Popular articles, quotes and videos. Content created and submitted by Kancyl users is dedicated to public domain.

5 Tipe Cara Asuh Orangtua yang Merusak Mental Anak

 – Bagaimana hubungan terhadap orangtua akan memengaruhi kita sepanjang hidup dan membentuk kepribadian, kebiasaan, dan kepercayaan diri anak? Jika cukup beruntung, orangtua akan memberikan pengaruh positif pada kehidupan kita.

Namun jika tidak, maka yang terjadi adalah sebaliknya. Pertanyaannya, apa yang akan terjadi jika kita tumbuh dalam rumah dengan orangtua 'bermasalah'? Dr. Terri Apter, seorang psikolog dan pengarang buku 'Difficult Mothers: Understanding and Overcoming Their Power', telah banyak meneliti tentang para orangtua yang bermasalah.

Dalam bukunya, ia mendefenisikan lima tipe orangtua yang bisa merusak mental anak dan bagaimana cara mengubah dampak negatif yang mereka tinggalkan menjadi energi positif. Para orangtua yang memiliki anak kecil juga akan menemukan bahan menarik. Pengetahuan ini akan mencegah orangtua membuat banyak kesalahan ketika membesarkan anaknya. 

Read Full Article
Tiga Kebiasaan Orangtua yang Buat Masa Depan Anak Hancur
Setelah menjadi orangtua, biasanya pasangan suami istri menjadi lebih lembut dalam bersikap. Hal ini untuk memperlihatkan pada anak bahwa orangtuanya baik dan supaya sang anak dekat dengan orangtuanya.Naluri orangtua pada anak, biasanya mereka akan memperlakukan anaknya dengan lebih baik. Orangtua melakukan hal tersebut agar sang anak dapat sukses di masa depan. Tapi ternyata, ada beberapa perbuatan yang dirasa orangtua baik justru mengancam masa depan anaknya.Yang pertama adalah terlalu membela anak. Kebanyakan orangtua tidak tega, jika sang anak dimarahi atau dihukum orang lain meskipun anak telah melakukan kesalahan. Hal ini justru akan membuat anak semakin berani, karena ia berpikir akan dibela oleh orangtua meskipun salah.
4 Tips Atasi Orangtua yang Suka Semaunya pada Anak
Setiap orangtua tentu memiliki cara mendidik anak berbeda-beda. Ada yang orangtua disiplin, lemah lembut, yang selalu menuruti kemauan anak, ada juga yang bertindak sewenang-wenang atau otoriter.Sebenarnya, menghadapi orangtua seperti ini tidak terlalu sulit, yang terpenting kita patuhi saja keinginan mereka. Ada juga cara lain yang dapat dilakukan. Apa saja itu?Dimulai dengan tidak pernah berbohong pada orangtua. Setiap orangtua pasti akan kecewa, jika anaknya berbohong, terlebih orangtua tipe otoriter ini. Orangtua tipe ini akan lebih mengekangmu, jika kamu ketahuan berbohong dan tidak akan membiarkanmu melakukannya lagi.
10 Hukuman Anak yang Pernah Diberikan Orangtua
Anak merupakan titipan Tuhan, jadi sudah seharusnya bagi orangtua untuk merawat dan menjaga anak dengan sebaik-baiknya. Di dalam keluargalah, sang anak akan mendapatkan sebagian besar pengetahuan akan mana yang baik dan benar, mana yang boleh dilakukan atau tidak.Bila seorang anak berhasil melakukan sesuatu, sudah sepantasnya orangtua memberikan penghargaan pada sang anak. Tapi karena masih kecil, tidak jarang anak juga melakukan kesalahan.Ketika anak melakukan kesalahan, tidak sedikit juga orangtua yang akan memberikan hukuman. Dan berikut ni adalah 10 hukuman anak terburuk yang pernah diberikan oleh orangtua. Apa saja?
Haruskah Kehadiran Orangtua 24 jam Bersama Anak?
Kehadiran orangtua bersama anak, merupakan tuntutan perkembangan anak. Setiap anak belum memiliki kemandirian fisik, motorik, kognitif, emosi, dan sosial, sehingga sangat membutuhkan sekali bantuan orangtuanya. Karena itu, kebersamaan orangtua terhadap anaknya adalah kewajiban dalam pembangunan karakter anak tersebut.Pertanyaan akan muncul, yaitu berapa lama orangtua bersama anak dalam satu harinya? Apakah 24 jam, atau sebagian waktu saja? Secara pasti, anak akan selalu bersama orang dewasa selama 24 jam. Seorang anak tidak akan mungkin hidup tanpa kehadiran orangtua. Bagaimana mereka makan, minum, tidur tanpa kebersamaan orangtua, karena itu suatu jawaban yang pasti adalah orangtua selalu 24 jam bersama anak.Pertanyaan muncul kembali, yaitu apakah orangtua harus 24 jam bersama anak? Tentunya, secara kuantitatif orangtua tidak selalu harus bersama anaknya. Yang penting adalah secara kualitatif orangtua bersama anak pada saat yang tepat, sehingga dapat memenuhi kebutuhan anaknya baik secara mental maupun spritual. Baca Selengkapnya...
Golongan Orangtua yang Batal Masuk Surga karena Anaknya
Orangtua memiliki kewajiban dalam mendidik dan mengasuh anak dengan tuntutan agama. Hal tersebut harus dilakukan, agar anak bisa menjadi sosok yang saleh. Namun, tidak semua orangtua bisa melakukan tanggung jawab tersebut.Masih banyak orangtua saleh, namun memiliki anak yang suka berbuat maksiat. Hal ini bisa terjadi karena faktor dari si anak sendiri dan lingkungan mereka. Hal ini berpotensi membawa anak masuk ke jurang neraka di akhirat kelak.Namun, tidak hanya akan menyeret dirinya sendiri, anak tersebut juga bisa membuat orangtua yang sudah divonis akan masuk surga, akhirnya batal dan justru terjerumus ke dalam neraka. Golongan orangtua bagaimanakah yang akan mengalami nasib seperti itu?
Lima Cara Mendidik Anak agar Patuh pada Orangtua
Para orangtua sering merasa kewalahan saat menghadapi sikap dan tingkah laku anaknya. Anak sering tidak patuh pada perintah atau larangan orangtua. Sering membantah dan menentang, apa yang dikatakan orangtua.Anak yang berperilaku menyimpang di sekolah, sering berhulu dari sikap dan tingkah laku terhadap orangtuanya di rumah. Anak yang tidak patuh pada orangtuanya sendiri di rumah, boleh jadi akan sulit mematuhi guru dan peraturan di sekolah.Sudah langka terjadi, jika anak di rumah, seorang pembangkang, suka membantah orangtua dan tidak patuh, akan berubah baik dan patuh di sekolah. Anak patuh dalam pengertian ini bukanlah anak yang selalu menurut kepada orangtua. Anak patuh maksudnya adalah anak yang secara natural ingin mendengarkan nasihat orangtua.
Sudahkah Anda Mendoakan Orangtua Setelah Salat?
Orangtua adalah dua orang yang paling dekat dengan kita. Dari kita kecil, bahkan sebelum lahir, orang tualah yang paling sayang terhadap kita, menerima apapun diri kita. Kita tahu bahwa orangtua selalu ada untuk anak-anaknya. Mereka senantiasa menyerahkan seluruh jiwa raga demi anaknya.Tentu saja doa mereka selalu dipanjatkan kepada Allah Ta ala untuk anak-anaknya. Tapi, apakah sebagai anak kita sudah mendoakan orangtua setiap selesai salat? Seberapa seringkah kita berdoa untuk orangtua?Mendoakan orangtua setelah selesai salat itu sangat penting. Ingatlah pengorbanan orangtua untuk kita. Apa yang kita lakukan untuk mereka rasanya tidak akan cukup. Sekalipun kita pernah kecewa atau marah pada orangtua, tapi janganlah terlalu lama.
Lima Tips agar Anak Terbuka pada Orangtua
Tentu menyenangkan jika orangtua dapat dekat dengan anak. Hubungan antara orangtua dan anak tidak hanya formalitas saja, melainkan seperti sahabat. Di mana orangtua dijadikan tempat curhat dan berbagi segala apa yang dirasakan oleh anak.Jika anak sudah dekat dengan orangtua, hingga dewasa pun hubungan ini akan tetap terjaga. Anak juga akan menjadi pribadi yang patuh pada orangtua. Tapi, bagaimana cara agar anak dapat terbuka pada orangtua?Dimulai dengan tidak men-judge dan membentak anak. Jangan mudah melontarkan label pada anak, terlebih label yang buruk. Jangan juga mudah membentak anak meski mereka melakukan kesalahan. Memberi label dan membentak anak, akan menjadikan anak takut, apatis, dan tertutup.
Sikap Orangtua yang Bisa Membuat Anak Jadi Tak Percaya Diri
Setiap orangtua pasti menginginkan dan mengharapkan agar sang buah hati bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, terutama pada sikap, sifat, dan rasa kepercayaan dirinya. Berbicara tentang rasa percaya diri yang dimiliki oleh anak, besar kecilnya rasa percaya diri dari sang anak itu biasanya dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Yaitu pergaulannya dengan siapa, di lingkungan yang seperti apa, dan bagaimana cara orang tua mendidik.Semua itu akan menentukan kepribadian anak, termasuk rasa percaya dirinya. Inilah yang perlu diperhatikan oleh para orangtua. Dalam mendidik anak, pastikan tidak memberinya tekanan yang terlalu berat atau sebagainya. Hal ini ditujukan agar rasa percaya diri anak tidak hilang. Ketahuilah, biasanya sikap orang tua yang seperti inilah yang membuat anak menjadi tidak percaya diri.Terlalu sering turun tangan membantu anak setiap kali anak akan melakukan hal apapun yang diinginkannya. Sebagian orangtua selalu merasa tidak tega dan selalu ikut campur. Justru inilah yang nantinya bisa membuat anak merasa tidak percaya diri karena selalu dibantu oleh orangtua. Oleh sebab itu, bagi para orangtua, jangan pernah melarang sang anak untuk mengambil risiko yang dirasa mampu untuk dilakukannya.Baca Selengkapnya...
Cara Mendidik Psikologi Anak yang Baik dan Benar
.co.id – Bagaimana cara mendidik psikologi anak yang baik dan benar sebagai orangtua? Penting sekali bagi seorang ibu atau ayah memahami pendidikan yang tepat untuk anak Anda kelak. Pada dasarnya sifat dan karakter anak ditentukan oleh dua hal, yaitu keluarga dan lingkungan tempat ia bermain (sekolah dan masyarakat).Pendidikan di awal ini akan membentuk nasib masa depan anak, seperti profesi atau karier seperti apa yang akan ia jalani, termasuk tipe jodoh seperti apa yang akan ia sukai.Tentunya di sini orangtua memiliki peran krusial dalam membentuk karakter dan memahami psikologi anak sedini mungkin. Cara mendidik anak sekarang berbeda dengan zaman dahulu, sekarang sudah zamannya informasi teknologi, anak-anak Anda dengan mudah mengakses berbagai ilmu dan informasi, termasuk konten-konten negatif yang ada di internet, karena itu pengawasan orangtua amat sangat penting.Baca selengkapnya...
Kumpulan Cara Mendidik Anak Yang Baik Dan Benar | Tema Kita
Tantangan nomor satu orang tua adalah membesarkan si kecil dengan cara mendidik anak yang baik dan benar dan dikehendaki kedua pasangan. Ini karena hal yang diajarkan kepada anak sejak dini dapat melekat hingga ia dewasa. Cara Mendidik Anak Yang Baik dan Pintar Setiap pasangan tentu mempunyai cara mendidik yang berbeda terhadap anak. Menurut psikolog, Diana Baumrind, orang tua mempunyai tiga gaya pola asuh. Manakah yang menjadi gaya pola asuh Mam dan Pap?
Buang 6 Penyakit Miskin 'Mental' Ini dari Diri Anda
Seseorang yang mempunyai "kaya mental", meskipun dia dihadapkan pada pilihan atau tantangan yang sangat sulit, mereka tidak akan pernah menyerah. Sebaliknya, orang yang "miskin mental", saat dihadapkan pada masalah yang mudah pun akan memandangnya sangat sulit.Sebenarnya, orang yang kaya mental juga selalu dihadapkan dengan hal-hal yang memengaruhi dirinya untuk menyerah, tetapi orang ini selalu menghindar dan tidak pernah menyerah. Lantas, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda ingin menjadi orang sukses?Jika jawaban Anda ya, maka buang penyakit miskin mental berikut ini pada diri Anda. Lantas, apa saja yang termasuk pada penyakit miskin mental itu? Langsung saja simak penjelasannya berikut ini.
Lima Cara Efektif Bantu Anak Belajar di Rumah
Tidak diragukan lagi, betapa pentingnya peran orangtua dalam meningkatkan prestasi anak. Waktu anak lebih banyak berada di rumah, termasuk bersama kedua orangtua.Kondisi ini memungkinkan orangtua untuk memantau perkembangan belajar, memberikan dorongan, dan membantu anak untuk belajar di rumah. Dalam hal membantu anak belajar di rumah, banyak cara yang dapat dilakukan orangtua.Ini bukan berarti orangtua harus berperan sebagai guru, menggantikan peran guru di sekolah ketika anak berada di rumah. Lantas, apa saja cara yang dapat dilakukan orangtua di rumah?
Kekerasan Pada Anak yang Tanpa Sengaja Dilakukan Orangtua
Setiap orangtua tentu sangat menyayangi anaknya, hanya saja cara yang dilakukan berbeda-beda. Meskipun terkadang orangtua marah, namun hal tersebut semata-mata karena mereka menyayangi anaknya dan mengharapkan si anak dapat melakukan sesuatu yang benar.Terlepas dari itu semua, ternyata tanpa sadar orangtua pernah menyakiti anaknya. Lantas, apa yang dilakukan oleh orangtua hingga tak segan menyakiti hati anaknya? Tidak ada kasih sayang yang disertai kekerasan.Kasih sayang ada disertai dengan kelembutan dan penghargaan. Yang terpenting adalah mengetahui, apakah orangtua merasa mencintai anaknya dan apakah anak sudah merasa dicintai orangtua.
Kewajiban Anak, Jaga Nama Baik Orangtua
Keluarga merupakan suatu unit kecil sosial. Di dalam suatu keluarga, umumnya terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Masing-masing anggota keluarga tentu mempunyai kewajiban tersendiri. Kewajiban ayah sebagai kepala keluarga, ibu sebagai ibu rumah tangga, dan anak yang harus menjaga nama baik orangtua.Namun, faktanya kebanyakan anak bukan membuat orangtua bangga. Tetapi, banyak anak yang justru menghancurkan nama baik orangtua mereka. Bagi Anda yang belum memahami tentang kewajiban anak dalam menjaga nama baik orangtua, berikut beberapa usaha yang dapat Anda lakukan untuk menjaga nama baik orangtua.Menghormati orangtua. Menghormati orangtua bukan berarti Anda memberikan hormat dengan mengangkat tangan. Tetapi, memberikan rasa hormat, salah satunya dengan memanggil orangtua dengan sebutan ayah dan ibu atau yang mempunyai makna sama dengan itu.
Memberi Uang Bulanan pada Orangtua, Haruskah?
Membahagiakan orangtua, atau mertua termasuk satu hal yang wajib dilakukan oleh seseorang setelah menikah. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membahagiakan orangtua serta mertua, salah satunya dengan memberikan uang bulanan pada mereka.Mungkin, tidak semua orangtua mau menerima uang tunjangan dari anaknya, karena ada orangtua, atau mertua yang kondisi ekonominya sangat berkecukupan, atau bahkan lebih, sehingga justru bisa menunjang kehidupan anak dan menantunya.Namun, hal ini tidak berlaku bagi orangtua, atau mertua yang penghasilannya pas-pasan, atau kurang, jika tidak dibantu. Jika demikian kenyataannya, lalu dalam kondisi bagaimanakah anak wajib memberi uang bulanan pada orangtua, atau mertua?
Alasan dan Cara Atasi Anak Sering Menangis di Tempat Umum
Anak yang cerdas adalah dambaan semua orangtua. Tapi, cerdas tidak selalu berkaitan dengan akademiknya. Sopan santun dalam berperilaku dan berucap juga menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi orangtua. Sayangnya, kita seringkali melihat anak-anak menangis, bahkan menjerit di tempat umum.Selain mengganggu ketenangan, ini juga akan membuat orangtua malu karena tingkah anak tersebut. Lalu, apa penyebab anak menangis di tempat umum? Sebenarnya, penyebab anak menangis dan berteriak di tempat umum merupakan cerminan pola asuh salah yang dilakukan oleh orangtua. Lantas pola asuh seperti apa yang salah?Benjamin Spock, M.D, seorang psikiater anak, dan Stanley Turecki, M.D, seorang psikolog anak, mengatakan bahwa perilaku anak yang benar-benar di luar kontrol merupakan refleksi kurangnya perhatian pada anak dari orangtua dalam keseharian. Bagi anak, perhatian orangtua yang tidak terbagi adalah suatu hal yang "mewah" untuk mereka.Baca Selengkapnya...
4 Peran Penting Orangtua agar Anak Berprestasi
Orangtua mana yang tidak ingin anaknya berprestasi? Setiap orangtua, pasti menginginkan anaknya berprestasi, entah di bidang intrakurikuler, atau ekstrakurikuler di sekolahnya.Sayangnya, tidak semua anak memiliki ambisi yang besar untuk meraih prestasi. Orangtua sering memberikan target terhadap anak secara berlebihan, akibatnya akan membuat anak tertekan. Ujung-ujungnya, anak menjadi tidak nyaman dan mogok belajar. Lantas, apa yang harus dilakukan orangtua?Ada dua hal yang mutlak dilakukan, agar orangtua mempunyai standar untuk mengoptimalkan potensi yang ada dalam diri si anak. Jika kemampuan anak hanya rata-rata, tidak boleh dipaksa untuk meraih prestasi sampai di atas rata-rata.
5 Tipe Cara Asuh Orangtua yang Merusak Mental Anak
 – Bagaimana hubungan terhadap orangtua akan memengaruhi kita sepanjang hidup dan membentuk kepribadian, kebiasaan, dan kepercayaan diri anak? Jika cukup beruntung, orangtua akan memberikan pengaruh positif pada kehidupan kita.Namun jika tidak, maka yang terjadi adalah sebaliknya. Pertanyaannya, apa yang akan terjadi jika kita tumbuh dalam rumah dengan orangtua 'bermasalah'? Dr. Terri Apter, seorang psikolog dan pengarang buku 'Difficult Mothers: Understanding and Overcoming Their Power', telah banyak meneliti tentang para orangtua yang bermasalah.Dalam bukunya, ia mendefenisikan lima tipe orangtua yang bisa merusak mental anak dan bagaimana cara mengubah dampak negatif yang mereka tinggalkan menjadi energi positif. Para orangtua yang memiliki anak kecil juga akan menemukan bahan menarik. Pengetahuan ini akan mencegah orangtua membuat banyak kesalahan ketika membesarkan anaknya. 
Tips Mudah Membangun Mental yang Positif
Mental yang positif perlu dibangun dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena dengan pola mental yang positif, kita dapat memberikan dampak yang positif pula kepada orang lain dan lingkungan sekitar.Dengan mental yang positif akan terciptalah suatu pola kehidupan masyarakat yang selalu menjunjung tinggi kemanusiaan yang adil dan beradab. Tantangan yang kita hadapi sekarang adalah, bagaimana merubah pola mental negatif yang ada pada diri kita menuju pola mental yang positif.Begitu banyak yang harus dilakukan dan begitu panjang waktu yang diperlukan untuk hal ini. Dari itu semua, kita bisa memulai dari hal-hal kecil yang akan merubah pola mental kita menjadi positif secara perlahan namun pasti. 
8 Tipe Anak SMA Ini Pasti Ada di Sekolah, Kamu yang Mana?
 – Jadi anak SMA memang menyenangkan bukan? Ya, di sinilah kita mulai mencari jati diri kita sebenarnya dan menentukan mau jadi apa di masa depan nanti. Tak hanya soal belajar, masa-masa SMA juga dipenuhi warna-warni kenangan yang indah.Ada satu hal unik yang ada di SMA, yakni tipe-tipe muridnya yang memiliki sifat dan kepribadian berbeda. Ada tipe pemalas, tipe playboy, rajin belajar, dan yang pasti selalu ada di setiap kelas, yakni murid nakal.Tipe-tipe murid seperti ini pasti ada di SMA kamu dulu. Lalu, kamu sendiri termasuk tipe murid SMA yang mana? Langsung saja yuk, simak ulasannya berikut ini.
Enam Tips Mendidik Anak agar Patuh pada Orangtua
Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya patuh dan tidak membangkang. Tapi, untuk menjadikan anak patuh itu tidaklah mudah, perlu kesabaran dalam mendidik.Mendidik anak bukan dengan cara kekerasan, jika hal ini terjadi bukannya anak menjadi patuh, tapi malah menjadi takut pada orangtua, dan bisa jadi malah membangkang. Oleh karena itu, salah satu kunci agar anak menjadi patuh adalah, didikan yang benar dari orangtua. Bukan dengan kekerasan fisik maupun psikis, tapi dengan cara-cara seperti di bawah ini. Beri contoh positif. Anak adalah peniru terbaik dari orangtuanya. Oleh karena itu, berilah contoh-contoh positif supaya anak mengikuti apa yang dilakukan oleh orangtua. Tanpa disuruh, anak akan melakukan hal baik tersebut.
Ketika Para Orangtua Berhenti Membaca
Seseorang bertanya, apa yang membedakan anak-anak dan orangtua dalam hal membaca? Yang membedakan adalah jenis bacaannya. Anak-anak membaca cerita, orang dewasa membaca buku tabungan.Oh ya, ada lagi perbedaannya, anak-anak dipaksa orangtua mereka untuk membaca sedangkan orangtua terpaksa berhenti membaca demi anak-anak mereka. Dua jawaban tadi mungkin akan sedikit membuat para orangtua tersenyum.Karena itulah kenyataannya. Dan anak-anak mereka nantinya akan mengikuti pola mereka, yaitu banyak membaca saat masih anak-anak, memutuskan pensiun saat telah bekerja. Seolah membaca hanyalah aktivitas wajib untuk anak-anak.