Kancyl - social bookmarking website

Segenggam Rupiah untuk ‘Jajan’ Anak Negeri

Segenggam Rupiah untuk ‘Jajan’ Anak Negeri

Benghis Khan  ⋅  08 Apr 2018 07:42:25

 – Pagi itu, matahari menukik dengan cepat. Siswa-siswi yang terlambat tampak berlari menuju kelas masing-masing. Mereka menarik ransel lebih kencang dalam langkah tertatih, agar tidak ada buku berserak dari resleting yang mungkin saja terbuka.

Wajah pias tentu terlihat jelas. Siap-siap berdiri di halaman sekolah dengan tiang bendera sebagai ‘pemanggang’. Celingak-celinguk mereka yang terlambat, ke segala arah. Mereka mencari di mana posisi kepala sekolah yang biasanya bersembunyi di sudut tak terduga.

Diam-diam. Mengendap-endap, siswa-siswi dan kepala sekolah saling kejar dalam ketidaktahuan. Sampai akhirnya, kena! “Kamu terlambat!?” Berhadap-hadapan dengan kepala sekolah di depan pintu kelas adalah nahas yang tiada ujung. Satu langkah lagi, ia hampir saja mengucapkan salam kepada guru yang sedang menerangkan pelajaran.

Continue Reading

Related Posts