Popular articles, quotes and videos. Content created and submitted by Kancyl users is dedicated to public domain.

Kalau Tidak Punya Empati, Apa Harga Hidup Ini?

 – Saat tak sengaja membuka linimasa Facebook, ada seorang kenalan yang bercerita bahwa ia sedang berada di Tanah Suci Mekkah untuk menunaikan ibadah umrah. Menurut penuturannya, ini merupakan kali ketiga melakukan ibadah umrah.

Kebetulan, Mekkah dekat dengan tempat tinggalnya di seputaran Madinah, sesuai dengan tempat yang disediakan perusahaan tempat suaminya bekerja. Seperti biasa, postingan tersebut dikomentari oleh kawan yang lainnya.

Dan, ada salah satu yang berkomentar seperti ini, “Senang ya, bisa bolak-balik datang ke situ. Kalau di sini ada yang sudah nabung bertahun-tahun ingin ke situ, eh malah ditipu.”  Rasanya sangat sedih, karena cerita tentang masyarakat kita yang ramah tamah, gotong-royong guyub rukun, seolah hanya menjadi dongeng belaka.

Read Full Article
Rahasia Dapatkan Hidup Bahagia yang Sering Diabaikan
Setiap orang tentu berharap untuk bisa memiliki kehidupan yang bahagia. Namun, akan ada masa di mana Anda harus merasakan sedih, kecewa, dan depresi. Banyak orang yang berpendapat, bahwa kebahagiaan dalam hidup hanya tentang bagaimana cara kita memandang hidup.Kebahagiaan hidup bukan berarti kita mempunyai segala hal yang kita inginkan. Tetapi, lebih kepada mempunyai apa yang kita butuhkan. Meskipun kebahagiaan tidak akan selamanya dirasakan, tetapi ada beberapa tips rahasia yang bisa dilakukan untuk memperoleh kebahagiaan dalam hidup.Miliki pendekatan positif terhadap hidup. Hidup ini akan terlihat sesuai dengan cara pandang yang kita pakai untuk melihatnya. Ada dua cara pandang orang dalam melihat kehidupan. Pertama, cara pandang yang negatif, dan yang kedua, melihat hidup dari sisi positif.
Bagaimana Perempuan Bisa Jago Bersolek Sekaligus Intelek
 – Girls, kalian pernah mengalami ini tidak sih? Mau pergi, bingung mau pakai baju apa, jilbab apa, rok apa, sandal apa. Eh tapi, kalau sandal tidak terlalu bingung, soalnya cuma punya satu-dua sandal saja.Kalau lipstik? Untungnya cuma punya satu. Pensil alis? Punya, tapi cuma buat koleksi, tidak suka gambar alis karena memang tidak bisa menggambar. Blush on, eye shadow, eye liner, atau maskara?Aduh, tidak punya yang kayak begituan. Apalagi, jika ditanya cara memakainya, ya pasti gak bisalah. Jangankan punya perlengkapan make up ini-itu, punya bedak padat saja tidak. Cuma punya bedak baby, maklum baby face.
Enam Hal yang Tidak Perlu Anda Pedulikan dalam Hidup
Sebagai manusia, kepedulian kita terhadap sesuatu biasanya mencerminkan kualitas diri kita. Semakin kita peduli, maka biasanya semakin baik kualitas kepribadian kita.Karena dengan punya sikap peduli, kita termasuk golongan orang-orang berhati peka dan tidak apatis. Tapi tidak selamanya seperti itu, ada juga hal-hal yang tidak perlu kita pedulikan dalam hidup. Apa saja?Orang-orang yang tidak peduli dengan Anda. Anda benar-benar tidak butuh orang seperti ini. Tidak usah dipikirkan. Buat apa memikirkan orang yang tidak memikirkan Anda? Toh, hidup kita tidak tergantung sama dia. Kalau Anda sibuk memikirkan orang yang tidak peduli dengan Anda, Anda tidak akan punya waktu untuk menghargai orang-orang yang sayang dan peduli dengan Anda.
Mau Hidup Sehat Dan Berwarna? 10 Cara Ini Adalah Jawabannya
Memiliki hidup sehat dapat memberikan banyak manfaat bagi kehidupan kita. Dengan tubuh yang sehat, kita bisa melakukan aktivitas kita dengan normal dan bertenaga. Untuk mendapatkan hidup yang sehat dan lebih berwarna bukanlah sekedar mimpi belaka. Ada 10 gaya hidup yang bisa menjamin hidup kamu menjadi lebih positif. Apa saja gaya hidup tersebut? Berikut ini tahupedia akan membahas satu persatu gaya hidup yang bisa membuat hidup lebih sehat dan berwarna
Ini Dia Negara dengan Peringkat Empati Tertinggi
Rasa empati, hampir dapat dipastikan bahwa semua orang memilikinya. Secara sederhana empati bisa diartikan sebagai kemampuan dengan tingkat yang berbeda pada masing-masing orang, yang berkaitan dengan keinginan untuk menolong sesama.Tidak hanya itu, empati juga berkaitan dengan mencoba memahami dan mengalami emosi yang sama dengan orang orang lain, mengetahui apa yang orang lain rasakan dan pikirkan, serta adanya rasa untuk menghilangkan garis batasan antara diri dan orang lain.Berhubungan dengan empati, maka pernahkah terpikirkan oleh kita, negara mana saja yang memiliki tingkat empati paling tinggi? Nah, menjawab pertanyaan tersebut, maka baru-baru ini para ilmuwan dari Michigan State University di Amerika Serikat, telah melakukan sebuah survei unik terkait dengan tingkat empati di dunia.
Puasa Melanggar Aturan Mestinya Bisa Dijadikan Tradisi
Saat Ramadan tiba, ucapan syukur berkembang di jagat raya. Mensyukuri apa yang selama ini diraih, sekaligus menjalankan ibadah puasa di bulan penuh ampunan. Kaum muslim beribadah puasa satu bulan penuh. Melatih kesabaran dan menyuburkan empati pada sesama.Mulai awal Juni 2016, kaum muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah yang luar biasa, sarat dengan makna. Ibadah puasa dilakukan sejak matahari terbit hingga matahari terbenam. Menahan haus lapar serta menahan emosi dan segala nafsu angkara murka.Pada akhir perjuangan, mereka memetik jiwa yang suci. Pada gilirannya, buah ibadah Ramadan melahirkan sosok yang tak semata punya kesabaran tinggi, tapi juga peduli pada sesama penghuni jagat raya. Semestinya, sosok yang seperti itu juga terefleksi di jalan raya.
Ada Apa dengan Brebes?
Kalau mendengar kata Brebes, apa yang ada dalam pikiranmu? Hanya bawang dan telur asin saja? Atau justru kejadian macet berhari-hari di Gerbang Tol Brebes alias Brexit lebaran lalu?Beruntung banget beberapa minggu lalu saya mendapat kesempatan untuk mengeksplor Brebes lebih luas, yang akhirnya membuat saya tidak lagi mengira bahwa Brebes hanya bawang dan telur asin. Memang ada apa saja?Wisata Brebes banyak. Brebes punya hutan mangrove yang unik, kalau biasanya di wisata hutan mangrove kita hanya bisa berjalan-jalan saja, di Brebes saking luasnya kita bisa berlayar di area hutannya. Brebes juga punya kebun teh seperti puncak, punya perbukitan yang Instagramable seperti Kalibiru dan Tebing Keraton bahkan lebih keren , punya hutan pinus yang ciamik, ada canyon seperti Green Canyon di Pangandaraan, dan hamparan sawah-sawah cantik terasering seperti di Ubud. Tidak percaya?
Kalau Tidak Punya Empati, Apa Harga Hidup Ini?
 – Saat tak sengaja membuka linimasa Facebook, ada seorang kenalan yang bercerita bahwa ia sedang berada di Tanah Suci Mekkah untuk menunaikan ibadah umrah. Menurut penuturannya, ini merupakan kali ketiga melakukan ibadah umrah.Kebetulan, Mekkah dekat dengan tempat tinggalnya di seputaran Madinah, sesuai dengan tempat yang disediakan perusahaan tempat suaminya bekerja. Seperti biasa, postingan tersebut dikomentari oleh kawan yang lainnya.Dan, ada salah satu yang berkomentar seperti ini, “Senang ya, bisa bolak-balik datang ke situ. Kalau di sini ada yang sudah nabung bertahun-tahun ingin ke situ, eh malah ditipu.”  Rasanya sangat sedih, karena cerita tentang masyarakat kita yang ramah tamah, gotong-royong guyub rukun, seolah hanya menjadi dongeng belaka.
Ribetnya Punya Pacar Cantik
.co.id – Setiap cowok pasti menginginkan cewek yang super cantik, tapi apakah itu berarti hidup si cowok akan lebih tenang ketika punya cewek atau pacar yang cantik? Yuk, simak ribetnya punya pacar yang cantik.Cewek cantik, selalu bisa menarik perhatian cowok-cowok di luar sana. Bagi kamu yang punya pacar cantik, tentunya pasti sudah kebal melihat cewekmu digoda oleh orang lain. Dan ini tidak bagus buat kamu dalam hubungan jangka panjang, karena akan mengakibatkan banyak perselisihan dan kesalahpahaman. Jika kamu adalah cowok yang belum dewasa, tentu saja kamu belum berhak punya cewek cantik. Bakal ribet nantinya.Punya pacar cantik, tentu merupakan kebanggaan setiap pria yang memilikinya. Lalu, bagaimana jika kamu tak sepadan dengannya? Ini akan membuat dirimu jadi bahan lelucon di lingkunganmu. 
4 Fakta Penting Rasa Empati yang Jarang Diketahui
Apa jadinya, bila seluruh manusia yang hidup di muka bumi ini tidak memiliki rasa empati? Wah, tidak bisa dibayangkan bukan, bagaimana seramnya dunia ini. Semua orang menjadi egois, tak peduli dengan orang di sekitarnya, atau mungkin mewabahnya perilaku-perilaku sadis.Pastinya, dengan rasa empati yang dimiliki seseoranglah yang membuatnya menjadi manusiawi. Lantas, apa empati itu sebenarnya? Secara sederhana, empati bisa diartikan sebagai sebuah kemampuan atau rasa yang dimiliki seseorang untuk bisa merasakan, apa yang dialami oleh orang lain.Uniknya, rasa empati ini memiliki kadar yang berbeda pada masing-masing orang. Membahas lebih jauh tentang rasa empati, ternyata banyak memengaruhi hidup manusia.
Awas, Jangan Bergembira di Atas Penderitaan Orang Lain
Diantara kita pasti pernah mendengar kalimat bahagia melihat orang susah dan susah melihat orang senang . Terkadang ungkapan ini hanya menjadi gurauan untuk menghadirkan tawa, sehingga hanya dianggap angin lalu saja.Tapi tidak dipungkiri, bahwa hal ini sering kali terjadi. Manusia mungkin dengan mudah merasa iba dan empati terhadap penderitaan orang lain. Namun, tidak sedikit orang yang susah sekali untuk merasa senang, ketika orang lain mendapatkan kebahagiaan.Sifat ini dalam kehidupan sehari-hari disebut dengan iri hati. Orang dengan sifat tersebut akan bergembira, jika orang lain mendapat penderitaan. Sebaiknya, mulailah belajar untuk menghalaunya. Mengingat, Allah SWT akan menyiapkan balasan yang tidak kalah hebatnya. Seperti apa balasannya?
Cara Perbaiki dan Mengatur Waktu dalam Hidup Anda
 – Semua orang pasti pernah mengalami masalah manajemen waktu dalam hidupnya, terutama dalam mengatur waktu yang ada untuk mencapai tujuan-tujuan hidup kita. Kita semua punya banyak hal yang ingin dilakukan, namun biasanya selalu ada satu hal yang menghalangi yaitu ‘tidak punya waktu’.Faktanya, kita semua punya waktu yang sama 24 jam setiap hari, lalu kenapa ada orang yang bisa lebih cepat sukses dan mencapai impiannya sedini mungkin? Ya, karena mereka berhasil memanfaatkan waktu yang ada sebaik mungkin dan tidak lagi mencari alasan atau menunda-nunda, apalagi menggunakan kata ‘tidak ada waktu’ sebagai alasan.Kita semua punya tujuan kesuksesan yang ingin dicapai, kita merasa mimpi ini adalah hal terpenting dalam hidup kita, namun dalam perjalanan mencapai impian tersebut akan selalu ada gangguan atau rintangan secara konsisten, gangguan ini biasanya bersifat urgent, sehingga akan mengalihkan waktu dan perhatian Anda dalam mencapai tujuan hidup.
Bicara Teori Konspirasi, Padahal Cocoklogi saja Bukan
Di negeri ini, sesuatu yang ngeri lama-lama bisa jadi hal yang lazim. Ya, terkesan hanya sayup-sayup ngerinya, karena toh kita masih biasa saja. Masih gemar menonton drama lokal yang artisnya cabutan dari Turki, jajan kolak menjelang berbuka, mencicipi pangan dengan pewarna tekstil, hingga mengajarkan membiarkan anak-anak berteriak bunuh saat pawai obor.Sesungguhnya, kemanusiaan kita sebagai manusia Indonesia memang sedang dalam ujian yang tidak berbasis komputer. Sebab, beberapa kejadian sudah lepas kendali. Bagaimana tidak, di mana rasa kemanusiaan kita, ketika anak-anak yang masih lugu meneriakkan kata bunuh? Bagaimana kalau mereka ternyata anak kita sendiri?Belum habis satu kengerian, muncul kengerian lain. Bom di Kampung Melayu, Jakarta, kembali menimbulkan duka. Dan, seperti biasa, linimasa media sosial seketika penuh sesak. Tak cuma ucapan dukacita dan kutukan terhadap aksi teror, tapi juga aneka pertanyaan yang tidak menyerempet empati sama sekali.
Belajar Tumbuhkan Rasa Empati dari Ketulusan Anak-anak
Apa yang Anda bayangkan, bila menyebut kata empati? Rasa untuk saling tolong menolong, saling mengasihi sesama manusia, berbuat baik, atau bahkan sekadar merasa iba atas derita yang dirasakan oleh orang lain?Ya, mungkin banyak di antara kita memiliki pendapat serupa, untuk mengartikan apa itu empati. Berasal dari bahasa Yunani, empati sendiri diartikan sebagai kemampuan dengan berbagai definisi yang berbeda dan tentunya mencakup spektrum yang sangat luas.Melihat indahnya arti sebuah rasa empati, maka coba Anda bayangkan bagaimana rasanya bila dunia ini, bila dipenuhi dengan orang yang memiliki rasa empati tinggi? Mungkin saja, hidup kita nantinya akan jauh dari perselisihan dan jauh dari pertentangan. Bukan begitu?
Tips Mudik Lebaran Membawa Bayi Naik Mobil
Buat perantauan pasti tidak asing lagi yang namanya mudik, begitupun juga saya. Waktu masih sendiri atau belum punya anak, pulang itu rasanya santai. Saya naik kendaraan apa saja atau makan apa saja selama dijalan dibawa enjoy, yang penting sampai.Tapi beda kalau sudah punya buntut eh anak maksudnya, mau tidak mau kenyamanan anak harus saya dahulukan. Yang paling saya perhatikan kalau pergi membawa bayi itu adalah asupan makanannya.Saya masih ingat saat Raffi masih bayi dan MPASI, mau tidak mau membawa banyak makanan persiapan untuk MPASI-nya. Secara kalau dijalan saya bingung Raffi makan apa. Kalau sudah usia balita seperti sekarang, sudah sedikit enak karena dia sudah bisa ikut makan menu di restoran yang kita lewati.
Hidup Sehat dan Bahagia dengan Empat Langkah Ini
 – Siapa yang tidak ingin hidup sehat? Tentu semua orang menginginkannya, baik itu pria maupun wanita pasti menginginkan hal itu. Hidup sehat akan menambah peluang bagi mereka untuk hidup lebih lama, dengan begitu akan bisa menikmati hidup lebih lama.Banyak orang menginginkan hidup sehat dan lebih lama. Namun di antara keinginan tersebut, banyak juga yang salah dalam melakukan caranya. Mereka ingin hidup sehat, namun tak pernah mengatur pola hidupnya dengan baik. Itu sebabnya, banyak juga di antara mereka yang tak bisa mencapai keinginannya untuk hidup sehat dan bahagia lebih lama.Memang banyak cara yang bisa dilakukan untuk hidup sehat dan selalu bahagia. Dan yang paling utama adalah mengatur pola hidup dan juga pola makan dengan baik. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini empat langkah hidup sehat dan bahagia lebih lama yang harus Anda ketahui.
Perlunya Rasa Empati Pada Setiap Diri Seseorang
Tentu saja, kita sering mendengar kata simpati dan empati. Meskipun seringkali disandingkan, namun kedua kata ini memiliki arti yang berbeda. Empati adalah kemampuan untuk berbagi dan memahami emosi orang lain.Tidak memiliki empati membuat seseorang kesulitan berinteraksi dan menjadikan interaksi berantakan. Di dalam ilmu psikologi, dikenal tiga jenis empati. Yang pertama adalah empati afektif, yaitu kemampuan untuk berbagai emosi dengan orang lain.Biasanya, mereka menunjukkan reaksi yang mendalam saat menonton film horor, mereka merasa takut dan menderita saat orang lain menderita. Selanjutnya adalah empati kognitif, yaitu kemampuan untuk memahami emosi orang lain. Misalnya seorang psikolog yang memahami emosi kliennya secara rasional, tapi tidak berbagi emosi secara mendalam.
Tak Perlu Nyinyiri Orang yang Tidak Empati dengan Mesir
 – Tak ada tagar #IStandforEgypt atau #PrayForEgypt di linimasa. Sungguh aneh. Mesir, negeri para Firaun tersebut baru saja mengalami teror paling keji sepanjang 2017. Bahkan mungkin teror terbesar dalam satu dekade. Apakah karena Mesir adalah bagian dari dunia ketiga? Atau, apakah Mesir adalah salah satu kota yang tak ramah bagi perempuan, sehingga wajar media sosial tak harus berpihak?Yang pasti, apa yang terjadi di Mesir adalah tragedi kemanusiaan. Katanya kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berpikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminal, biarpun dia sarjana.Sebuah bom meledak disertai penembakan sangat brutal terjadi di sebuah masjid yang letaknya di Sinai Utara, Mesir. Menewaskan setidaknya 305 orang dan 120 lainnya luka-luka. Yang mengerikan, 27 di antaranya adalah anak-anak.
Memikirkan Kematian Bisa Membuat Kita Menghargai Hidup
Apa sih sebenarnya tujuan manusia hidup di dunia? Mungkin jawaban setiap orang berbeda-beda. Ada yang memiliki tujuan untuk bekerja mencari uang, untuk mencari ilmu sebanyaknya-banyaknya atau juga untuk menghidupi keluarga. Yang terpenting adalah, kalian tahu apa tujuan hidup dan tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat hidup lebih bermakna. Untuk menghargai hidup yang sudah diberikan oleh Tuhan, penulis Wayne Dyer berkata bahwa setiap manusia yang hidup di dunia harus menghargai setiap waktu yang kita jalani, karena ketika kita sudah mendekati ajal, ada banyak hal yang tidak bisa lagi kita perbuat. Lalu apa hubungannya menghargai waktu dengan hidup sehat? Menghargai waktu dan hidup sehat memiliki kaitan yang erat. Menghargai setiap waktu bisa membuat kita sadar bahwa hidup kita itu tidaklah selama yang kita kira. Suatu saat nanti, manusia pasti akan meninggal. Tentunya sebelum meninggal, kita pasti ingin atau punya sesuatu yang ingin kita raih. Lalu apa sih manfaat memikirkan kematian buat kita? Bukankah itu hanya akan membuat kita menjadi stres? Inilah jawabannya.
Ketika Empati Dianggap Berlebihan
Untuk menunjukkan perhatian dan kepedulian, sikap empati kerap ditunjukkan. Merasakan apa yang dirasakan orang lain, memang tidak mudah. Namun, bagaimana jika sikap empati kita disalahartikan dan justru dianggap berlebihan?Solusinya, tempatkan empati Anda pada kondisi dan person yang tepat. Anda pasti kerap mendengar kata empati, bukan? Ya, empati memang mirip dengan simpati, namun sebenarnya berbeda makna.Empati adalah ketika Anda dapat merasakan hal yang orang lain rasakan. Lebih banyak dalam konteks pengalaman, atau keadaan yang kurang menyenangkan, atau bahkan menyedihkan. Menurut Ike Herdiana SPsi Psikolog, empati adalah ketika kita bisa merasakan kesedihan orang lain.
Raja Salman dan Media Sosial
Saya tiba-tiba teringat suatu masa ketika belum punya akun media sosial. Hidup isinya cuma kuliah, pulang, menonton TV, main gaple, sama kerokan. Hidup rasanya sepi, tapi damai. Tidak ada ribut-ribut pilkada dan yang paling penting tidak ada yang membully kalau malam minggu.Bahagia banget. Yang agak berat paling-paling cuma waktu dimintai tolong ngantre tiket AADC1 buat tiga orang, buat saya, teman saya, sama pacarnya. Tapi setelah itu, saya akhirnya punya akun media sosial.Hidup mulai berubah. Saya punya teman tujuh orang. Kebetulan zamannya pesan berantai yang harus disebar kepada 25 atau 50 orang. Kalau tidak, bisa sial. Lha, bagaimana bisa menyebar sampai 25 atau 50 orang, kalau teman cuma tujuh? Pantas saja hidup saya apes banget, apes karena kebagian berisiknya saja.
Lima Penyebab Lebih Gemuk Setelah Menikah
Ingat banget dulu pas sahabat dari Bandung bersalaman pas nikah dia bilang begini. "Ya.. ya... ya.. hidup yang sesungguhnya bagi seorang manusia dimulai saat menikah," katanya. Ya, memang pasti banyak banget yang berubah pasca menikah.Seperti tidak lagi hidup sendiri, ada yang menunggu di rumah kalau pasangannya tidak kerja, ada yang menyiapkan ini dan itu. Tapi buat saya, yang lebih penting adalah kebersamaan. Ya, saya tidak lagi hidup sendiri. Segala langkah dan keputusan tentu harus mempertimbangkan hidup bersama nanti.Bukan cuma perencanaan saja yang harus diperhatikan. Tapi juga soal 'rasa' juga dibagi berdua sekarang. Kalau bahagia, ya bahagia berdua. Kalau sedih, ya sedih berdua. Semua bisa dibagi. Sekarang sudah tepat satu tahun kami menikah. Kami sudah punya jagoan mungil yang baru lahir Januari kemarin.
Kiat Menumbuhkan Rasa Empati
Empati adalah hal yang sangat penting dan menjadi sebuah lambang kepedulian kita terhadap sesama. Akan tetapi, tidak semua orang membutuhkan rasa empati yang kita berikan. Jadi wajar saja, bila ada orang yang sampai berucap berlebihan, ketika ada seseorang yang berempati.Untuk orang yang tidak mau berempati lantaran takut dianggap berlebihan, tidak perlu dilawan dengan tidak mau berempati. Balas saja dengan rasa empati kita, kala mereka sedang bersedih. Dijamin, mereka yang tidak mau berempati akan menjadi berempati di luar dugaan kita.Maka dari itu, empati sangatlah penting dan harus ditumbuhkan dalam diri setiap manusia. Nah, bagaimana caranya untuk menumbuhkan empati tersebut? Simak berikut ini penjelasannya.