Popular articles, quotes and videos. Content created and submitted by Kancyl users is dedicated to public domain.

'Memburu' Orang yang Meninggalkan Kuda Sekarat di Jalan

 – Di beberapa negara, kuda masih dijadikan sebagai sarana transportasi bahkan di kota-kota besar. Namun biasanya, transportasi ini dikhususkan untuk wisatawan, yang ingin menikmati kota dengan cara yang beda.

Namun, tentunya pemilik kuda harus memperhatikan hewannya jangan sampai dianiaya. Seperti tidak memerhatikan makan dan minumnya. Bahkan, ada pemilik kuda yang membiarkan hewannya sekarat usai terjadi kecelakaan.

Kuda ini diduga panik lalu berlari kencang hingga terjatuh usai menabrak mobil, dan dibiarkan berdarah di jalannya. Mirisnya, pemiliknya yang tidak berperasaan justru melarikan diri dari tempat kejadian.

Read Full Article
Atraksi Kuda Kepang dan Barongan di Selangor, Malaysia
Sejarah hadirnya kuda kepang di Selangor, Malaysia bermula dari kedatangan masyarakat Jawa ke wilayah ini dan membentuk sebuah komunitas. "Karena suntuk tidak ada hiburan, maka terbesitlah untuk memainkan kuda kepang," Kata Cik Rusli, pelatih kuda kepang pada komunitas Jawa di Sungai Besar, Selangor.Demikian juga, dengan tarian barongan yang ikut dimainkan bersama dengan kuda kepang. "Kalau di Jawa Timur disebut dengan reog, di Malaysia disebut barongan. Yang bawa ke sini, juga orangtua kami dari Jawa yang merantau ke Malaysia," imbuhnya lagi.Ketika alat musik mulai didendangkan, semua penari memegang kuda yang terbuat dari anyaman bulu tersebut dan menari mengikuti irama alat musik. Mereka bergerak maju mundur dan berputar seakan sedang berada di medan pertempuran.
Asyik Sekaligus Ngeri Menonton Pacu Kuda di Yogyakarta
Pacu kuda di Yogyakarta kembali digelar dalam merebutkan Piala Cup Sultan Hamengku Buwono X yang ke-VII. Pacuan kuda tersebut diikuti sebanyak 230 kuda dari seluruh Indonesia. Kemeriahan dalam pertandingan pacu kuda ini, diselenggarakan pada tanggal 5-6 November 2016, di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Hamengku Buwono, Bantul, Yogyakarta.Hari Minggu itu cukup panas, matahari begitu garang memanggang Bumi Bantul, namun para penonton sangat antusias dan menikmati pertarungan kuda terbaik di laga pacuan kuda tersebut. Dan kami menyusup di antara kerumunan penonton yang sedang menanti pertandingan selanjutnya.Beberapa menit kemudian, beberapa kuda sudah masuk ke lapangan yang ditunggangi jokinya. Terlihat gagah dan tenang kuda pacu itu berjalan menuju starting gaje. Namun tidak semua kuda pacu ini jinak, ada yang cukup liar, dan sangat tidak bersahabat.
Bersua dengan Para Penunggang Kuda Besi Hitam
Cuaca Jakarta siang itu cerah berawan. Sudut tempat kami berkumpul di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat juga tampak sendu. Sekalipun matahari bersinar, gumpalan awan tampak sibuk mengintai. November 2016 merupakan bagian dari musim penghujan. Walau demikian, kondisi itu tak menyurutkan semangat para penunggang kuda besi alias pesepeda motor untuk wara wiri.Kehidupan jalan raya Jakarta dijejali dengan beragam kendaraan bermotor. Sudah barang tentu perilaku berlalu lintas jalannya pun aneka ragam. Pastinya, tiap hari terjadi belasan kecelakaan lalu lintas jalan yang merenggut dua hingga tiga jiwa.Para penunggang kuda besi hitam yang berhimpun dalam Black Motor Community BMC Jakarta Timur punya jurus sendiri untuk membekali diri. Mereka mengajak saya bertukar pikiran soal berkendara aman dan selamat. Khususnya keselamatan bersepeda motor yang kondang disebut safety riding. Baca Selengkapnya...
Ternyata, Kuda Nil Sering Makan Daging
Kuda nil merupakan salah satu hewan yang memiliki ukuran besar. Dan kita akan membayangkan jika mereka mahluk yang lamban pemakan rumput atau herbivora. Mereka juga kerap menghabiskan sebagian besar waktunya, berkubang dalam air.Kuda nil biasanya akan meninggalkan air pada sore hari, untuk melakukan perjalanan hingga 10 kilometer ke pedalaman atau hutan, untuk mencari rumput yang segar yang merupakan sumber makanan utama mereka.Kuda nil besar, mampu mengkonsumsi sekitar 68 kilogram rumput setiap malam, selama sekitar lima jam, namun kadang-kadang makan tanaman air. Tetapi benarkah kuda nil herbivora sejati seperti gajah?
Arkeolog Temukan Kuda Kuno di Lembah Sungai Nil Berusia Ribuan Tahun
 – Sebuah pemakaman kuda kuno yang ditemukan di Tombos, sepanjang Lembah Sungai Nil menunjukkan bahwa anggota keluarga kuda ribuan tahun yang lalu lebih penting bagi budaya daripada yang diduga sebelumnya, yang memberikan jendela ke hubungan manusia dan hewan lebih dari 3.000 tahun yang lalu.Kuda ini berasal dari Periode Menengah Ketiga, antara 1050-728 SM dan ditemukan lebih dari 5 kaki di bawah tanah di sebuah makam. Periode Menengah Ketiga, mencatat sejarah kematian Firaun Ramses XI pada 1070 SM, ditandai ketidakstabilan politik sebagai Kushites Nubia yang mulai mengatur ke dalam rezim politik, ekonomi dan militer kohesif.Fosil kuda tersebut, ditemukan bersama dengan beberapa bulu berwarna kekuningan yang tersisa, dan telah dikuburkan dalam posisi pemakaman dengan kain kafan.
Kisah Nyata Dokter Berbicara dengan Pasien Sekarat
 – Sakaratul maut atau sekarat merupakan fase yang pasti dialami setiap orang sebelum menjelang kematian. Pada fase ini orang akan mengalami hal paling menyakitkan yang memisahkan raga dan nyawanya. Saking sakitnya, orang yang sekarat jarang bisa berbicara dan bahkan kesadarannya sudah hilang.Tapi seorang dokter asal Arab Saudi bernama Dr Khalid Al-Jubair ini pernah mengalami kejadian mengerikan di mana ia berbicara dengan orang yang sedang sekarat.Dr Khalid yang merupakan seorang ahli bedah jantung mendapat panggilan dari seorang perawat bahwa ada salah satu pasien yang infusnya tidak berjalan dengan baik. Dia pun segera mendatangi pasiennya tersebut yang sudah dirawat di rumah sakit selama 6 bulan.
Waspada, Sejumlah Jalan Rusak Ada di Jakarta
 – Hujan yang bertubi-tubi mengguyur Jakarta menghasilkan sejumlah jalan rusak di mana-mana. Pada Februari 2016 ini menjadi cerita tersendiri yang harus diwaspadai para pengguna jalan, khususnya para penunggang kuda besi. Kerusakan yang terjadi pun sangatlah beragam.Di sejumlah titik terjadi pengelupasan aspal yang membuat jalan jadi bergelombang. Di sekitar gelombang jalan itu bertebaran kerikil yang bisa membuat sepeda motor bergoyang. Pemandangan seperti itu bisa dilihat di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, persisnya sebelum fly over Pancoran dari arah Semanggi.Contoh lain adalah di Jalan dekat kompleks Binamarga, Cipayung, Jakarta Timur. Selain aspal mengelupas, juga terlihat sejumlah jalan yang berlubang. Tidak percaya? Yuk simak berikut ini. 
Perkasanya Kereta Kuda Tempur Arjuna di Boyolali
Kereta kuda tempur itu begitu perkasa membawa tuannya ke medan perang. Dengan kecepatan yang tinggi, 13 ekor kuda perang siap menghantam para musuhnya, Kurawa. Basudewa Krisna mengemudikan kereta kuda tempur, sedangkan Arjuna membidik Karna dengan panahnya di Perang Baratayuda.Begitulah visual yang terlihat di Menara Arjuna Wijaya di jantung Kota Boyolali, yang berada tepat di Simpang Lima. Tokoh pewayangan itu menjadi salah satu ikon di kota tersebut, sebagai lambang kejayaan suatu kota yang selalu menang di tangan para kebajikan.Pandawa Lima adalah tokoh protagonis, mereka beradik-kakak yang terdiri dari Yudistira, Bimasena, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Karna sendiri sebenarnya masih bersaudara kandung dengan Yudistira, Bimasena, dan Arjuna. Sebab pemanah ulung itu juga adalah putra dari Dewi Kunti.
Liburan Sambil Menguak Sejarah Jalan Braga Bandung
 – Tak lengkap rasanya, kalau berlibur ke Kota Kembang Bandung tidak mampir ke Jalan Braga. Jalan Braga merupakan nama salah satu jalan utama yang ada di Kota Bandung. Jalan ini sudah terkenal sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda.Hingga saat ini Jalan Braga masih dipertahankan sebagai salah satu objek wisata di Bandung yang diminati oleh para wisatawan domestik dan mancanegara. Perlu kalian ketahui bahwa, Jalan Braga merupakan jalan kecil di depan pemukiman yang cukup sunyi hingga diberin ama Jalan Culik.Hal tersebut karena lokasi ini cukup riskan, dan juga dikenal sebagai Jalan Pedati (Pedatiweg) pada tahun 1900an. Konon, jalan ini baru dibangun saat dimulainya proyek pembuatan jalan Anyer-Panarukan yang saat itu dicetuskan oleh Daendels.
Tak Hanya Rambu, Jalan Ini Pun Ditutup Beton
VIVA.co.id – Pemerintah wajib menyediakan rambu dan marka jalan. Kelengkapan infrastruktur jalan itu diharapkan mampu membuat para pengguna jalan nya menjadi lebih selamat, serta aman dan nyaman. Tentu dengan catatan, rambu, dan marka jalan tadi bisa ditaati oleh para pengguna jalan. Lantas, bagaimana jika tidak ditaati?Ya, seperti di salah satu sudut Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, persisnya sebelum kedutaan besar Belanda, banyak tersebar rambu jalan. Mulai dari rambu yang menyatakan ada halte bus, larangan berhenti, larangan berbelok kiri hingga larangan masuk.Nah di jalan yang persis di samping halte bus, bahkan dipasang dua rambu, yakni larangan berbelok kiri dan larangan masuk. Jalan itu tak lebih dari 100 meter setelah perempatan Jalan HR Rasuna Said yang bertemu dengan Jalan Gatot Subroto. 
Kenalan Sama Frederick, Kuda Tertampan di Dunia
.co.id – Seekor kuda Friesian yang diberi nama Frederick, dijuluki sebagai kuda tertampan di dunia. Lahir di Netherland, Belanda, kuda berusia 16 tahun ini diimpor ke Amerika Serikat oleh Stacy Nazario, pemilik Pinnacle Fiesians, sebuah peternakan kuda di Arkansas.Nazario mengatakan bahwa, ia tahu ada sesuatu yang istimewa saat pertama kali melihatnya, dan instingnya ternyata terbukti benar. Hal tersebut karena, Frederick tumbuh menjadi kuda ternak yang memukau dan bisa membuat manusia cemburu dengan penampilannya itu.Foto-foto aksi terbaik Frederick itu telah menjadi viral, setelah dibagikan ribuan kali di media sosial. Orang-orang tidak percaya betapa cantik penampilannya, dengan tubuh berotot, mantel mengilap, dan surai hitam yang terurai. Bahkan, beberapa orang juga meyakini bahwa, ia adalah kuda terindah di muka bumi ini. 
Buaya Masuk 'Kandang' Kuda Nil Langsung Jadi Bulan-bulanan
 – Kuda nil biasanya tidak dianggap sebagai hewan yang berbahaya dan juga aktif. Tapi ketika salah satu dari mereka berada dalam bahaya, Anda baru tahu betapa protektifnya mereka. Bahkan tenaga bisa dikerahkan secara penuh, untuk mengatasi ancaman.Sebuah video yang baru-baru ini muncul di media sosial memperlihatkan, bagaimana kuatnya kelompok kuda nil. Saat mereka bersatu, bisa sangat mengerikan. Inilah yang terjadi di Serengeti, pada sekelompok kuda nil.Kelompok yang terdiri lebih dari 30 kuda nil yang terlihat menumpuk, tiba-tiba riuh saat seekor buaya memasukinya. Di mana buaya tersebut mencoba peruntungan untuk menangkap anak kuda nil. Lantas apa yang terjadi pada buaya tersebut?
'Memburu' Orang yang Meninggalkan Kuda Sekarat di Jalan
 – Di beberapa negara, kuda masih dijadikan sebagai sarana transportasi bahkan di kota-kota besar. Namun biasanya, transportasi ini dikhususkan untuk wisatawan, yang ingin menikmati kota dengan cara yang beda.Namun, tentunya pemilik kuda harus memperhatikan hewannya jangan sampai dianiaya. Seperti tidak memerhatikan makan dan minumnya. Bahkan, ada pemilik kuda yang membiarkan hewannya sekarat usai terjadi kecelakaan.Kuda ini diduga panik lalu berlari kencang hingga terjatuh usai menabrak mobil, dan dibiarkan berdarah di jalannya. Mirisnya, pemiliknya yang tidak berperasaan justru melarikan diri dari tempat kejadian.
Empat Singa Dewasa Coba Lumpuhkan Kuda Nil, Berhasilkah?
 – Kuda nil sepintas tidak menakutkan, bahkan terlihat lucu. Tidak seperti singa dan hewan pemangsa lainnya, yang sudah terkenal karena kekejamannya. Tapi siapa sangka, jika kuda nil menjadi salah satu hewan yang paling banyak membunuh manusia.Hewan yang mudah ditemukan di benua Afrika ini, memang hidup bebas dan cenderung mempertahankan wilayahnya. Mereka bahkan tidak segan-segan mengusir dan membunuh pemangsa yang mendekatinya, seperti buaya.Tapi bagaimana jadinya jika kuda nil besar berada di daratan, dan diserang empat ekor singa dewasa sekaligus? Apakah kuda nil ini berhasil menyelamatkan dirinya, atau menjadi santapan hewan pemangsa tingkat atas ini? Simak videonya di bawah ini.
Viral, Video Simpanse Sekarat Bertemu dengan Sahabatnya
 – Setiap makhluk hidup yang bernyawa pasti akan mengalami penuaan dan kemudian mati. Dan saat kita berangsur-angsur menua, tentu menginginkan ada seseorang yang berada di samping kita setiap saat.Bahkan hewan sekalipun, menginginkannya adanya seseorang yang menemani di saat-saat terakhir hidupnya. Hal inilah yang terjadi pada seekor simpanse yang sedang sekarat, di mana ia bertemu dengan 'teman lamanya' yang juga sudah tua.Dan saat mereka bertemu untuk memberikan perpisahan, menjadi sebuah pertemuan yang sangat emosional. Bahkan rekaman video kedua 'sahabat' ini menjadi viral, di mana banyak orang yang mengalami kesedihan yang sama yang dialami mereka.
Ini Senggolan di Jalan yang Berdampak Fatal
Jalan raya punya sejuta misteri. Ada kisah relawan yang rela mendedikasikan waktu memunguti ranjau paku hanya demi kenyamanan pengguna jalan. Bahkan, ada kisah runtuhnya tiang ekonomi karena kepala keluarga direnggut petaka jalan raya.Dari beragam kisah itu kita memetik satu pelajaran berharga, yang senantiasa waspada ketika berkendara. Kisah Ramantyo, kita sapa saja demikian menjadi salah satu misteri di jalan raya. Semua berawal ketika pria beristri itu menunggang kuda besi di jalan raya. Siang itu lalu lintas jalan terpantau ramai lancar.Cuaca pun terlihat cerah dengan sedikit awan menghiasi langit. Dia pun melaju dengan kecepatan normal, yakni 50 kilometer per jam. Di salah satu titik jalan yang dilintasinya, Ramantyo dikejutkan oleh kehadiran pedestrian. €œSaya melihat, tapi karena sudah dekat sulit untuk menghindar, urainya.
Perhatikan Apa yang Terjadi Saat Singa Serang Kuda Nil
.co.id – Seekor singa betina terlihat sedang berjalan-jalan di padang savana, higga akhirnya dia menemukan seekor kuda nil sedang beristirahat. Lantas ia pun menganggap, jika kuda nil tersebut bisa menjadi makanan yang mengenyangkan.Video yang diambil di dekat cagar suaka Maasai Mara di Kenya ini, menangkap seekor kucing besar yang penasaran dengan apa yang pada awalnya dianggap makanan yang mudah sekali dilumpuhkan.Singa itu mengendus bagian belakang kuda nil, dan hendak menggigit hewan yang tampak lemah tersebut. Namun kuda nil tersebut tampak terkejut dan langsung melompat dengan kakinya. Selanjutnya hal yang tidak disangka-sangka terjadi.
Viral, Foto Jeritan Sekarat Seekor Ular saat Ditelan Kodok
 – Ular sangat terkenal karena mudah menelan mangsa mereka, tapi hal ini tidak berlaku dengan seekor ular malang ini. Beberapa hari terakhir media sosial ramai menggunakan gambar yang nampaknya menunjukkan jeritan seekor reptil yang sekarat saat ditelan seekor kodok hijau.Para ahli percaya kalau foto tersebut diambil dari Australia, meskipun pemilik foto tersebut tampaknya belum mau menunjukkan diri. Netizen menanggapi foto tersebut dengan membuat meme lucu, seperti foto “Presiden AS Donald Trump dengan gambar kodok yang muncul di mulutnya”.Foto ini menjadi viral kembali setelah seorang pengguna Reddit memostingnya ke situs tersebut dengan judul ‘One Last Scream Into the Abysssss.’ Sejak saat itu, foto tersebut telah banyak dibagikan secara online.
Biar Dianggap Kuat, Pria Ini Gendong Kuda
 – Kuda merupakan hewan yang keberadaannya sangat membantu manusia. Zaman dulu kuda dijadikan sebagai alat transportasi, entah itu sebagai dokar atau pun menarik barang. Bahkan kuda kerap ditunggangi manusia untuk bepergian. Namun apa yang dilakukan pria yang satu ini justru kebalikannya. Jika orang lain menunggangi kuda, maka pria ini justru menggendong kuda.Dilansir dari Odditycentral.com, pria bernama Dmytro Khaladzi, ini memang sengaja menggendong kuda untuk membuktikan seberapa kuat dirinya. Khaladzi yang sebelumnya bekerja sebagai pemain sirkus ini ingin agar orang lain tahu bahwa dirinya benar-benar kuat dan tak salah jika namanya dimasukkan dalam buku rekor dunia.Ya, pria asal Ukraina tersebut telah 63 kali mencatatkan namanya di Guiness Book of World Records. Sebelum menggendong kuda, Khaladzi pernah membengkokkan enam paku sepanjang 20 cm dalam waktu 90 detik. Tak hanya itu, ia juga pernah mengangkat batu seberat 152 kg dengan satu tangan. 
Ditemukan Fosil Janin Kuda Berusia 48 Juta Tahun
Para peneliti baru-baru ini telah menemukan fosil seekor hewan purba, yang mirip dengan kuda di sebuah lokasi bekas penambangan di Darmstadt, Jerman. Yang mengejutkan di antara tulang belulang hewan tersebut, di bagian rahim, terdapat fosil yang masih berupa janin.Fosil berusia 48 juta tahun itu diyakini merupakan sisa-sisa dari spesies yang merupakan nenek moyang kuda, yang dikenal dengan Eurohippus Messelensism. Kuda purba betina itu sedang dalam keadaan hamil ketika ia meninggal. Seperti dilansir Dailymail, 7 Oktober 2015, para peneliti mengungkapkan bahwa merupakan hal yang sangat luar biasa, karena tubuh fosil masih dalam kondisi terawat dengan baik, bahkan janin belum hancur.
Sekarat, Miliarder Ini Bagi-bagi Uang pada Orang Miskin
Jika Anda orang yang sangat kaya, dan Anda tahu ajal akan segera tiba, apa yang akan Anda lakukan dengan semua uang milik Anda? Apakah Anda hanya akan menyimpannya, atau melakukan sesuatu yang mulia dengan semua kekayaan Anda?Sebuah video yang diunggah ke halaman Facebook Danified ini, menunjukkan seorang miliarder kaya-raya asal Myanmar yang tengah sekarat sedang membagi-bagikan uang kepada orang miskin. Dia sadar semua uangnya tidak akan ia bawa setelah mati.Dalam video berdurasi pendek itu, terlihat tumpukan uang di atas meja dengan beberapa orang sedang membagikan uang kepada warga miskin. Sementara itu, sang miliarder dermawan terlihat duduk di kursi dengan mengenakan baju putih menyaksikan kekayaannya dibagikan kepada orang yang membutuhkan.
Cuplikan Langka Orcas Memburu Paus Minke Besar
.co.id – Sebuah rekaman langka yang luar biasa menunjukkan, saat sekelompok orcas memburu dan membunuh paus minke yang sedang sendirian.Sekitar enam orcas, baik muda maupun dewasa, terlihat memburu dan mengelilingi paus minke, sebelum merobek dagingnya. Video tersebut juga menangkap, rasa nyeri yang dirasakan oleh paus minke yang cukup menyayat hati, dan saat para pemburu, orcas, menancapkan gigi-gigi tajam mereka ke dalam paus minke.Pengejaran yang mematikan ini terjadi di Teluk Avachinsky di Samudra Pasifik, di lepas pantai Siberia timur jauh. Penasaran seperti apa videonya? Simak di bawah ini.
Sepuluh Kuda Perang Paling Terkenal dalam Sejarah
Kuda Equus Caballus atau Equus Ferus Caballus adalah salah satu dari 10 spesies modern mamalia dari genus Equus. Hewan ini telah sejak lama menjadi hewan peliharaan yang penting secara ekonomis dan historis dan telah memegang peranan penting dalam pengangkutan orang atau barang sejak ribuan tahun yang lalu.Selain sebagai alat angkut manusia atau barang, kuda juga terkenal karena keberanian, kecepatan atau kesetiaannya kepada para pejuang dan militer. Mereka menyaksikan dan ikut serta dalam banyak pertempuran untuk membawa tuan mereka meraih kesuksesan atau kegagalan. Inilah 10 kuda perang paling terkenal dalam sejarah.1. Kuda ChetakKuda Chetak adalah kuda perang paling terkenal dalam sejarah milik Maharana Pratap, seorang Raja Rajput dari India Utara. Kuda berjenis jantan ini terbunuh akibat luka yang dideritanya dalam pertempuran Haldighati pada tanggal 21 Juni 1576. Pertempuran itu dilakukan antara Raja Rajput dengan Mughal. Kemudian Maharana Pratap membangun sebuah monumen untuk kudanya di Haldighati, tempat Chetak terjatuh yang sekarang terletak di Distrik Rajsamand di Rajasthan.Baca Selengkapnya...