Bung Karno Ziarah ke Makam Salahuddin Al-Ayyubi

Bung Karno Ziarah ke Makam Salahuddin Al-Ayyubi

Ronnie R. Castillo  ⋅  15 Jan 2021 02:39:37

 – Bung Karno ziarah ke makam Salahuddin Al-Ayyubi dan membacakan Al-Fatihah 3 kali di makam Pahlawan Islam tersebut. Presiden Soekarno baru siang hari tiba di Jakarta dari kunjungan kenegaraan ke Manila, untuk kemudian malam harinya harus memberikan pidato pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 6 Agustus 1963. Saat itu, kondisi Bung Karno sedikit batuk dan pilek. “Datang dair Manila, Pak Djuanda yang mapag (menjemput), beliau memberi tahu, nanti malam diharap datang di Senayan hadir di dalam perayaan Maulid Nabi. Waduh, waduh, waduh, waduh, maunya itu mau tidur saudara-saudara, tapi karena mengingat bahwa perayaan ini adalah perayaan Maulid Nabi, Nabi yang harus kita junjung tinggi, Nabi Muhammad SAW, wong agung saudara-saudara, manusia junjungan kita, yah dengan mengucap la haula wala quwwata illa billah saya datang kesini,” kata Bung Karno mengawali pidato pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 6 Agustus 1963.

Dalam kesempatan pidatonya, Bung Karno menceritakan pengalamannya di tahun 1957 ketika datang ke Damaskus. Pada waktu itu presidennya Presiden Suriah adalah Syukri al-Quwatli.

Pada sore hari, Presiden Quatli mengajak untuk ke makam Salahuddin Al-Ayyubi. “Sore-sore saya dibawa oleh Presiden Quatli ke makam Salahuddin Al-Ayyubi, dan disitu saya bacakan Al-Fatihah 3 kali agar supaya, pertama, aku sendiri mendapat ampunan dari Allah SWT. Supaya Allah SWT memberi tempat yang sebaik-baiknya kepada Salahuddin,” beber Bung Karno.

Lantas Presiden Quatli menanyakan apakah Presiden Sukarno mengetahui siapa yang di makam tersebut? The Great Warrior “Saya berkata, saya tahu, of course I know, this is Salahuddin, the great warrior, kataku. Artinya, sudah tentu saja saya tahu ini adalah Salahuddin, pahlawan perang yang besar,” kata Bung Karno.

Memang, Salahuddin adalah pahlawan perang yang besar. Dalam hikayat Perang Salib, namanya amat termasyhur sebagai pahlawan yang gagah berani. “Presiden Quatli berkata, you are right. Betul, tetapi ada satu jasa dari pada Salahuddin yang barangkali Presiden Sukarno belum mengetahui,” “And what is that? Apa? Saya bertanya. Salahuddin inilah mengobarkan api semangat Islam, api perjuangan Islam,” “Dengan cara apa? Kataku. Apa dengan cara tabligh, tabligh? “Ya, juga dengan cara tabligh. Tetapi juga dengan cara memerintahkan kepada umat Islam supaya tiap tahun mengadakan perayaan Maulid Nabi,”.

Bung Karno menceritakan pengalaman itu karena bertepatan dengan malam perayaan Maulid Nabi. Dengan demikian, kata Bung Karno, ada spirit keteladanan Salahuddin Al-Ayyubi bahwa tiap-tiap tahun umat Islam memperingati lahirnya, untuk membangkitkan semangat Islam. Dan tentu saja, dengan peringatan Maulid Nabi sudah tentu sebagai penyemangat untuk meniru segala perbuatan Nabi Muhammad SAW.

BACA SUMBER ASLI

Continue Reading

Related Posts