Bung Karno Menyitir Ayat Alquran di Sidang Umum PBB

Bung Karno Menyitir Ayat Alquran di Sidang Umum PBB

Alfred J. Mitton  ⋅  04 Feb 2021 00:49:40

 – Presiden Soekarno saat menyampaikan pidato pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merasa tertekan oleh suatu rasa tanggung-jawab yang besar. Ia pun merasa rendah hati berbicara di hadapan rapat agung daripada negarawan-negarawan yang bijaksana dan berpengalaman dari Timur dan Barat, dari Utara dan dari Selatan, dari bangsa-bangsa tua dan dari bangsa-bangsa muda dan dari bangsa-bangsa yang baru bangkit kembali dari tidur yang lama.

Mengawali pidatonya, Bung Karno mengatakan bahwa ia telah memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar lidahnya dapat menemukan kata-kata yang tepat untuk menyatakan perasaan hatinya, dan ia juga telah berdoa agar kata-kata tersebut akan bergema dalam hati sanubari mereka yang mendengarnya.

Bukan Bung Karno namanya jika tidak membuat mata dunia melihat kepadanya. Salah satu momen itu terlihat saat Presiden Soekarno dalam pidato berjudul To Build the World Anew (Membangun Tatanan Dunia yang Baru), mengutip ayat suci Alquran:

“Hai, sekalian manusia, sesungguhnya Aku telah menjadikan kamu sekalian dari seorang lelaki dan seorang perempuan, sehingga kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu sekalian kenal-mengenal satu sama lain. Bahwasanya yang lebih mulia di antara kamu sekalian, ialah yang lebih taqwa kepadaKu”.

Ayat yang dikutip Bung Karno itu adalah surat Al-Hujarat, tepatnya di ayat ke-13: yang artinya:

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

“Kitab Suci Islam mengamanatkan sesuatu kepada kita pada saat ini. Quran berkata: “Hai, sekalian manusia, sesungguhnya Aku telah menjadikan kamu sekalian dari seorang lelaki dan seorang perempuan, sehingga kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu sekalian kenal-mengenal satu sama lain. Bahwasanya yang lebih mulia di antara kamu sekalian, ialah yang lebih taqwa kepadaKu”.

Continue Reading

Related Posts