Kelindan Rasisme Sepakbola

Kelindan Rasisme Sepakbola

Lagerda Rekdal  ⋅  10 Jan 2021 20:50:58

 – Di depan televisi yang cahayanya mulai meredup lantaran ada beberapa kabel yang kendur, tak mungkin diservis karena tak ada reparasi yang mampu, Om saya menyiapkan kacang beraneka macamnya dengan satu tujuan; menonton sepakbola.

Polong, rebus, goreng, apapun ada, yang belum tersedia adalah kemenangan Liverpool kontra Manchester United pada malam itu.

Sebuah malam yang sayup, redup, rendah, dan bulan bersinar dengan terang pada perubahan titimangsa 2011. Tepat ketika saya berumur dua belas, bencana besar dalam sejarah sepakbola terjadi, di depan mata saya yang menghadap layar berukuran dua puluh satu inci.

Continue Reading

Related Posts