mungkin kita juga melihat sebuah keluarga kaya turun temurun.Jika diperhatikan, kekayaan tersebut pada umumnya berasal dari warisan bisnis orangtuanya. Karena logikanya, memang bisnislah yang bisa diwariskan ke anaknya. Lain halnya, jika bekerja di perusahaan, warisan jabatan tidak bisa diwariskan ke anaknya begitu saja.Ini juga salah satu alasan, seseorang terjun ke bisnis daripada berkarier di perusahaan orang. Sekecil-kecilnya sebuah bisnis juga masih diwariskan, dan bertentangan sekali dengan setinggi-tingginya jabatan di perusahaan yang tak bisa diwariskan. Tak ubahnya juga menjadi PNS Pegawai Ngeri Sipil yang profesi dan jabatannya tak bisa diwariskan. Bukankah begitu?

Anak Presiden Saja Jualan Online, Masa Anda Gengsi?

Jualan itu tidak pandang bulu. Mau kita anak orang kaya, orang miskin, anak presiden, anak rakyat jelata, kalau tahu enaknya jualan pasti bakal ketagihan. Anda tidak percaya? Lihat anak Presiden RI Joko Widodo, Gibran dan Kaesang lagi jualan jas hujan secara online.Kalau Gibran memang sudah lama berbisnis, mulai dari kuliner, sampai bisnis katering, sedangkan adiknya tampaknya baru kali ini bisnis jas hujan. Meski begitu, Kaesang ini salah satu pemuda yang cukup kreatif, hobi dia salah satunya nge-vlog di YouTube.Bisa dibilang anak-anak presiden sekarang tidak hobi berpolitik, tapi belum tahu ke depannya. Tapi yang jelas, dua jagoan Jokowi memang tampaknya lebih cenderung ke bisnis daripada ke politik. Kenapa ke bisnis? Apalagi alasannya kalau bukan soal keuntungan.

Tol Laut di Pantai Timang Pikat Wisatawan Malaysia

Di bagian selatan, Kota Yogyakarta memang selalu menarik wisatawan lewat wisatanya. Kali ini, Pantai Timang baru membuat tol laut dari bibir pantai ke Pulau Panjang. Tol laut ini juga menarik wisatawan dari negeri Jiran.Tak heran, setiap akhir pekan selalu ramai wisatawan Malaysia ke Pantai Timang, yang berada di Dusun Danggolo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta tersebut.Jika selama ini warga atau wisatawan menuju ke Pulau Panjang menggunakan kereta gantung gondola , tapi sekarang sudah ada tol laut , yang tentunya lebih mempermudah wisatawan. Wisatawan naik gondola dikenakan biaya Rp150.000 menyebrang ke pulau tersebut. Sedangkan, naik tol laut hanya dikenakan biaya Rp100.000.

Menjadi Seorang Pencipta, Bukan Si Penerima

Apakah satu-satunya cara bertahan hidup adalah bekerja? Jika iya, benarlah budaya pekerja akan terus membumikan generasi muda sekarang dan masa yang akan datang. Namun ternyata tidak, banyak cara lain agar bisa tetap bertahan hidup, bahkan bisa menjadi orang yang jauh lebih berguna dibandingkan bekerja di perusahaan.Contoh saja seperti seorang pebisnis, entrepreuner, melayani jasa sesuai skill, dan lain sebagainya. Jadi pada dasarnya menjadi seorang pekerja di perusahaan bukan satu-satunya cara agar tetap eksis di muka bumi ini. Malah bisa sebaliknya, di mana ketika tenaga-tenaga manusia sudah digantikan oleh mesin dan robot.Maka mau tak mau para pekerja akan dirumahkan oleh perusahaan. Meskipun saat ini tenaga manusia masih dibutuhkan, tapi siapa yang berani menjamin 20 atau 30 tahun lagi, tenaga manusia sudah tidak diperlukan lagi?