Popular articles, quotes and videos. Content created and submitted by Kancyl users is dedicated to public domain.

Uniknya Rumah Pohon Pabangbon Leuwiliang

 – Rumah Pohon Pabangbon Leuwiliang, akhir-akhir ini sangat santer dibicarakan. Para warganet sibuk mencari-cari info mengenai rumah pohon ini dan membicarakannya di dunia maya.

Rumah Pohon Pabangbon Leuwiliang, kini menjadi spot populer di kalangan traveler untuk dikunjungi. Pasalnya, di rumah pohon Pabangbon, banyak menyajikan spot-spot selfie.

Pariwisata alam perbukitan sepertinya menjadi spot wisata terbaik saat ini, terbukti dari banyaknya spot-spot alam perbukitan yang namanya cepat populer, seperti Bukit Lintang Sewu di Yogyakarta, lalu Puncak Bukit Suligi di Riau, dan yang populer saat ini di Bogor, yaitu Rumah Pohon Pabangbon. 

Read Full Article
Daun Hijau Ini Bisa Sembuhkan 5 Jenis Kanker Berbeda
.co.id – Karena berbagai kebaikannya, pohon kelor sering disebut sebagai 'pohon ajaib'. Pohon kelor sangat terkenal di India, dan beberapa negara bagian di Afrika, Filipina, serta beberapa negara lainnya. Tetapi sayangnya, pohon ini tidak dikenal di Amerika Serikat.Budidaya pohon kelor terbesar di dunia ada di India, di mana pohon ini tumbuh secara alami. Hal ini bisa mendukung fakta bahwa tingkat kematian akibat kanker pankreas di India 84 persen lebih rendah daripada di Amerika Serikat.Selain negara-negara yang telah disebutkan di atas, pohon kelor juga dibudidayakan di seluruh Asia, Afrika, Karibia, dan Amerika Tengah. Pohon menakjubkan ini kaya akan kaemferol, rhamnetin, dan isoquercetin, yang merupakan senyawa antikanker yang hebat.
Fenomena Unik Ketika Pohon Tak Mau Saling Bersentuhan
.co.id – Ada fenomena alami yang cukup unik pada beberapa spesies pohon. Di mana sebagian kanopi daun antara pohon satu dengan pohon lainnya tidak mau bersentuhan. Fenomena ini disebut sebagai Crown Shyness. Biasanya ini terjadi di antara pohon-pohon yang berspesies sama, namun kadang terdapat juga pada pohon berbeda spesies.Bila dilihat dari bawah, nampak jelas daun dan cabang pohon tidak mau menyentuh pohon lainnya, sehingga membentuk celah kanopi yang menarik. Efek visual yang mencolok  membentuk retakan atau seperti alur sungai jika dilihat dari ketinggian. Keunikan ini pertama kali diamati ilmuwan pada tahun 1920-an.Penelitian mencoba mengungkap mengapa pepohonan tersebut mampu mengontrol pertumbuhan daunnya hingga tak menyentuh daun pohon lainnya. Hingga sekarang, belum ada kata sepakat dari para ilmuwan tentang penyebab fenomena ini. Menurut Wikipedia, hal tersebut mungkin terjadi akibat daun dan cabang pohon yang saling bergesekan hingga menyebabkan dedaunan muda rontok dan membentuk celah. 
Rumah Pohon Pabangbon, Spot Selfie Paling Kece di Bogor
Sama halnya dengan wisata sejenisnya, Rumah Pohon Pabangbon Bogor menyajikan pemandangan alam Kabupaten Bogor dari ketinggian. Walaupun terbilang wisata baru, tapi dalam sekejap Rumah Pohon Pabangon ini langsung menarik minat wisatawan, terutama anak muda yang menyukai kegiatan foto.Rumah Pohon Pabangbon ini terletak di kawasan hutan pinus dan hutan penelitian meranti yang dikelola oleh Perhutani. Jadi selain untuk wisata, kawasan tersebut juga bisa digunakan untuk sarana edukasi. Walaupun di tanah milik Perhutani, tapi wisata Bogor satu ini dikelola oleh masyarakat sekitar.Dengan adanya wisata Rumah Pohon Pabangbon ini diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Anda penasaran dan ingin mencoba sensasi foto di atas rumah pohon ini?
Pohon Besar Melayang di Udara Tak Goyah Diterpa Badai
Tahan sejenak dan jangan katakan penampakan pohon pada foto berikut ini adalah foto hasil editan. Tanpa sedikitpun rekayasa, ini adalah pohon sungguhan yang melayang di udara.Pohon unik ini akan Anda temukan di pantai Kalaloch, di Olympic National Park, Washington. Beberapa orang menyebutnya "tree of life" (pohon kehidupan) karena pohon ini tampaknya tidak menempel di tanah, tapi tergantung melayang di udara.Namun hebatnya, pohon ini tetap hidup seperti pohon pada umumnya. Terlihat dengan dedaunannya yang hijau dan batang-batangnya yang besar dan kuat. Dikutip dari Amusing Planet, pohon yang termasuk jenis pohon cemara sitka ini tumbuh berdiri tegak di tebing yang sebagiannya longsor.
Kisah Pohon Hidup Sebatang Kara di Bahrain
Gurun pasir adalah kawasan gersang dan tandus yang hampir tidak ada tanaman bisa tumbuh di sana. Jenis tanaman yang mampu bertahan di iklim gurun salah satunya adalah kaktus. Tapi, ada pemandangan ajaib di gurun pasir Bahrain, pohon berdaun lebat tumbuh sebatang kara seakan-akan menyalahi kodrat.Pohon ajaib yang tumbuh subur di tengah gurun pasir yang tandus tersebut dikenal dengan nama Shajarat al Hayat atau jika diterjemahkan berarti Pohon Kehidupan. Sesuai dengan namanya, pohon ini di luar nalar mampu bertahan di iklim gurun yang begitu kering. Lebih aneh lagi bahwa nyatanya pohon tersebut memiliki daun yang begitu lebat dan hijau.Pohon Kehidupan di Bahrain ini berasal dari jenis "mesquites" dan bernama latin "prosopis cineraria . Jenis pohon ini mampu tumbuh hingga ketinggian 9,75 meter.Baca selengkapnya ...
Salah Perhitungan, Pohon yang Ditebang Ini Menimpa Rumah
.co.id – Menebang pohon tidak boleh dilakukan sembarangan, apalagi jika pohon yang hendak ditebang memiliki ukuran tinggi dan besar. Dan perhitungan dilakukan untuk pohon besar yang ada di sekitar pemukiman warga, agar tidak ada yang dirugikan.Tapi kadang, para penebang pohon yang sudah ahli pun bisa saja salah perhitungan, meskipun mereka sudah biasa menebang pohon. Seperti yang terlihat dalam video di bawah ini.Dalam video tersebut terlihat, dua ahli tebang pohon sedang melakukan pekerjaan menebang pohon yang jaraknya tidak jauh dari rumah seseorang. Namun apa yang terjadi berikutnya sungguh miris sekaligus lucu.
Lima Pohon yang Dipercaya Sebagai Tempat Tinggal Hantu
 – Menurut cerita, hantu suka tinggal di tempat-tempat yang sunyi, gelap, dan jarang dijangkau oleh manusia. Seperti bangunan yang sudah lama ditinggalkan atau pohon-pohon tertentu yang dipercaya sebagai kediaman hantu.Konon, ada beberapa pohon yang dipercaya oleh masyarakat sebagai tempat tinggal favorit hantu karena memang sering terlihat penampakan hantu, seperti pocong, kuntilanak dan genderuwo.Selain itu, pohon-pohon ini memiliki nuansa horor yang seram, terutama saat malam hari. Jadi, wajar saja jika pohon-pohon tersebut dipercaya sebagai tempat tinggal hantu. Pohon apa sajakah itu? Simak ulasannya berikut ini.
Kisah Pohon Pengantin di Salatiga yang Tumbuh Sebatang Kara
 – Traveler yang pernah menjelajahi alam Salatiga tentu tidak asing dengan tempat ini. Dikenal dengan pohon pengantin, pohon tunggal di tengah pematang sawah yang menjadi objek buruan fotografer dan menikmati suasana senja bagi anak-anak muda.Nama yang aneh mengingat pohon ini tidak memiliki pasangan, tapi diberi nama pohon pengantin. Ternyata, inilah kisah yang melatar belakanginya. Bagi sebagian traveler destinasi pohon cinta menjadi jujugan untuk pergi berlibur bareng pasangan.Konon, pohon-pohon yang dijuluki pohon cinta itu dapat membuat hubungan asmara menjadi langgeng. Umumnya, pohon ini jumlahnya sepasang dan disebut juga dengan ‘Pohon Pengantin’. Tapi ‘Pohon Pengantin’ di Salatiga ini berbeda dari lainnya. Apa yang membuat pohon ini berbeda dengan lainnya?
Alasan Malas Tanam Pohon di Halaman Rumah
Menanam pohon di halaman rumah penyedia oksigen untuk makhluk hidup juga dapat berfungsi sebagai elemen estetis. Terutama, apabila yang ditanam adalah pohon yang berbunga indah.Meskipun memberikan banyak manfaat, tetapi masih banyak orang yang malas menanam pohon di halaman rumahnya. Berdasarkan pengalaman dan obrolan dengan orang-orang yang pernah mengajukan izin untuk menebang pohon, ternyata ada 5 alasan seseorang malas menanam pohon di halaman rumah.Alasan salah satunya adalah khawatir pohon tumbang. Ini adalah alasan yang paling banyak dikemukakan, ketika ditanya kenapa tidak menanam pohon di halaman rumah. Ya, alasan ini cukup masuk akal juga, tetapi tidak sepenuhnya benar.
Aneh, Pohon Yew Berusia 5.000 Tahun ini Ganti Kelamin
Sebuah fenomena unik namun aneh terjadi di dunia botani. Satu-satunya pohon Yew yang diperkirakan paling tertua di dunia yang ada di Eropa memang telah lama dianggap sebagai pohon Yew berjenis kelamin laki-laki. Hal ini didasarkan pada pohon tersebut yang tidak pernah berbuah hanya menghasilkan serbuk sari saja.Pohon yang terletak di Perthshire, Skotlandia ini merupakan pohon kuno yang berusia 5.000 tahun yang masih bertahan hidup hingga saat ini. Seorang ahli botani Royal Botanic Garden di Edinburgh telah melaporkan bahwa pohon tersebut saat ini sudah mulai transisi dengan tumbuhnya cabang lain yang diperkirakan berjenis kelamin perempuan, sebab ditemukannya buah di cabang pohon tersebut."Ini adalah kejadian yang langka dan tidak biasa serta tidak sepenuhnya mudah untuk dipahami," kata ahli botani Max Coleman. Diperkirakan bahwa telah ada pergeseran keseimbangan senyawa hormon yang menyebabkan pohon tersebut berganti kelamin. Salah satu hal yang mungkin sebagai pemicunya adalah stres lingkungan.Baca Selengkapnya...
Serasa Berpetualang, Rumah Pohon Ini Asyik untuk Menginap
.co.id – Model rumah pohon yang kita lihat di buku dan film, tentu sudah ada sejak dahulu kala. Dibangun di atas ketinggian untuk menghindari serangan hewan buas di kala itu. Penasaran bagaimana rasanya tinggal di dalamnya?Pilih saja salah satu rumah pohon rekomendasi dari tim kami untuk bermalam. Sebut saja ada rumah pohon dengan tangga ulir yang berada di Cileungsi, Bogor. Waktu sehari tentu kurang untuk berkeliling Taman Buah Mekarsari di Cileungsi, Bogor.Menginap saja di Rumah Pohon Leo yang dilengkapi dengan tangga ulir cantik. Meski di atas pohon, fasilitasnya mencakup pendingin ruangan dan kulkas mini. Tentu asyik bukan? Yuk, daripada penasaran lebih baik simak ulasannya berikut ini.
10 Terowongan Pohon Dengan Pemandangan Paling Menakjubkan
Terowongan pohon merupakan deretan pohon yang tumbuh dan membentuk sebuah kanopi atau langit-langit sehingga menyerupai sebuah terowongan. Indonesia sendiri memiliki sebuah terowongan pohon yang menakjubkan. Terowongan pohon tersebut berada di Ubud, Bali. Tapi jika kalian merasa terowongan pohon yang di Ubud sudah bagus, tunggu sampai kalian melihat terowongan pohon berikut ini. Inilah dia 10 terowongan pohon dengan pemandangan paling menakjubkan yang bisa membuat kamu terdiam seribu bahasa.
Pohon Tertua di Eropa Berusia Lebih Seribu Tahun
.co.id – Sebuah pohon pinus Bosnia terletak di Yunani telah diidentifikasi sebagai pohon hidup tertua di benua Eropa. Pohon ini telah mendapatkan julukan sebagai 'Adonis', yaitu pohon tua yang telah berhasil bertahan melawan segala rintangan dalam wilayah konflik dunia dan menjadi satu-satunya pohon saksi hidup selama sepuluh abad terakhir.Usia pohon ditentukan oleh sekelompok peneliti melalui sampel inti yang diperoleh dengan cara dibor dan kemudian dengan susah payah menghitung jumlah cincinnya."Saya sangat terkesan, dalam konteks peradaban barat, semua sejarah manusia yang telah mengelilingi pohon ini; semua kerajaan, Bizantium, Ottoman, dan semua orang yang tinggal di wilayah ini, tetap membuatnya berdiri," kata mahasiswa pascasarjana Universitas Stockholm, Paul J. Krusic yang terlibat dalam penelitian ini.
Inilah Hyperion, Pohon Tertinggi di Dunia
Sampai bulan Agustus 2006, pohon tertinggi di dunia dipegang oleh Redwood California yang memiliki tinggi 369 kaki (112 meter). Dijuluki juga "Raksasa Stratosfir", pohon tersebut terletak di suatu tempat di Taman Negara Humboldt Redwoods, di California.Namun, pohon yang dua kali lebih tinggi dari Patung Liberty itu kehilangan statusnya sebagai pohon tertinggi di dunia, ketika Chris Atkins dan Michael Taylor menemukan pohon yang lebih tinggi di Taman Nasional Redwood California.Pohon tertinggi tersebut diberi nama Hyperion, yang memiliki tinggi 379 kaki (115 meter). Namun, tim ilmuwan yang dipimpin oleh Steve Sillet, ahli ekologi dari Universitas Negeri Humboldt, kembali mengukur tinggi pohon itu pada September 2006. Tinggi pohon tersebut adalah 379,1 kaki.Baca selengkapnya ...
5 Rumah Pohon yang Bisa Kamu Sewa untuk Berlibur
Rasanya begitu nyenyak bisa menginap di rumah pohon. Suasana alam yang begitu menyejukkan, suara burung yang berkicau, dan udara segar membuat kita ingin sekali memiliki rumah pohon sendiri.Sayangnya karena beberapa faktor, impian memiliki rumah pohon sirna begitu saja. Namun, buat kamu yang benar-benar ingin merasakan sensasi tidur di rumah pohon, kamu bisa mengunjungi tempat-tempat berikut ini.Tak hanya untuk wisata saja, rumah pohon ini juga disewakan untuk umum. Benarkah begitu? Ya, seperti salah satunya The Cinder Cone. Berawal dari Foster Huntington dan teman-temannya yang suka berkumpul, akhirnya terciptakan rumah pohon bernama The Cinder Cone.
Trik Menanam Bonsai Daun Salam
.co.id – Setelah seringnya beli daun salam yang dioplos dengan daun jambu, jadi berfikir mungkin lebih baik mempunyai pohon Salam (Syzygium polyanthum) sendiri ya. Tetapi karena pohon salam ini memiliki tinggi yang mencapai 30 meter, sepertinya harus ditanam menjadi bonsai.Untuk bakalan bonsai pohon Salam diperoleh dari kampung di Kalipucang. Kebun campuran di Kalipucang ternyata menyimpan bakalan bonsai pohon salam yang baik. Ketika mudik kemarin bawa 1 pot bakalan bonsai pohon salam yang sudah siap tanam.Apa bisa pohon salam yang sangat tinggi ini dibuat menjadi bonsai? Bonsai ini adalah salah satu seni, untuk membuat tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal. Tujuan membuat bonsai ini adalah untuk membuat miniatur, dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas.
Uniknya Rumah Pohon Pabangbon Leuwiliang
 – Rumah Pohon Pabangbon Leuwiliang, akhir-akhir ini sangat santer dibicarakan. Para warganet sibuk mencari-cari info mengenai rumah pohon ini dan membicarakannya di dunia maya.Rumah Pohon Pabangbon Leuwiliang, kini menjadi spot populer di kalangan traveler untuk dikunjungi. Pasalnya, di rumah pohon Pabangbon, banyak menyajikan spot-spot selfie.Pariwisata alam perbukitan sepertinya menjadi spot wisata terbaik saat ini, terbukti dari banyaknya spot-spot alam perbukitan yang namanya cepat populer, seperti Bukit Lintang Sewu di Yogyakarta, lalu Puncak Bukit Suligi di Riau, dan yang populer saat ini di Bogor, yaitu Rumah Pohon Pabangbon. 
Enam Pohon Ini Terkenal Karena Musik, Film dan Sastra
Pohon termasuk juga dalam kelompok makhluk hidup, yang mana keberadaannya sangat penting bagi kehidupan. Pohon menyediakan oksigen yang baik bagi manusia.Bayangkan jika tidak ada pohon, bumi akan panas, polusi tidak akan terserap, dan kekeringan melanda seluruh negeri Ternyata, pohon pun dapat terkenal. Mereka terkenal melalui film, musik, seni, dan sastra yang melibatkan pohon tersebut. Penasaran pohon apa saja?Dimulai dengan Ghost Gum Tree. Pohon ini menjadi terkenal ketika dilukis oleh seniman aborigin bernama Albert Namatjira dan menjadi lukisan yang banyak dipajang di rumah-rumah penduduk Australia.
Misteri Pohon Bengkok Akhirnya Terkuak, Untuk Apa?
Pohon adalah salah satu sumber kehidupan. Pohon adalah salah satu penghasil oksigen, yang dibutuhkan setiap mahluk hidup untuk bernafas. Tanpa pohon, kita semua tidak akan bisa hidup.Namun banyak juga pohon-pohon yang menjadi misteri, selama beradab-abad. Salah satunya adalah misteri pohon bengkok seperti membungkuk, yang telah membingungkan para ahli yang menelitinya selama beberapa dekade.Banyak yang mengatakan jika ini adalah fenomena alam. Tapi sekarang, salah satu peneliti sedang menyelidiki teori bahwa pohon-pohon yang tidak biasa ini bukan fenomena alam. Lalu apakah itu? Simak penjelasannya di bawah ini.
Pohon Tropis Tertinggi di Dunia Ditemukan
Pohon adalah salah satu mahluk hidup yang bisa berusia hingga ratusan tahun, bahkan ada yang bisa mencapai usia hingga ribuan tahun. Bahkan, ukurannya bisa sangat tinggi dengan diameter yang besar.Salah satu tempat di mana pohon bisa berukuran sangat besar ada di daerah tropis, bahkan jika tidak ditebang oleh manusia, banyak sekali pohon-pohon yang bisa berukuran sangat tinggi.Tapi tahukah Anda, di mana pohon tropid tertinggi di dunia? Ternyata, pohon tropis tertinggi di dunia telah ditemukan di pulau Kalimantan. Berapa tinggi pohon ini dan ada di mana?
Aneh, Saat Ditebang Pohon Ini Bisa Mengeluarkan ‘Darah’
Pohon memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Selain sebagai pencegah pemanasan global, pohon juga bisa dimanfaatkan kayunya untuk keperluan rumah tangga. Tentu saja sebelum bisa dimanfaatkan, pohon harus ditebang terlebih dahulu untuk lebih memudahkannya.Berbicara mengenai menebang pohon, ada kejadian menarik di Afrika saat sekelompok orang tengah menebang pohon. Mereka dikagetkan dengan munculnya ‘darah’ dari pohon tersebut saat proses penebangan dilakukan.
Secuil Keindahan di Kampung Wisata Pabangbon, Bogor
Wisata alam Bogor memang tidak akan pernah ada habisnya, dalam menyajikan keindahan dan potensi alamnya. Di mana, hal ini menjadikan Bogor sebagai pusat perhatian bagi para wisatawan, baik lokal maupun luar daerah Bogor.Kampung Pabangbon merupakan salah satu detinasi wisata di Bogor yang sedang hits di media sosial. Tempat wisata satu ini sangat ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun luar daerah Bogor. Tempat wisata alam di Bogor ini semakin kental, ketika kita merasakan nuansa alam di pegunungan hutan pinus.Hal ini dikarenakan objek wisata Kampung Wisata Pabangbon ini berada di lahan perhutani yang berada di kaki gunung Halimun Bogor. Objek wisata Bogor ini memiliki ketinggian sekitar 720 meter di atas permukaan laut.
Kisah di Balik Pohon Wanaka yang Hebohkan Netizen
 – Sebuah pohon yang ada di Selandia Baru ini menghebohkan masyarakat netizen dunia, bahkan pohon ini sampai memiliki hashtagnya sendiri yaitu #thatwanakatree. Ya, pohon yang bernama pohon Wanaka ini berasal dari sebatang pasak yang tumbuh di tengah-tengah danau di Selandia Baru.Karena keunikannya, pohon ini menjadi viral dan populer di media sosial. Pohon ini disebut pohon Wanaka karena tumbuh di Danau Wanaka. Pohon tersebut sebenarnya merupakan pohon Willow. Mungkin, bagi sebagian orang pohon ini hanyalah pohon biasa, tetapi pohon yang telah retak di beberapa bagian ini sangat Instagrammable bagi sebagian netizen.Selain itu, umurnya dari pohon Wanaka ini  tidak main-main. Pohon Wanaka ini telah berumur 80 tahun. Gwenda Rowlands, penduduk lokal yang juga seorang penulis, seniman, serta penjaga sejarah lokal mengungkapkan bahwa, ia pernah mengunjungi pohon tersebut sekitar 70 tahun yang lalu.