Popular articles, quotes and videos. Content created and submitted by Kancyl users is dedicated to public domain.

6 Alternatif Agar Anak Semangat Belajar

 – Kita sebagai orangtua selalu mengingatkan kepada anak-anak kita agar selalu bersemangat dalam belajar. Begitupun dengan guru-guru di sekolah selalu mengingatkan siswa-siswinya.Dengan semangat belajar yang tinggi, akan diraih hasil belajar yang memuaskan. Namun bagi siswa sendiri tidak mudah untuk menerapkan peringatan tersebut. Masih banyak sekali siswa belajar seakan kekurangan gairah dan semangat.Baru beberapa jam saja sudah mengeluh letih, capek bahkan rasanya ingin menguap melulu. Hal ini menunjukkan adanya ketidakberesan dalam diri siswa. Bisa jadi ada kebiasaan-kebiasaan siswa yang tidak sesuai dengan statusnya sebagai anak sekolah.

Lima Strategi Kembangkan Kecerdasan Matematika Logis

Siapa saja pasti akan bangga ketika mendapati buah hatinya, ternyata memiliki kecerdasan matematika logis. Bahkan terlihat menonjol kepandaiannya di sekolah.Kecerdasan matematika logis ini merupakan kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang yang mahir dalam menggunakan angka yang baik, melakukan penalaran-penalaran dengan benar, mampu mengolah alur pikiran yang panjang, serta mampu mencerna pola-pola logis atau numeris.Biasanya anak yang memiliki kecerdasan matematika, dia akan memiliki skor atau nilai yang bagus di kelas bahkan di sekolahnya. Terutama di bidang mata pelajaran matematika dan IPA atau sains. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengembangkan kecerdasan matematika logis si kecil. Di antaranya sebagai berikut.

12 Manfaat Senam Gymnastic untuk Anak

Perlu Anda ketahui bahwa, mengajak anak untuk mau melakukan senam bukanlah hal yang mudah. Bahkan, terjadi kucing-kucingan terlebih dahulu untuk mengajak mereka. Bukan apa, memang begitu sifat dari anak.Sepertinya Anda memerlukan trik khusus agar si kecil mau menggerakkan badannya. Padahal senam atau olahraga merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Banyak para ahli kesehatan dan dokter menyarankan, sebaiknya memberikan waktu luang kepada anak untuk berolahraga.Seperti salah satu senam yang lagi tren sekarang adalah senam gymnastic. Semua anak secara umum dianjurkan melaksanakan aktivitas fisik dengan intensitas sedang 60 menit kumulatif setiap harinya. Lantas, adakah manfaatnya untuk anak?

Empat Contoh Stimulasi Sensoris pada Anak

Sebenarnya stimulasi sensoris untuk mendukung optimalisasi tumbuh kembang bayi dapat dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Tanpa kita sadari kita telah menstimulasi si kecil.Misalnya saja pada saat mengganti atau menggunakan popok anak, memberikan makan, proses memandikan bayi serta mengenakan atau menggantikan pakaian bayi. Stimulasi sensoris ini bisa dilakukan tentunya dengan melibatkan si bayi.Selain itu juga, jangan sampai lupa untuk menggabungkan beberapa aspek perkembangan saat menstimulasinya, misalnya saja suara atau berbicara dan interaksi.

Enam Tips Sukses Melatih Anak Puasa

Bulan ini adalah bulan penuh rahmat. Semua umat Islam yang ada di dunia menjalankan ibadah puasa. Di Indonesia sendiri, puasa dijalankan selama kurang lebih 14 jam dalam sehari. Dan tak terkecuali juga, anak-anak muslim, turut memeriahkan puasa bersama ini. Biasanya, para orang tua akan bertanya-tanya sebenarnya pada usia berapa idealnya anak itu turut menjalankan ibadah puasa? Kira-kira dia mampu apa tidak menahan lapar dan dahaga? Tak perlu khawatir, karena pada diri setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda dan unik. Jadi sebenarnya tak ada patokan yang pasti, kapan orang tua mulai mengajarkan puasa pada anak-anaknya. Yang terpenting adalah memperkenalkan sedini mungkin kepada anak mengenai ritual agama dan ibadah puasa.

Agar Ulang Tahun Anak Berkesan Terus

Sebagian besar orang tua biasanya terlalu bergembira dalam menyiapkan segala sesuatunya pada hari ulang tahun anak. Ketika berulang tahun, si buah hati menjadi sangat istimewa sehingga lupa bahwa bagaimanapun juga, dia tetaplah anak, terutama ketika ulang tahun pertama anak.Tak pelak, orang tua sibuk melakukan persiapan perayaan yang megah dengan susah payah untuk direncanakan, namun ternyata belum tentu juga cocok buat anak itu sendiri. Yang ada, kemungkinan besar si anak malah merasa tidak nyaman dan terkadang berakhir dengan tangisan.Untuk itu, perayaan ulang tahun untuk si kecil, sebaiknya dikonsep secara matang agar dapat berkesan baik. Terkesan baik bagi orang tuanya, bagi para tamu undangan maupun untuk si kecil itu sendiri. Kalau boleh dibilang, semua bagian yang berkecimpung dalam acara ulang tahun tersebut bahagia.

Lima Kejahilan Anak yang Berbahaya

Hal yang wajar, jika anak suka jahil dan iseng. Mungkin, mereka tidak bermaksud apa-apa. Namun, entah disadari atau pun tidak, perilaku anak ini bisa mengganggu dan merugikan orang lain.Anak-anak ini rupanya belum memahami benar akan apa yang dilakukannya dengan menjahili teman, kakak, atau bahkan orangtuanya sendiri. Banyak kasus yang terjadi, di mana seorang anak yang sekarang hanya duduk lemas terkulai dengan penyangga kayu.Karena sebagian tubuhnya lumpuh akibat jatuh terduduk. Kondisi ini diduga akibat kejahilan temannya yang menarik kursi duduknya sebelum dia duduk. Tulang belakang dan kepalanya menghantam lantai, sehingga ia cedera cukup parah.

Empat Kemampuan Bisa Diperoleh Lewat Permainan ini

Karena begitu pesatnya perkembangan era digital, membuat tak sedikit anak yang sudah memegang gadget. Kebanyakan dari mereka menggunakan gadget tersebut untuk bermain game atau menonton video.Padahal sebenarnya, namanya anak-anask itu perlu menghabiskan sebagian besar waktunya dengan orangtua, teman-teman atau lingkungan sekitarnya.Nah, mungkin kini sudah saatnya para orangtua memperkenalkan kepada anak dengan permainan tempo dulu yang tak kalah mengasyikkannya serta sudah dikemas secara modern. Penasaran permainan apa itu?

Enam Permainan Air yang Bisa Asah Kecerdasan Anak

Biasanya, ketika anak sedang bermain air, entah itu sedang mandi maupun hujan-hujanan, orangtua selalu menegur agar tidak terlalu lama-lama berkecimpung dengan air.Tak sedikit pulang orangtua yang melarang putra-putrinya ketika bermain air. Takutnya, nanti si anak menjadi basah atau sakit, seringkali dijadikan alasan. Padahal nyatanya, bermain air itu bisa dijadikan sarana belajar bagi anak-anak.Tentu saja dengan aturan-aturan tertentu serta rambu-rambu tertentu. Bermain air sangatlah seru dan menyenangkan. Jangan sampai Anda kehilangan kesempatan emas untuk menyampaikan pengetahuan yang bisa memupuk kecerdasan anak.

Kenali Empat Ciri Anak Hebat

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi anak yang hebat, pintar serta cerdas. Namun apa saja ciri-ciri kalau anak masuk kriteria tersebut? Apakah anak yang pintar? Atau anak yang memiliki IQ tinggi? Atau anak yang serba bisa?Anak yang hebat pasti sangat disukai oleh semua orang, baik teman, orang dewasa pun akan menyukainya. Mari kita bahas satu per satu dan mengenali tanda-tanda dari anak hebat.Sebenarnya, yang bisa dikategorikan sebagai anak hebat memiliki empat ciri dan salah satunya tentu saja dia harus sehat fisiknya, tidak sakit-sakitan. Bagaimana mungkin seorang anak bisa dibilang hebat kalau dia sering sakit? Pasti tidak bukan? Kalau mereka sakit, mana bisa mereka berekspresi untuk menunjukkan kehebatannya.

Sepuluh Kalimat Negatif yang Merusak Mental Anak

Hati-hatilah saat mengucapkan perkataan yang kurang mengenakan ataupun perkataan negatif di bawah ini. Karena akibatnya, di kemudian hari bisa membuat anak trauma dan memengaruhi mental mereka.Pada dasarnya, kata negatif ataupun kalimat yang disampaikan dengan cara negatif berupa teriakan, bentakan, disertai ekspresi negatif bisa bedampak juga pada psikologi anak tersebut.Apalagi anak yang sudah mampu mengenali ekspresi wajah, bahkan sebelum mereka mampu berkomunikasi. Artinya bahwa, perkataan negatif yang disampaikan ke anak sejak masih bayi pun mampu memberikan dampak psikologis tertentu kepada anak. 

Pengaruh IQ dengan Bakat Anak

Masih ingatkah kalian dengan nama Joey Alexander, seorang pianis cilik yang baru berusia 12 tahun asal dari Indonesia yang telah berhasil masuk nominasi Grammy Awards?Aksinya mampu menghipnotis dan memukau banyak orang di seluruh dunia. Tak heran, bakatnya sangat menginspirasi semua orang yang sudah memiliki putra dan putri. Benarkah dia seorang anak yang cerdas sehingga memiliki bakat yang begitu memukau?Pada dasarnya, IQ pada seseorang terletak pada kecepatannya dalam menyerap informasi maupun pengetahuan yang ada di sekitarnya. Serta kemampuan untuk mencari alternatif solusi terhadap masalah yang dihadapi sehari-hari.

Enam Cara Bijak Jelaskan Pemberitaan Negatif pada Anak

 – Beberapa waktu yang lalu pasti semua orang pasti pernah mendengar, membaca berita tentang pengeboman di salah satu hotel di Jakarta. Penggeboman di Sarinah tersebut telah masuk layar kaca dan menjadi top di pemberitaan.Hampir semua stasiun televisi berlomba-lomba menampilkan update terbaru mengenai pengeboman tersebut. Tak heran, jika si kecil bertanya kepada orang dewasa mengenai hal-hal yang tidak dimengertinya.Namanya juga anak-anak, pastinya tak bisa terhindarkan dari ekspos gambar-gambar korban yang cukup mengerikan, baik melalui televisi,media cetak maupun internet. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan orangtua tentang hal negatif ini? 

Cara Latih Keseimbangan Otak Kanan dan Kiri Anak

- Sebagai orang tua, pastinya sangat menginginkan anaknya cerdas, berbakti kepada orang tua serta agama. Tak jarang, orang tua mengikutkan berbagai macam les di luar sekolah. Tujuannya, supaya buah hatinya bisa menjadi anak yang lebih cerdas.Dengan cara menjaga keseimbangan antara otak kiri dan kanan, kapasitas anak akan menjadi lebih optimal. Namun sayangnya, banyak orang tua yang kurang peduli bahkan mengabaikan keseimbangan otak kanan dan kiri si anak.Lalu, langkah apa yang dianggap perlu untuk menyeimbangkan otak kiri dan kanan anak? Otak kiri berfungsi untuk berpikir secara logis, sedangkan otak kanan adalah untuk emosi dan kreativitas.

Lima Cara agar Anak Tidak Selalu Mengalah

 – Memang bukan hal yang mudah untuk menyuruh si kecil mengalah kepada adik, kakak, teman, atau orang yang lainnya. Hal tersebut terkadang justru bisa membuat anak jadi mudah cemberut. Bukan saja cemberut, tapi justru ada yang menangis bahkan hingga marah.Ketika marah, anak bisa mengurung diri di kamar, bisa juga kabur dari rumah ke kebun. Mengajarkan si kecil agar ingin mengalah adalah hal yang baik. Tapi bagaimana, jika si kecil justru selalu mengalah terhadap teman-temannya.Bahkan seolah-olah si kecil seperti anak yang "Tertindas", terus saja mengalah. Tentu saja hal ini tidak diinginkan oleh orangtua. Lalu, bagaimana agar anak tidak harus selalu mengalah? 

Saatnya Cegah Radikalisme pada Anak

 – Beberapa waktu yang lalu di Jakarta telah terjadi teror bom di sebuah hotel. Tak pelak, mau tidak mau orangtua pasti dihadapkan pada pertanyaan buah hati mengenai kejadian tersebut. Buah hati mengetahuinya melalui berita di koran, televisi, dan media lainnya.Mereka melihat dan mengamati sambil bertanya-tanya dalam hati, apa yang dimaksud dengan teror, terorisme itu ya? Dari sinilah peran orangtua sangat diperlukan agar anak menjadi paham apa yang dimaksud tersebut. Selain menjelaskan tentang peristiwa dan aksi teror kepada anak dengan bijak.Ternyata, ada hal yang tak kalah pentingnya adalah menanamkan sikap toleransi dan keberagaman kepada anak. Lantas, bagaimanakah cara untuk mencegah anak terhadap radikalisme ini? 

Anak Laki-laki Mudah Cengeng? Ini Solusinya

 – Anak adalah pemberian yang sangat luar biasa berharganya bagi kedua orangtuanya. Tak peduli, apakah laki-laki ataukah perempuan yang hadir menemani kita. Khusus untuk anak laki-laki, terkadang orangtua selalu menanamkan tidak boleh cengeng apalagi sampai menangis.Hal tersebut wajar, karena kelak dia akan jadi pemimpin keluarga. Sering kita mendengar "Jagoan tak boleh menangis!" Istilah ini lumrah dan wajar kita dengar. Anak laki-laki dituntut kuat serta dilarang untuk meneteskan air mata. Rasanya agak aneh kalau ada laki-laki yang cengeng.Namun sebenarnya, laki-laki sama dengan perempuan yang boleh saja menangis untuk menunjukkan ekspresi tulusnya tersebut. Akan tetapi, masalah sterotip bahwa hanya pria lemah yang menangis menyeruak lebih kuat dalam budaya timur semacam Indonesia. Lantas, bagaimana jika anak lelaki selalu cengeng dan menangis? 

Empat Cara agar Anak Semangat Ikut Les

Orang tua mana yang tak akan bahagia kalau anaknya pandai serta berprestasi, tak hanya di akademis saja melainkan juga berprestasi di non-akademis juga. Maka tak heran, kalau orang tua kemudian memasukkan putra-putrinya ke berbagai macam les dan kursus selepas pulang dari sekolahnya.Sebenarnya boleh-boleh saja, asalkan les tersebut disesuaikan dengan kepribadian, minat dan bakat anak, agar nanti bisa diperoleh hasil yang maksimal. Lalu, bagaimana cara terbaik agar anak semakin giat untuk mengikuti les?Diskusi dengan anak. Tanyakan kepada anak, apakah dia benar-benar siap untuk mengikuti les. Karena les bisa mengurangi jadwal tersendiri yang mengurangi jatah bermainnya.

Ini Makna yang Tersirat di Balik Bahasa Tubuh Anak

Tubuh adalah bagian yang sangat penting juga bagi manusia. Kalau diperhatikan, tubuh juga memiliki berbagai macam arti dalam setiap gerakannya.Dan bahasa tubuh adalah bahasa yang ditunjukkan oleh gerakan tubuh, seperti tatapan mata, ekspresi wajah, sentuhan, yang terjadi secara spontan dalam upaya mengekspresikan perasaan serta keinginan yang tersembunyi di dalam hati.Tak hanya orang dewasa saja, anak-anak pun juga memiliki bahasa tubuh. Apalagi perkembangan bahasa anak-anak masih sangat terbatas, sehingga terkadang mereka lebih banyak menggunakan bahasa tubuhnya. Lalu apa saja makna bahasa tubuh anak agar orang tua tahu apa keinginan anak?

Begini Cara Bangkitkan Minat Baca Anak

Biasanya setelah guru menjelaskan panjang lebar mengenai pelajaran tertentu, di akhir penjelasan guru selalu memberikan kesempatan kepada muridnya untuk bertanya.Ketika murid bertanya, tentu akan membutuhkan keberanian. Karena tanpa keberanian, kegiatan bertanya pada guru di kelas akan mengalami hambatan.Untuk itu, guru perlu mengajarkan murid untuk berani berbicara di depan guru dan teman sekelasnya. Misalnya dengan memberi kesempatan anak secara bergiliran untuk menceritakan pengalaman apa saja yang dialami saat libur sekolah pada hari Minggu. 

Empat Hal yang Diinginkan Orangtua pada Guru

Guru adalah sosok yang sangat istimewa di mata Tuhan. Karena, berkat ilmunya tersebut, seorang anak yang tidak mengetahui menjadi tahu apa yang dimaksudkannya. Guru adalah pahlawan tanda jasa.Bahkan di luar negeri, gaji seorang guru lebih dan melebihi gaji yang lain, misalnya adalah karyawan swasta. Karena, begitu besar jasanya terhadap masa depan penerus bangsa, sudah selayaknya pemerintah menghargai jasa-jasanya dengan cara salah satunya adalah memenuhi kesejahteraan para guru.Memang, pendidikan anak tak mungkin diserahkan seratus persen kepada guru. Orangtua juga harus turut andil dalam mendidik anak dengan sebaiknya. Apa saja yang diinginkan oleh orangtua kepada guru anaknya?

Berapa Kisaran IQ Anak Sebenarnya?

Tes IQ sebenarnya evaluasi untuk orangtua dari anak tersebut, bukan hanya sekadar untuk menentukan apakah anak ini pintar atau tidak dan lain sebagainya.Akan tetapi, lebih mengarah terutama aspek-aspek kecerdasan yang diperoleh dari suatu rangkaian psikotes yang nantinya akan mendapatkan nilai taraf kecerdasan (IQ). Nantinya akan bisa menggambarkan sampai seberapa besar stimulasi, yang telah diberikan oleh orangtua kepada anaknya.Setelah mendapatkan hasil dari tes IQ, orangtua perlu menindaklanjuti saran-saran yang diberikan oleh psikolog. Setiap hasil akan memberikan umpan balik pengembangan anak berikutnya.Baca selengkapnnya...

Jangan Lakukan Empat Hal ini Jika Ingin Anak Cerdas

Perkembangan intelegensi dan psikologis merupakan suatu ukuran yang subyektif, meskipun hal ini menjadi pilihan orangtua untuk melakukan tes IQ atau tidak terhadap anaknya.Sama seperti halnya sakit gigi, orangtua masih banyak yang enggan untuk membawa anaknya ke psikolog jika merasa tidak ada keluhan yang dirasakan. Alangkah baiknya, jika anak sedini mungkin melakukan tes IQ.Meskipun tak ada keluhan yang sangat mengganggu kelancaran aktivitas anak di sekolah maupun lingkungan bermainnya. Orangtua perlu memahami usia-usia, di mana anak sudah diajarkan melayani dirinya sendiri dan meminimaliskan bantuan fisik pada kegiatan-kegiatan seharinya.