Popular articles, quotes and videos. Content created and submitted by Kancyl users is dedicated to public domain.

Menyemai Keselamatan Jalan di Perusahaan Gas

 – Jarak aman menilai, kebutuhan akan selalu diperjuangkan untuk terwujud. Ketika keselamatan menjadi kebutuhan dalam berlalu lintas jalan, pengguna jalan tentu berupaya keras memperkecil risiko. Dalam bersepeda motor, hal itu akan tercermin dengan mengimplementasikan cara berkendara rendah risiko (low risk riding).Salah satunya, selalu melindungi kepala dengan memakai helm. Berkendara risiko rendah untuk memangkas fatalitas kecelakaan lalu lintas. Maklum, kecelakaan berdampak luas, termasuk ke persoalan ekonomi. Mari kita pinjam data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).Badan itu menyatakan bahwa, kerugian akibat kecelakaan lalu lintas jalan berkisar 2,9-3,1 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional. Pada 2011, Bappenas menghitung kerugian yang ditimbulkan secara langsung dan tidak langsung mencapai berkisar Rp 203-217 triliun. Angka itu muncul berdasarkan PDB Indonesia tahun 200 yang sebesar Rp 7.000 triliun.

Alasan Pantang Mendahului Saat Pandangan Terhalang

 – Pandangan yang terhalang dapat memperlebar celah terjadinya insiden maupun kecelakaan. Terlebih saat hendak mendahului. Sebuah spekulasi bila nekat mendahului dengan kondisi pandangan yang terhalang.Minimnya informasi soal pergerakan kendaraan dari arah depan, tentunya sangat berisiko menimbulkan tabrakan. Bahkan, bukan mustahil bertabrakan dengan objek bergerak dari samping. Entah itu orang atau hewan yang menyeberang, maupun pengendara sepeda motor yang hendak menyeberang jalan.Di sisi lain, minimnya informasi soal lintasan yang akan dilalui juga bisa merusak kenyamanan, ketika tiba-tiba permukaan jalan bergelombang atau berlubang. Jalan bergelombang dan berlubang dapat merusak kemampuan pesepeda motor dalam menjaga keseimbangan tunggangannya.

Sedikit Catatan Soal Operasi Patuh di Jakarta

 – Pihak kepolisian, seperti dilansir dari viva.co.id menegaskan bahwa lewat Operasi Patuh diharapkan dapat menekan jumlah korban kecelakaan. Lalu, diharapkan juga bisa meminimalisasi kemacetan lalu lintas. Selain itu, mewujudkan keamanan, keselamatan, dan kelancaran serta ketertiban dalam berlalu lintas yang mantap.Sementara itu, fokus operasi selama 14 hari itu mencakup penggunaan telepon genggam saat berkendara, perilaku melawan arus, dan pesepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang. Lalu, pengemudi di bawah umur dan penggunaan helm saat bersepeda motor.Selain itu, pengendara dalam pengaruh narkoba atau minuman keras, kendaraan yang membawa barang lebih, dan kendaraan yang ugal-ugalan. Bila merujuk fakta data Operasi Patuh di Jakarta dan sekitarnya sepanjang 2016 dan 2017, terlihat bahwa pelanggaran yang terkena tindakan jumlahnya menurun. 

Gara-gara Macet, Aksi Pukul pun Muncul

 – Cerita berawal dari sesaknya jalan oleh ratusan, bahkan ribuan sepeda motor. Mereka seakan berlomba mencapai tujuan. Apa daya kondisi tak sesuai harapan. Jalan yang hanya cukup untuk dua bus besar berpapasan tampak karut marut.Jalan yang semestinya dua arah dipadati oleh sepeda motor, sehingga menjadi satu arah. Kendaraan dari arah lainnya harus mengalah. Kemacetan tak terhindarkan dari persimpangan jalan hingga seratusan meter di belakangnya.Di tengah itu semua, tampak seorang pesepeda motor yang tergesa-gesa merangsek jalan. Upayanya melaju memakan badan jalan dari arah berlawanan. Kekisruhan terjadi manakala saat yang sama ada pesepeda motor lain yang justru melaju di jalur semestinya. 

Hal Tak Pantas Terjadi di Jalan Pemukiman Warga

 – Melaju dengan kecepatan tinggi sudah tentu mengundang risiko lebih tinggi. Peluang terjadinya kecelakaan menjadi kian lebar. Bila kecelakaan terjadi, bisa dipastikan semua pihak bakal merugi. Tak semata kerugian dari sisi waktu, tapi juga bisa melebar ke aspek finansial, korban luka, bahkan korban jiwa.Di sisi lain, tak mustahil melebar ke persoalan hukum dan dampak sosial. Kecelakaan lalu lintas jalan berdampak menyakitkan. Mencegah menjadi langkah paling baik. Inilah upaya untuk menghindari terjadinya kondisi yang buruk bagi semua pihak, entah itu korban, maupun pelaku kecelakaan.Cara mencegah paling mudah yaitu dengan mengurangi kecepatan kendaraan saat melaju di kawasan pemukiman. Hal ini dapat memperkecil risiko terjadinya tabrakan atau kecelakaan. Maklum, di kawasan pemukiman umumnya banyak anak-anak yang wira-wiri sambil bermain. 

Ketilang Dua Kali Lantaran Tidak Punya SIM

 – Profil pengendara yang tidak memiliki SIM patut diduga cukup besar jumlahnya. Tanpa memasukkan pengendara umur dalam kategori itu, jumlah yang tanpa SIM melaju di jalan raya dapat disimpulkan cukup tinggi. Maklum saja, data Korlantas Mabes Polri menyebutkan, pada 2016, kontribusi pelaku kecelakaan tanpa SIM menyentuh 46,71%.Angka itu setara dengan 182 pelaku kecelakaan per hari. Itu baru yang terdata, bagaimana dengan yang tidak terdata. Tentu saja banyak alasan kenapa pengendara belum memiliki SIM. Mulai dari mereka yang memang belum cukup umur, yakni minimal 17 tahun.Lalu, sudah ikut tes tapi tidak lulus hingga mereka yang memang belum punya uang untuk membuat SIM. Menurut UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, ada sanksi bagi orang yang mengemudikan kendaraan bermotor tapi tidak memiliki SIM. 

Ini Prioritas Saat Touring dengan Motor

 – Touring menjadi denyut kehidupan anggota kelompok pesepeda motor selain kopi darat alias kopdar. Kegiatan itu menjadi perekat kebersamaan sekaligus menikmati aliran adrenalin saat menelusuri rute-rute baru yang tak jarang di luar perkiraan. Mulai dari soal kondisi jalan, kendaraan yang melintas, hingga kisah-kisah mistis.Agenda touring bisa beragam. Mulai dari sekadar berlibur hingga kegiatan sosial. Semuanya melebur dalam kebersamaan dan kegembiraan. Karena itu, sepatutnya perencanaan dan pelaksanaan touring dirancang dengan seksama.Tidak saja lokasi tujuan touring, tapi merancang rute dan titik istirahat, sehingga perjalanan yang dilakukan dapat dipastikan memberi kesan tersendiri.

Naik Bus Bayar Pakai Sampah di Indonesia

 – Konsep bank sampah adalah upaya mengubah perilaku masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, namun justru memanfaatkannya dari sisi ekonomi. Sampah disetorkan kepada bank, lalu nilai ekonomi atau uangnya dimasukan ke rekening warga yang bersangkutan seperti lazimnya menabung di bank.Di Indonesia bahkan ada sampah yang dimanfaatkan untuk membayar layanan kesehatan. Juga ada aktivitas sedekah sampah yang nilai ekonominya lalu dimanfaatkan untuk membangun fasilitas bagi komunitas warga.Kini, kita disodori lagi fakta soal bagaimana memanfaatkan sampah. Warga yang ingin naik bus untuk bertransportasi dapat membayar dengan sampah plastik. Itulah inovasi yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, Warga yang naik Bus Suroboyo cukup membayar dengan sampah.

Menengok Sejenak Aturan Pembatasan Mobil dan Motor

 – Pengaturan lalu lintas jalan dapat dilakukan salah satunya dengan pembatasan pergerakan kendaraan bermotor. Jenis kendaraan yang dibatasi mencakup kendaraan perseroangan, kendaraan barang, dan sepeda motor.Hal itu jika kita merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) No 32 tahun 2011 tentang Manajemen dan Rekayasa, Analisis Dampak, Serta Manajemen Kebutuhan Lalu Lintas. PP ini merupakan turunan dari Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pembatasan mobil. PP 32/2011 menyatakan bahwa kendaraan perseorangan meliputi mobil penumpang, mobil bus, dan mobil barang. Khusus mobil barang dalam kategori ini adalah mobil barang dengan jumlah berat yang diperbolehkan paling besar 3.500 kilogram.

Sudahkah Kita Merdeka di Jalan Raya?

.co.id – Ada orang yang dengan lantang menantang petugas karena enggan ditindak saat melanggar aturan di jalan. Sementara itu, masih ada 70-an nyawa melayang setiap hari akibat kecelakaan di jalan. Sudah merdeka-kah kita di jalan raya?Lantangnya orang yang melanggar aturan berkoar-koar mencerminkan begitu merdekanya mengekspresikan diri. Tidak saja galak terhadap sesama pengguna jalan, sang pelanggar tadi mengumbar emosi dengan leluasa kepada petugas yang mendak menindaknya. Derasnya informasi dan keterbukaan di era digital saat ini memperlebar ruang orang mengekspresikan watak dan perilaku.Dalam episode jalan raya, perilaku melanggar aturan dengan mudah dipertontonkan pengguna jalan. Mereka melanggar marka dan rambu jalan secara individual, maupun berombongan. Banyak dalih untuk berlindung atas perilaku ugal-ugalan tersebut. Salah satu yang sering mencuat adalah karena ingin terbebas dari kemacetan lalu lintas jalan.

Manfaat Prinsip Terlihat dan Melihat di Jalan Raya

 – Di jalan raya, terutama saat berlalu lintas jalan, jargon tersebut juga dapat diimplementasikan. Dua cara berikut ini bisa dijajal untuk memperkecil risiko terlibat dalam kecelakaan lalu lintas jalan. Tentu saja, sekaligus menjadi sebuah upaya mereduksi fatalitas yang mungkin menimpa saat terlibat kecelakaan.Kedua cara yang saya maksud adalah senantiasa terlihat dan melihat ketika berkendara di jalan. Terlihat, maksudnya adalah kendaraan kita dapat dengan mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya. Hal ini tentu penting, mengingat kecelakaan kerap terjadi akibat sesama pengendara tidak saling mengetahui ada kendaraan lain.Kejadian ini misalnya kecelakaan yang terjadi saat mendahului. Cara untuk terlihat bisa beragam. Pertama, khususnya bagi pesepeda motor, senantiasa harus memakai jaket atau helm yang mudah dilihat pada siang maupun malam hari.

Babak Baru Ganjil Genap di Jalan Tol

 – Penerapan pembatasan kendaraan pribadi, khususnya mobil dengan sistem ganjil genap dimulai Senin, 12 Maret 2018. Ruas tol yang memberlakukan aturan ini adalah akses gerbang tol Bekasi Timur dan Bekasi Barat arah Jakarta.Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) memberlakukan aturan tersebut sepanjang Senin sampai Jumat. Aturan tidak berlaku saat hari libur nasional. Ditambah, survey JUTPI menyebutkan, di kawasan Jakarta dan sekitarnya, pada 2002, pengguna angkutan umum sekitar 42% dari total perjalanan, anjlok menjadi 20% pada 2010.Sebaliknya, pengguna kendaraan pribadi melonjak dari 33% menjadi 50%. Nah, menurut data BPTJ, jumlah perjalanan di Jabodetabek tahun 2015 mencapai 47,5 juta per hari. Ironisnya, mayoritas pergerakan orang itu masih menggunakan kendaraan pribadi, baik itu mobil maupun sepeda motor. 

Ibu Rumah Tangga sebagai Korban Kecelakaan Melonjak

 – Indonesia masih menghadapi masalah kecelakaan, terutama kecelakaan lalu lintas jalan. Sedikitnya terjadi dua ratusan kecelakaan di jalan setiap hari. Korban pun berjatuhan. Setiap hari, 70-an jiwa melayang sia-sia di jalan raya. Triliunan rupiah digelontorkan untuk santunan bagi korban kecelakaan. Baik itu bagi korban luka-luka, maupun korban meninggal dunia.Data PT Jasa Raharja memperlihatkan, dalam lima tahun terakhir, 2013-2017, tak kurang dari Rp7 triliun dana santunan yang disalurkan bagi korban kecelakaan. Mayoritas diperuntukkan bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan.Dalam rentang waktu yang sama, kelompok ibu rumah tangga yang mendapat santunan kecelakaan jumlahnya melonjak. Bila pada 2013 tercatat 6.874 ibu rumah tangga yang menerima santunan, namun pada 2017, melonjak menjadi 9.127 orang. Artinya, melonjak sekitar 33 persen.

Tiga Hal Penting Guna Mencegah Tabrak Belakang

 – Ada tiga aspek penting yang selalu perlu diterapkan untuk menurunkan risiko ke level rendah saat bersepeda motor (low risk riding). Ketiga aspek ini menjadi vital guna memangkas fatalitas kecelakaan tabrak depan-belakang maupun tabrak samping.Pertama, senantiasa melepas pandangan jauh ke depan untuk menyerap informasi sebanyak-banyaknya. Informasi soal pergerakan di depan menjadi bekal penting untuk mengambil keputusan, seperti mengerem atau menambah kecepatan yang wajar.Kedua, senantiasa menjaga jarak minimal dan jarak aman antar kendaraan. Hal ini juga merujuk informasi yang diserap dengan menebar pandangan jauh ke depan. Jarak aman meminimalisasi kecelakaan tabrak belakang.

Barisan Mentor SCA Siap Bergerak

.co.id – Belasan orang duduk rapi di ruangan berpendingin di salah satu gedung jangkung di sudut Jakarta Selatan. Mereka berasal dari beragam latar kelompok. Namun dengan roh yang nyaris sama, yakni para anggota kelompok pengguna sepeda motor.Kehadiran 15 orang yang didapuk sebagai mentor Safety Campaign Award (SCA) 2017 dalam rangka pembekalan. Ada tiga materi utama yang digulirkan sepanjang pagi hingga sore hari. "Ada materi seputar kecelakaan dan data. Lalu, pemanfaatan media sosial sebagai perluasan kampanye keselamatan serta terakhir adalah materi keterampilan bersepeda motor guna mencegah fatalitas kecelakaan," tutur Faridha, Koordinator SCA 2017, Sabtu, 16 September 2017 saat berbincang dengan saya.Saya sendiri kebagian membahas tentang data dan fakta seputar kecelakaan lalu lintas jalan. Untuk urusan yang satu ini, menekankan pada kampanye yang berbasis fakta data sehingga pesan yang disampaikan dapat tepat sasaran. Data sebagai kebijakan kegiatan dapat mengarahkan bentuk kampanye dan target kampanye. Tentu, termasuk mampu mengukur efektivitas kampanye. Baca Selengkapnya...

Pandangan Polisi Soal ADR dalam Kasus Kecelakaan

 – Dalam sejumlah kasus kecelakaan yang masuk ke ranah hukum, sekalipun pihak korban sudah berdamai dengan pelaku, tetap saja kasusnya terus bergulir hingga ke vonis majelis hakim. Perdamaian dan pemberian uang duka dari pelaku kecelakaan menjadi unsur yang meringankan dalam putusan pengadilan.Faktanya, tak semua kecelakaan lalu lintas jalan masuk ke meja hijau. Walau, potensi untuk dibawa ke ranah pengadilan cukup besar. Maklum, Undang Undang (UU) No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) memungkinkan hal itu.Entah itu bagi pelaku yang menimbulkan korban luka, maupun pelaku yang menyebabkan korban meninggal dunia. Berat memang. Sudah menderita luka maupun menderita kerugian, mesti berhadapan dengan ancaman pidana penjara. Tak heran bila kita pun berkesimpulan bahwa kecelakaan berdampak luas.

Pengalaman Penting Bikers Urus Jaminan Santunan Kecelakaan

.co.id – Wajah kelelahan dan menanggung rasa sakit mencuat dari bro Djossy. Malam itu ia harus meringkuk di atas ranjang Rumah Sakit Hermina Mekarsari, Cileungsi, Bogor, lantaran kecelakaan lalu lintas jalan.“Maaf bang merepotkan. Saya kecelakaan,” ujar pria muda penyuka touring itu saat kami bersua, Jumat, 1 September 2017 malam. Saya datang bersama sejumlah teman Independent Bikers Club (IBC), Jakarta.Bro Djossy bagian dari IBC yang didirikan pada 2006 di Jakarta. Pengurus dan anggota IBC yang datang ke rumah sakit malam itu cukup lengkap. Mulai dari ketua hingga bendahara. Kami bergantian masuk ke ruang penanganan.

Kisah Dua Ibu di Jakarta Tanpa SIM

 – Banyak ibu seperti Sumi di Jakarta Timur, saya menjumpai ibu seperti Sumi. Dia mengantar dan menjemput anak ke sekolah dengan menggunakan sepeda motor. Di sela aktivitas itu dia menjaga warung yang dibukanya di depan rumah petak.“Buat saya sendiri untuk menambah pemasukan. Maklum, suami saya hanya seorang sopir angkot,” seloroh Riana, kita sapa saja demikian. Perempuan yang baru berusia 40-an itu bersepeda motor di jalan-jalan perkampungan. Letak sekolah anaknya sekitar satu kilometer dari rumah.“Dulu waktu belum bisa naik motor, saya menjemputnya jalan kaki,” kata perempuan lulusan sekolah dasar tersebut. Anak Sumi dan Riana sama-sama masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Mengantar dan menjemput anak menjadi rutinitas. Bagian dari tanggung jawab seorang ibu demi masa depan sang anak. 

Meningkatkan Kompetensi Bersepeda Motor Lewat SRC

 – Matahari mulai meninggi. Puluhan anak-anak muda justru menantang garangnya sengatan matahari di tengah lapangan beraspal. Mereka penuh semangat menyimak petuah instruktur yang tak kalah semangat. Anak-anak muda tadi datang dari seantero Jabodetabek alias Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.“Tercatat ada 35 orang yang menjadi peserta pelatihan safety riding kali ini,” ujar Rio Winto, ketua Independent Bikers Club (IBC), di Jatake, Tangerang, Banten, Sabtu, 24 Februari 2018 siang, saat berbincang dengan saya.IBC bersama Wahana Makmur Sejati menjadi tuan rumah safety riding course (SRC). Instruktur dan fasilitas pelatihan disediakan main dealer sepeda motor Honda, Wahana. Sedangkan para peserta dihimpun oleh IBC. Ada sejumlah kelompok pengguna sepeda motor yang terlibat, yaitu IBC, Sym Club Indonesia (Symci), Skills Jakarta, Inazuma Owner Network Banten, Mailinglist Yamaha Scorpio, First Community, dan Komunitas Wisata Panti.

Ini Biaya untuk Menerbitkan SIM D

 – Indonesia mengenal surat izin mengemudi (SIM) untuk sepeda motor dan mobil. Khusus untuk sepeda motor, kita mengenal SIM C yang terdiri atas C, CI, dan CII. Klasifikasi SIM bagi pesepeda motor mencakup SIM C, untuk pengendara motor hingga 250 cc.Lalu, SIM CI untuk rentang 251-500 cc dan SIM CII untuk pengendara motor di atas 500 cc. Nah, terkait sepeda motor, ternyata kita juga mengenail SIM D setara SIM C. Bedanya, SIM D berlaku untuk mengemudi kendaraan bermotor khusus bagi penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus.Kendaraan yang dimaksud yang sering kita lihat adalah di bagian belakangnya memiliki dua roda dan satu roda di bagian depan sehingga total ada tiga roda. Lantas, bagaimana mengajukan permohonan SIM D dan berapa biayanya?

Fakta Lain di Bandung yang Bisa Bikin Tercengang

.co.id – Wajah Aine Kusumawati tampak serius. Di belakangnya terpapang grafik kecelakaan lalu lintas jalan di Kota Bandung. Sedangkan di hadapannya puluhan pegiat keselamatan jalan dan pemangku kepentingan (stakeholder) keselamatan jalan Kota Bandung. Perempuan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) itu tengah memaparkan Bandung Road Safety Annual Report 2015-2016.Rangkuman data dan analisis kecelakaan yang ia paparkan, menyedot perhatian peserta Sarasehan dan Diskusi Mengurai Masalah Keselamatan di Jalan Bagi Kelompok Anak dan Remaja, yang digelar Yayasan Sayangi Tunas Cilik mitra Save The Children di Bandung, Rabu, 26 September 2017."Pengendara kendaraan roda dua (sepeda motor) berumur 15-24 tahun merupakan kelompok cedera tertinggi di Kota Bandung," kata Aine Kusumawati.

Larangan Isi Baterai Ponsel dengan Power Bank di Pesawat

 – Kesibukan karyawan di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur terlihat jelas siang itu. Antrean calon penumpang dilayani oleh bagian check in. Saya terselip di antara antrean siang itu. Halim Perdanakusuma merupakan bandara yang terletak di Jakarta dan lokasinya sekitar 20 kilometer dari tempat tinggal saya.Butuh waktu sekitar 40 menit untuk mencapai The Legendary Airport tersebut. Waktu tempuh tersebut dengan menggunakan kendaraan bermotor roda empat. Jika menggunakan sepeda motor tentu lebih singkat lagi waktu yang dibutuhkan. Berbeda bila saya harus terbang melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.Butuh waktu tempuh berkisar 1,5-2 jam dengan menggunakan angkutan umum, baik bus maupun taksi. Saya belum jajal menggunakan kereta bandara. Maklum, untuk menuju stasiun kereta bandara di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, saya menghabiskan waktu berkisar 1-1,5 jam.

Tiga Longsor Bersamaan Melumpuhkan Transportasi

 – Dalam rentang waktu satu hari terjadi tiga peristiwa longsor yang sempat mengganggu perjalanan kereta dan lalu lintas jalan. Kejadian di tiga lokasi berbeda itu menimpa jalur kereta api, jalur kereta bandara, dan lalu lintas jalan di kawasan wisata Puncak, Jawa Barat.Longsor pertama terjadi di kawasan wisata Puncak, Jawa Barat, Senin, 5 Februari 2018 pagi. Akun Instagram @tmcpolresbogor menyebutkan, bencana longsor tersebut terjadi di empat titik, yaitu di sekitaran Panimbangan Kecil, Desa Tugu Selatan.Lalu, di sekitaran Masjid Atta Awun Desa Tugu Selatan dan, di Villa Pengayoman/Kehakiman Desa Cibereum. Selain itu, di Kp. Babakan, Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.