Selamat Datang di 'Republik Rakyat TikTok'

Selamat Datang di 'Republik Rakyat TikTok'

Kusuma Susilo  ⋅  03 Feb 2021 00:36:14

– Potongan FTV kisah nyata bertajuk Istriku Menelantarkan Keluarganya Demi Jadi Artis TikTok sempat viral di media sosial. Netizen mempermasalahkan adegan seorang istri yang koma di rumah sakit, eh malah diperdengarkan musik dari TikTok oleh suami dan anaknya.

Namun, setelah dijogeti oleh keluarganya yang sedang bersedih, sang istri siuman dan minta ikutan goyang ubur-ubur. Dalam hal ini, terapi musik dari TikTok boleh saja dianggap mampu menyelamatkan nyawa manusia, tapi neuron otak belum tentu.

Netizen menyebut adegan tersebut kurang logis dan tidak ada unsur religiusnya. Harusnya diperdengarkan lantunan ayat suci, ceunah. Semacam suara Aldi Taher ngaji, maybe. Kok malah musik di TikTok?

Teorinya, jiwa seseorang bakalan terpanggil dengan sesuatu yang sangat disukainya. Suka atau tidak, dalam hal ini yang disukai oleh tokoh utama adalah musik dan dance ala TikTok.

Memang, sejak kemunculan TikTok, sepak terjang sejumlah pengguna kerap menjadi kontroversi karena aksi yang kelewat batas wajar. TikTok pun sempat lekat dengan imej ‘alay’.

Namun, TikTok mau belajar dan berbenah. Bagian pemasaran TikTok sampai menjalin kerja sama dengan Smart City. Mengedukasi pemerintah bahwa TikTok bisa menjadi sarana edukasi.

Aplikasi asal Tiongkok itu pun menggandeng selebritas dan influencer untuk mempromosikannya. Salah satunya Agnez Mo yang rilis lagu di TikTok. Penggemar Agnez kan banyak dan militan. Citra ‘alay’ pun terkikis, terutama setelah Dian Sastro main TikTok.

Pengguna TikTok kini membludak, lebih dari 600 juta pengguna. Bisa menjadi semacam ‘negara’ sendiri. Sebut saja “Republik Rakyat TikTok”.

Namun, sayang sekali, banyaknya pengguna tidak berbanding lurus dengan kualitas konten. Masih banyak TikTokers yang toksik. Mungkin, itulah mengapa FTV kisah nyata bertema TikTok sampai dibuat.

Banyak pula yang mumet dengan video berkoreografi mindblowing bikinan muda-mudi di TikTok. Sampai harus mengundang interpreter bahasa tubuh TikTokers untuk menjelaskan maksud dan tujuan dari video tersebut.

Meski demikian, ada juga yang menemukan pencerahan melalui video inspiratif dan bermanfaat di TikTok. Contohnya, konten-konten Pak Win, user dengan nama Asah Pola Pikir yang rajin membuat video tips keuangan dan bisnis. Biar nggak gampang ketipu ketika diiming-imingi investasi bodong atau diajak bisnis oleh mitra yang cuma modal dengkul kopong.

Baru-baru ini, Pak Win mendapatkan penghargaan di ajang TikTok Awards Indonesia 2020 sebagai Best of Learning and Education. Hal ini membuktikan bahwa TikTok bisa menjadi sarana mencerdaskan kehidupan bangsa, selain bikin pusing dengan video-video plot twist-nya.

Tak ketinggalan beauty vlogger Jharna Bhagwani yang berhasil memenangi nominasi Best of Fashion & Beauty. Sebelumnya, Jharna menjadi viral karena keterampilannya dalam ber-make up di Lathi Challenge. Dalam videonya tersebut, Jharna geleng-geleng kepala saja sudah bisa bertransformasi menjadi sinden kesurupan.

Sebenarnya, kita juga perlu memberikan award untuk TikTok itu sendiri. Sebab tanpa kita sadari, aplikasi ini sudah menemani pengguna dan penikmatnya selama pandemi – sehingga mampu menggali kreativitas penggunanya dalam hal memasak, make up, dan tentu saja menari.

Di kehidupan sehari-hari, ibu saya kerap membagikan video TikTok berisi lantunan ayat suci ke grup WA keluarga. Bapak juga pernah mengirim video TikTok berisi kata-kata kasih sayang seorang ayah kepada anak-anaknya. TikTok telah menjadi bahasa yang digunakan para orangtua untuk menyampaikan pesan mereka.

Mungkin persoalan ini seperti cerita Buya Hamka yang mengaku tidak menemukan pelacur di Amerika Serikat. Di saat ada orang yang mengatakan kepada beliau bahwa ada pelacur di Arab. “Kita ini memang hanya akan dipertemukan dengan apa-apa yang kita cari.”

TikTok sendiri sempat diterpa rumor bahwa fitur For Your Page sengaja merekomendasikan video-video jelek. Agar user membagikan konten tersebut ke media sosial lain untuk ditertawakan bersama. Alhasil, TikTok diperbincangkan dan viral. Ending-nya, valuasi saham TikTok naik.

Yah, setiap aplikasi media sosial memang punya jualannya masing-masing. Konon, ada salah satu media sosial yang disebut-sebut sengaja tutup mata dengan maraknya video-video 18+ demi memanjakan user aktif dan mengundang user baru. Ada pula media sosial lain yang tampak membiarkan user untuk open BO dan promosi jasa pijat++.

Yang jelas, media sosial hanya alat, pilihan akhirnya tetap di tangan kita sebagai pengguna. Ingin menggunakannya untuk menebar cinta atau hanya ingin bercinta.

Continue Reading

Related Posts