Hari Kesehatan Sedunia: Polusi Udara dan Kematian

Hari Kesehatan Sedunia: Polusi Udara dan Kematian

Livia Goncalves Souza  ⋅  07 Apr 2021 21:51:43

 – Tatanan kehidupan yang sudah tidak ramah lagi karena polusi udara di lingkungan tentu menjadi tugas besar bersama. Beban berat di pundak itu tidak hanya pada mereka yang bergulat dalam perjuangan kasus-kasus lingkungan.

Tetapi pada masyarakat luas, khususnya pada masyarakat terdampak langsung. Menurut WHO (World Health Organization), polusi udara membunuh sekitar tujuh juta orang di seluruh dunia setiap tahun. Sekitar 9 dari 10 orang menghirup udara yang mengandung polutan tingkat tinggi (Tirto.id, 2020).

Polusi udara juga menyebabkan berat badan rendah, lebih rentan terkena infeksi dan peneumia. Selain itu paru-paru bayi kemungkinan tidak dapat berkembang secara sempurna. Sebagaiman hal itu diungkapan Presiden Health Effect Institute dan Greenbum (Kompas.com, 2020).

Laporan (Bbc.com 2020) mengungkapkan Pengadilan Koroner (Coroner Court) Southwark di London menemukan bahwa polusi udara “memberikan kontribusi material” terhadap kematian Ella Adoo-Kissi-Debrah yang berusia sembilan tahun.

Advokat Publik, David Wolfe QC, mengatakan, “Meskipun keputusan ini tidak memiliki dampak yang mengikat di pengadilan lain. Keputusan ini tetap penting sebagai pengakuan hukum formal pertama mengenai polusi udara yang berkontribusi pada kematian individu tertentu.” Kasus di Indonesia sendiri berdasarkan beberapa penelitian lokal menunjukkan polusi udara berhubungan dengan masalah kesehatan paru seperti penurunan fungsi paru (21% sampai 24%), asma (1,3%), PPOK (prevalensi 6,3% pada bukan perokok), dan kanker paru (4?ri kasus kanker paru), berdasarkan publikasi dari (allianz.co.id, 2021).

Continue Reading

Related Posts