Kancyl - social bookmarking website

Membaca Jalaluddin Rumi Melalui Metode Akutansi

Membaca Jalaluddin Rumi Melalui Metode Akutansi

Donglu Tai  ⋅  17 May 2020 20:22:31

 – Ada yang menarik dari aforisme Jalaluddin Rumi, sufi Persia yang menamatkan umur duniawi di Kenya. Tentang pengenalan diri sejati, tentang perjalanan jauh yang bergerak ke dalam, ke arah ruang esoteris.

Dalam kumpulan aforisme sufistiknya, dalam sebuah terjemahan Fihi ma Fihi yang dikatakan sebagai magnum opusnya Rumi, Ia umpamakan rubi dan zamrud sebagai evolusi bebatuan, yang seterusnya mengubah diri menjadi hijau, mineral, dan hal lainnya yang menetaskan kehidupan.

Tapi setelahnya, ia membantah segala yang berbau superfisial itu sebagai kesejatian. Ada kesejatian lain yang hendak ia sampaikan di akhir bab, Rumi menutupnya dengan deskripsi seorang peniru suara burung yang mampu membunyikan sesuatu yang tidak dimilikinya.

Continue Reading

Related Posts