Benarkah Memberi Utang Itu Ladang Pahala? Ini Penjelasannya

Benarkah Memberi Utang Itu Ladang Pahala? Ini Penjelasannya

Mavis J. Evangelista  ⋅  02 Feb 2021 20:14:06

 – Utang adalah muamalah yang dibolehkan dalam islam. Utang dapat membawa seseorang ke surga karena niatnya untuk tolong menolong sesama manusia (hablun minannas), namun utang juga dapat membawa seseorang terjerumus ke dalam api neraka manakala tidak dikelola dengan baik.

Permasalahan akibat utang piutang seringkali muncul karena adab-adab dalam berutang tidak diperhatikan pemberi utang (kreditur) maupun peminjam (debitur).

Oleh karena itu utang (qardh) perlulah dikelola dengan memperhatikan petunjuk-petunjuk Islam baik yang tertuang dalam Alquran maupun dalam Alhadits sehingga kegiatan utang piutang dapat membawa keberkahan dan menjadi solusi bagi umat.

Memberikan utang atau pinjaman jangan dianggap hanya sekadar memberikan bantuan semata. Namun ternyata di dalamnya terdapat ladang pahala yang begitu besar. Biasanya seseorang memberi pinjaman kepada kerabat atau teman hanya sebatas meringankan bebannya.

Namun siapa menyangka bahwa cara memberi utang ladang pahalanya luar biasa. Nah ladang pahala itu dijelaskan Ustaz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, dalam nasihat tertulis di antaranya: 1.Mendapatkan pahala bersedekah setiap hari senilai nominal pinjaman sampai jatuh tempo. 2.Mendapatkan pahala bersedekah setiap hari senilai dua kali lipatnya nominal pinjaman, selama waktu penangguhan setelah jatuh tempo. 3.Mendapatkan naungan Allah di Hari Kiamat.

Nabi SAW bersabda: “Pemberi hutang setiap harinya mendapatkan pahala bersedekah (senilai piutangnya) sebelum jatuh tempo. Maka apabila telah jatuh tempo, lalu dia memberikan penangguhan pembayaran, maka setiap harinya dia mendapatkan pahala bersedekah senilai dua kali lipat piutangnya.” (HR. Ahmad 22537, dishahihkan oleh Syeikh Albani)

“Barangsiapa menunggu orang yang kesulitan (membayar utangnya), atau membebaskan utangnya, maka Allah akan menaunginya di bawah naungan-Nya.” (HR. Muslim 3014)

Bayangkan bila Anda mengutangi Rp1 juta kepada orang lain, maka Anda mendapatkan pahala bersedekah Rp1 juta setiap harinya sampai jatuh tempo.

Bila setelah jatuh tempo dia masih sulit melunasi dan Anda memberi masa penangguhan, maka Anda mendapatkan pahala bersedekah Rp2 juta setiap harinya sampai dia bisa melunasinya. Ini baru piutang dengan nominal Rp1 juta, bagaimana bila lebih dari itu.

Belum lagi pahala naungan dari Allah di akhirat kelak. Karena Allah -azza wajalla- sudah memberikan pahala yang sangat besar dari amalan ini.

Sebagai gantinya, Allah sangat murka bila akad sosial ini dikomersilkan menjadi riba. "Ayo semangat menghidupkan sunnah ini. Jangan biarkan saudara-saudara kita terjerat riba oleh mereka yang terbiasa menari di atas penderitaan manusia," ucapnya. Itulah penjelasan mengenai utang sebagai ladang pahala bagi umat muslim. Semoga ulasan di atas dapat memberi manfaat untuk itia semua sehingga kita saling tolong menolong dalam kebaikan, terima kasih.

Continue Reading

Related Posts