Nelayan Tua dan Tangkapannya

Nelayan Tua dan Tangkapannya

Marshall B. Paul  ⋅  08 Apr 2018 16:53:00

.co.id –Tiupan kencang angin dari barat laut tak menggoyahkan niat nelayan tua pencari ikan. Kumpulan awan hitam di ujung langit seakan menghalangi niat si nelayan tua untuk menaikkan alat tangkapnya ke atas perahunya. Nyalinya seakan dibuat ciut, karena dari kejauhan terlihat awan hitam di ujung langit. Kilat dan petir seakan menusuk-nusuk lautan yang pasrah. Udara dingin seakan terbawa ke arah pantai dan menusuk tulang.

Ia pun yakin bisa menangkap ikan di lautan lepas. Saat guyuran hujan menepis-nepis lautan luas. Di saat gerombolan di dalam laut berpesta di dalamnya, menikmati plankton yang naik ke permukaan. Bermodalkan perahu layar sebagai bahan bakar, nelayan tua tersebut bergerak ke lautan luas. Ia mungkin iri melihat kapal bermesin dengan gagahnya mengarungi lautan kapan pun ia mau, tidak perlu membaca arah angin untuk mencari ikan.

Sang nelayan sadar bahwa kemampuannya tidak sampai di situ. Ia hanya berharap dari perahu kecilnya mampu memuat ikan hasil tangkapan. Menjual sebagian hasil tangkapan ke pasar untuk menyambung hidup. Ia sadar tak bisa menjangkau yang luas dan jauh. Pergi saat angin darat dan pulang saat puncak angin laut. Rutinitas itu yang membuat ia bisa sampai ke tengah laut dan menangkap rezeki dari dalam laut.

 

Continue Reading

Related Posts