Popular articles, quotes and videos. Content created and submitted by Kancyl users is dedicated to public domain.

Bersantai di Wisata Unik Taman Burung Dara Indrapuri Aceh

 – Burung dara mungkin terkenal di sebagian orang sebagai peliharaan yang biasa di pedesaan, namun siapa sangka bahwa hewan ini ternyata bisa menjadi daya tarik untuk di jadikan pariwisata, seperti di daerah Aceh Besar ini tepatnya. Di Indrapuri ada wisata yang menjadikan burung dara sebagai nilai jual.

Taman Burung Dara Indrapuri merupakan taman wisata yang belum lama ini viral di sosial media. Hal ini karena konsep yang dibawanya memiliki keunikan yang mirip-mirip nuansa ala Eropa, yakni burung merpati. Nuansa burung dara ini seperti di Trafalgar Square Inggris atau Piazza San Marco Italia.

Menurut pemilik wisata ini, ide awal pembuatannya juga berawal dari Youtube. Mursalin Nagaya mengombinasikan wisata dengan burung merpati bernuansa eropa dengan budaya khas Aceh khususnya Aceh Besar.

Read Full Article
Mengintip Penangkaran Maleo di Taman Nasional Lore Lindu
Taman Nasional Lore Lindu adalah salah satu taman nasional di Indonesia yang terletak di Sulawesi Tengah, dan menjadi salah satu perlindungan hayati di Sulawesi. Taman nasional seluas 217.991.18 hektare ini memiliki flora dan fauna endemik khas Sulawesi, serta panorama alam yang indah, seperti keberadaan Penangkaran Maleo dan panorama danau Tambing yang sangat eksotis.Di Taman Nasional Lore Lindu, Anda dapat mengintip Penangkaran Maleo. Burung Maleo merupakan salah satu burung endemik yang dilindungi yang hidup di Taman Nasional Lore Lindu, yang saat ini habitatnya terancam punah seiring dengan maraknya pemburuan telur-telur burung Maleo untuk dikonsumsi dan dijual di pasaran dunia.Hal inilah yang membuat masyarakat di Kabupaten Morowali membuat perlindungan habitat burung Maleo dengan membuat penangkaran alami, dan menyerukan kepada warga lainnya agar tidak memburu telur burung Maleo. Di sini, Anda dapat melihat Penangkaran Burung Maleo yang salah satunya berada di Desa Wosu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.
Sensasi Berwisata Edukasi di Palembang Bird Park
 – Bosan habiskan akhir pekan dengan mendaki, kali ini aku akan bagikan sedikit cerita perjalananku ke objek wisata edukasi. Lokasi aku kali ini masih di kota Palembang, seperti artikelku sebelumnya, tepatnya di Palembang Bird Park. Kenapa wisata edukasinya harus di taman burung?Nah ini dia yang berbeda dari sebelumnya. Wisata edukasi tak melulu di museum atau tempat bersejarah saja bukan? Tapi ternyata, di tempat burung pun bisa jadi edukasi untuk kita semua. Palembang Bird Park merupakan tempat konservasi satwa yang dominan berjenis unggas.Sesuai dengan penamaannya, banyak macam-macam burung yang dilestarikan di sana. Seperti burung hantu, burung elang, burung parkit, burung jalak, burung macau, dan masih banyak lagi lainnya.
Pesona Burung Migran di Taman Nasional Sembilang
November adalah bulan yang tepat untuk datang ke tempat ini. Pasalnya, di bulan November merupakan puncak kunjungan burung-burung migran di Taman Nasional Sembilang.Sembilang merupakan jalur yang dilalui oleh burung-burung migran dari negeri sebrang. Mereka singgah dan mencari makan beberapa waktu, kemudian melanjutkan perjalanan panjangnya.Setiap tahun, Taman Nasional Sembilang didatangi sekitar 30.000-40.000 ekor burung migran dan sekitar 10-28 jenis burung. Berdasarakan pengamatan yang dilakukan oleh petugas taman satwa, tempat ini masuk dalam kawasan konservasi alam, yang terletak di pantai timur Sumatera dan selat Bangka, di kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan.
Bawa Pacar ke Taman Putroe Phang, Ini yang Akan Terjadi
Kemarin, saya sempat jalan-jalan sore bersama teman-teman di taman Putroe Phang, Banda Aceh. Taman Putroe Phang ini merupakan salah satu taman kota yang berlokasi di Banda Aceh. Tepatnya berada di pusat kota Banda Aceh.Dengan posisinya di pusat kota, taman ini menjadi dekat dengan banyak objek wisata, seperti Museum Tsunami, Peutjoet Kerkhof, Lapangan Blang Padang, Museum Aceh, dan Taman Putroe Phang. Jadi, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.Dengan posisinya yang strategis, luas, dan cukup tertata rapi membuat Taman Putroe Phang ini menjadi tujuan wisata yang cocok untuk keluarga. Jadi, jika Anda sedang bersama keluarga dan ingin piknik atau ingin mengunjungi tempat wisata, cobalah kunjungi Taman Putroe Phang ini.
Momen Langka Saat Burung Camar Jadi Pencuri
Bila bicara soal burung camar, ingatan kita akan kembali ke sebuah lagu yang dinyanyikan Vina Panduwinata di tahun 1985. Burung camar, lagu bernada ceria ini menggambarkan burung ini adalah binatang yang riuh rendah terbang berkelompok yang membawa kenangan lalu orang-orang yang memandangnya.Namun, predikat burung camar ternyata tak selalu romantis. Sebuah foto yang dijepret oleh seorang fotografer asal Inggris, Will Nicholls, memperlihatkan sisi gelap seekor burung camar yang terlihat sedang merampok makanan dari burung lain. Ia benar-benar secara harfiah mencuri makanan dari mulut seekor burung Puffin malang.Will awalnya melihat keributan di kerumunan burung di pulau tempat ia berburu foto. Ia melihat seekor burung camar punggung hitam mengejar Puffin dengan kecepatan penuh. Si burung Puffin tampak berusaha menyelamatkan diri namun gagal.
Taman Badak, Spot Wisata Terbaru di Bandung yang Hits
 – Taman Badak Bandung saat ini sedang viral-viralnya  dibicarakan di sosial media. Wisata Bandung terbaru ini mengisi deretan daftar tujuanmu saat berada di Bandung. Taman Badak merupakan spot wisata baru di Bandung, yang sayang jika kamu lewatkan.Taman Badak diresmikan pada tanggal 19 desember 2017 sama dengan peresmian Taman Dewi Sartika, yang berada di lokasi yang sama yakni tak jauh dari balai kota Bandung. Berada di kawasan balai kota Bandung, artinya lokasi Taman Badak berada tak jauh dari taman-taman yang lebih dulu diresmikan.Seperti di antaranya, Taman Labirin, Taman Sejarah, Taman Sungai Cikapayang, dan masih banyak lainnya. Fasilitas lengkap yang disediakan di Taman Badak, semakin menambah kecantikan dan keseruan saat bermain di sini. 
Ayo Buat Mi Khas Aceh Sendiri di Rumah
.co.id – Seperti yang kita tahu, olahan mi sangat beragam. Tidak hanya di Indonesia saja, di luar negeri pun banyak jenis dan varian mi yang sangat menggugah selera. Tapi kali ini, kita akan mencoba membuat mi dari Aceh yang sangat enak di lidah.Mi dari daerah Aceh kaya akan bumbu dan sangat beragam rempah-rempahnya. Hal ini yang menyebabkan mi di Aceh sangat berbeda dengan daerah lain di Indonesia yang rasa mi-nya terkesan agas manis. Bahan pokok mi Aceh adalah mi kuning tebal. Mi Aceh bisa ditambahkan dengan seafood, irisan daging sapi, ayam, atau kambing. Ditambah kuah kari yang gurih menjadikan mi Aceh semakin nikmat dan lezat.Mi Aceh terbagi dalam dua jenis, yaitu mi Aceh goreng kering dan mi Aceh goreng basah. Meskipun ada dua jenis, di setiap masakan mi Aceh selalu ditaburi bawang goreng, kerupuk melinjo, irisan bawang merah mentah, cabai rawit mentah, potongan mentimun, dan jeruk nipis. 
Liburan Halal ke Aceh, Kenapa Tidak?
Aceh telah mengeluarkan larangan perayaan malam pergantian tahun. Larangan tahun baru di Aceh ini pada dasarnya mengacu kepada aktivitas negatif yang ditimbulkan. Kamu yang telah membuat rencana akan ke Aceh akhir tahun, jangan khawatir.Predikat Destinasi Halal Dunia telah digenggam Aceh dan kamu akan mendapatkan sesuatu yang menarik serta unik saat berada di Aceh. Malam tahun baru tidak selalu harus manis-manis dengan kembang api memecah angkasa. Kamu hanya perlu membuat resolusi apa di tahun depan. Dirayakan ataupun tidak, tahun 2017 juga akan datang setelah 31 Desember 2016.Di Aceh sendiri suasana ini tentu berbeda, kamu tidak akan mendapatkan orang-orang berjualan terompet, atau kembang api secara terang-terangan. Aura Aceh tetap terjaga dengan baik sehingga kamu bisa berbaur dengan mudah. Jika kamu ke Aceh akhir tahun nanti, kamu tetap bisa menggerakkan asa untuk melakukan tips-tips menarik ini.
Tahura Pocut Meurah Intan, Spot Menarik Liburan Keluarga
.co.id – Aceh mungkin memang tidak seterkenal Bali, sebagai salah satu tempat wisata favorit di Indonesia. Namun, jangan salah kira, Aceh juga memiliki beragam tempat wisata alam yang sangat menarik untuk dikunjungi.Keindahan alam di Aceh tentu akan memberikan alternatif yang menarik untuk berlibur. Salah satu spot berlibur yang sangat menarik di Aceh adalah taman hutan raya Pocut Meurah Intan. Taman hutan raya ini sangat menarik dengan beragam jenis flora dan fauna yang dilindungi.Letak taman hutan raya ini ada di Saree, Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar. Jika Anda ingin menuju ke tempat wisata ini, Anda harus menempuh jarak kurang lebih sekitar 60 km atau selama 1 jam perjalanan darat dari Banda Aceh. Baca selengkapnya...
Taman Bunga Nusantara, Taman Romantis dengan Ribuan Bunga
Jika Anda mencari tempat yang romantis, sejuk, dan penuh nuansa alam, Anda bisa berkunjung ke Taman Bunga Nusantara, yang terletak di Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur, Jawa Barat.Sesuai namanya, taman ini merupakan rumah bagi ribuan jenis bunga dan tanaman. Diperkirakan ada sekitar 2.000 jenis anggrek di taman ini dan masih banyak lagi berbagai macam jenis bunga indah lainnya.Pengunjung bisa dengan leluasa menjelajahi taman seluas 23 hektare ini dan menjelajahi beberapa lokasi di taman ini, seperti Taman Air, Taman Gaya Jepang, Rumah Kaca, Taman Bali, Taman Rahasia, Taman Perancis, Taman Mawar, dan masih banyak lagi. 
Kedai Ayra di Tasikmalaya, Hadirkan Lezatnya Mi Aceh
.co.id – Indonesia terkenal memiliki beragam kuliner menarik. Salah satu kuliner khas Indonesia adalah olahan minya yang tiada duanya. Indonesia terkenal memiliki masakan olahan mi yang bervariasi dan beragam jenisnya.Hampir setiap daerah memiliki masakan olahan mi, misalnya di Jawa ada mi Jawa, di Batam ada mi lendir, dan di Aceh ada mi Aceh. Mi Aceh adalah olahan mi yang kaya akan rasa, karena memakai bumbu yang sangat beragam. Selain itu juga, kekhasan mi Aceh adalah rasa rempah-rampahnya yang sangat kuat.Rasa mi Aceh umumnya terasa pedas. Mi Aceh terbuat dari mi yang kuning tebal. Mi Aceh biasanya divariasikan dengan seafood (udang dan cumi), irisan daging sapi, daging ayam, atau daging kambing, dan disajikan dalam sup sejenis kari yang pedas dan gurih. Penasaran bukan?
Bukit Anak Dara, Wisata Baru Lombok untuk Menikmati Sunset
Gunung Rinjani beserta Kaldera Segara Anakan menjadi salah satu objek wisata Lombok paling favorit untuk memburu sunset. Selain dua objek tersebut, ada satu lagi tempat yang memiliki pesona mengagumkan di saat matahari terbenam.Ialah Bukit Anak Dara yang memiliki pemandangan cantik sore hari di Lombok. Wah, seperti apa sih keindahan dari objek wisata satu ini?Pertama, Bukit Anak Dara termasuk wahana anyar di Lombok. Tempat yang terkenal dengan matahari terbenamnya ini baru dibuka sejak tahun 2015 lalu. Lalu, karena berada di ketinggian 1.921 mdpl, Anak Dara menjadi bukit tertinggi kedua di Sembalun setelah Nanggi yang terletak di Sembalun Bumbung.Baca Selengkapnya...
Bersantai di Wisata Unik Taman Burung Dara Indrapuri Aceh
 – Burung dara mungkin terkenal di sebagian orang sebagai peliharaan yang biasa di pedesaan, namun siapa sangka bahwa hewan ini ternyata bisa menjadi daya tarik untuk di jadikan pariwisata, seperti di daerah Aceh Besar ini tepatnya. Di Indrapuri ada wisata yang menjadikan burung dara sebagai nilai jual.Taman Burung Dara Indrapuri merupakan taman wisata yang belum lama ini viral di sosial media. Hal ini karena konsep yang dibawanya memiliki keunikan yang mirip-mirip nuansa ala Eropa, yakni burung merpati. Nuansa burung dara ini seperti di Trafalgar Square Inggris atau Piazza San Marco Italia.Menurut pemilik wisata ini, ide awal pembuatannya juga berawal dari Youtube. Mursalin Nagaya mengombinasikan wisata dengan burung merpati bernuansa eropa dengan budaya khas Aceh khususnya Aceh Besar.
Ingin Menikmati Mie Khas Aceh? Mampir ke Warung Bang Khan
Kalau lagi jalan-jalan, tidak sah rasanya kalau tidak mencicipi berbagai jenis kuliner lokal. Contohnya, kalau kalian lagi jalan-jalan alias traveling ke Aceh, jangan lupa mencicipi kuliner daerahnya. Ada berbagai macam jenis makanan khas Aceh, salah satunya yaitu mie Aceh. Seperti apa mie Aceh itu?Menurut Wikipedia, mie Aceh merupakan masakan mie pedas khas Aceh di Indonesia. Mie kuning ini tebal dengan irisan daging sapi, daging kambing atau makanan laut seperti udang dan cumi. Makanan ini disajikan dalam sup sejenis kari yang gurih dan pedas.Mie Aceh tersedia dalam dua jenis, mie Aceh goreng digoreng dan kering dan mie Aceh kuah sup . Biasanya ditaburi bawang goreng dan disajikan bersama emping, potongan bawang merah, mentimun, dan jeruk nipis. Nah kalau menurut saya, mie Aceh itu adalah makanan yang terbuat dari mie yang diolah sedemikian rupa, sehingga kalau kita makan jangan lupa sediakan air minum terlebih dahulu.
Burung Unik Asli Indonesia yang Mulai Langka
.co.id – Ada banyak jenis burung yang bisa kita jumpai di Indonesia yang banyak terdapat hutan ini. Hutan adalah tempat atau habitat alami dari banyak satwa liar yang telah diciptakan oleh Tuhan. Para pecinta burung sangat menyukai burung dengan suara yang unik.Sehingga, banyak perburuan liar yang membahayakan populasi burung yang ada di wilayah Indonesia. Saat ini pemerintah telah melakukan perlindungan kepada banyak burung yang sudah terancam punah.Indonesia terkenal memiliki banyak burung yang cantik dan unik. Mengetahui jenis burung yang ada di hutan, tentu kita jadi bisa membantu untuk menjaganya. Burung unik asli Indonesia ini tentunya dilindungi oleh Undang-undang, karena banyak diburu oleh para pemburu liar.Baca selengkapnya...
Megahnya "Gedung Putih" di Aceh, Tempat Wali Nanggroe Berkantor
Bangunan kompleks Meuligoe Wali Nanggroe yang dibangun di atas tanah seluas 11 hektare diresmikan, Rabu (13/4/2016). Peresmian dilakukan dengan mempeusijuk (tepung tawari) salah satu gedung. Ini penampakan gedung bercat putih tersebut.Gedung bercat putih yang dibangun dengan biaya sebesar Rp 97 miliar itu terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Aceh. Setelah peresmian dilakukan, Wali Nanggroe Malik Mahmud akan berkantor di sana. Meski sudah diresmikan, namun ada beberapa bangunan lagi yang belum siap dibangun."Ada beberapa fasilitas lain yang belum tersedia di sini. Ke depan akan terus kita bangun," kata Gubernur Aceh, Zaini Abdullah dalam sambutannya.Pembangunan meuligoe Wali Nanggroe dibangun sejak 2010 hingga 2015 lalu. Sejumlah bangunan yang sudah tersedia di sana di antaranya yaitu kantor, rumah dinas wali nanggroe, bangunan mes, masjid dan lainnya. Sedangkan gedung katibul wali (sekretaris wali nanggroe) masih dalam tahap pengerjaan.Menurut Gubernur, sebelum menempati bangunan tersebut, Wali Nanggroe Malik Mahmud yang bertugas untuk mempersatukan masyarakat Aceh menumpang berkantor di gedung Majelis Adat Aceh. Dengan adanya komplek 'gedung putih' tersebut, diharapkan kerja wali nanggroe menjadi lebih efektif."Lembaga wali nanggroe ini suatu lembaga yang memiliki kekhususan di Aceh. Lembaga ini lahir dari hasil perundingan Helsinki," jelasnya.Di Aceh, seorang wali nanggroe bertugas untuk menjadi pemersatu bagi seluruh masyarakat Aceh, menjaga adat dan tradisi, meninggikan Dinul Islam, dan menjaga perdamaian. "Untuk mendukung kerja ini dibutuhkan tim dan fasilitas kantor yang cukup. Gedung wali nanggroe ini sudah cukup memadai walaupun sederhana," ungkap Zaini.Sementara itu, Wali Nanggroe, Malik Mahmud, mengatakan, dengan diresmikan kompleks tersebut diharapkan kerjanya dapat lebih efektif. "Bangunan ini agar bisa segara kita gunakan dan membawa Aceh ke arah yang lebih baik," kata Malik Mahmud.
Penampakkan Lintas Barat Nanggroe Aceh Darussalam
 – Awal September yang lalu, saya mengunjungi Kota Banda Aceh untuk keperluan kerja. Tepat di hari Minggu, tanggal 17 saya kembali ke Aceh Barat. Kali ini saya ingin mencoba sedikit berbeda, karena ingin mendokumentasikan pemandangan yang ada di lintas Barat Aceh.Entah gerangan apa, bila saya melintasi jalan Barat Aceh jantung ini seakan jantung ini berdetak sangat kencang. Mungkin saja, karena kesukaan saya akan pemandangannya dibandingkan lintas lainnya. Kesempatan kali ini sangat mendukung, karena saya pulang bersama Syuhada (panggilan sayang kepada motor saya).Setelah selesai dari Kota Banda Aceh, saya singgah ke pantai ternama di Aceh Besar. Semua masyarakat di Aceh, tentu tahu nama pantai ini, yaitu pantai Lampu Uk. Selain memiliki keindahan lautnya, pantai ini juga menjadi saksi bisu terjadinya musibah Tsunami 2004 silam.
Mahasiswa PascaSarjana Ini Peduli Songket Aceh yang Hampir Punah ~ Lifestyle Blog
Warisan budaya tanpa sengaja telah punah dengan sendirinya. Percaya atau tidak, kenyataan yang terjadi demikian. Pergeseran makna konsumtif menjadikan brand kedaerahan terkikis dengan sendirinya. Tentu sering mendengar nggak level pakai produk daerah, atau kuno ah pakai pakaian daerah. Alasan-alasan yang serupa menjadikan warisan budaya ini semakin tak kondusif dan terlupa begitu saja. Termasuk anak-anak muda Aceh yang cenderung menyukai fashion kebarat-baratan di bawah bayang syariat Islam sekalipun. Memang, tidak semua laki-laki ingin menjadi pacarmu eh maksudnya tidak semua anak muda Aceh lupa pada warisan budaya. Azhar Ilyas, seorang mahasiswa pascasarjana di Universitas Syiah Kuala menjadi bagian terpenting dalam melestarikan warisan budaya di Aceh, Songket Aceh. Tahu dong bagaimana sibuknya mahasiswa S2. Diktat-diktat, kebut tesis eh kebut jodoh juga bagi yang belum kawin. Pemuda yang satu ini malah sibuk ngurusin Songket Aceh. “Songket Aceh memiliki kekhasan sebagai mahakarya kerajinan budaya Aceh yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak ratusan tahun silam. Di masa lampau, Songket Aceh dipakai oleh para bangsawan atau orang tertentu saja karena proses pembuatannya yang sangat panjang. Selain itu, Songket Aceh juga bagus-bagus dan beragam warna dan motifnya.” Azhar Ilyas.
Menyambangi Taman Foto di Kota Bandung
Mengisi liburan sambil berfoto di taman sering kali menjadi pilihan saat bersantai dan mengisi liburan bersama orang terdekat. Namun, taman yang berada di jalan Taman Cempaka kota Bandung ini, konon didedikasikan bagi para pecinta dunia fotografi yang ada di kota Bandung.Di tempat wisata Taman Foto Bandung ini, kita akan menjumpai sejumlah fasilitas untuk menampilkan foto seperti layaknya galeri terbuka yang menggelar sebuah pameran foto. Namun, di taman ini pun kita bisa menemukan sarana permainan anak-anak, serta tempat santai dengan fasilitas tempat duduk.Taman fotografi yang ada di Bandung ini, merupakan salah satu tempat wisata taman tematik Bandung yang dibuat dengan tema khusus yang mengakomodir minat warga Bandung di taman terbuka, seperti tempat Taman Jomblo yang ada di kawasan daerah Pasopati Bandung. 
Travelling ke Aceh Tapi Takut Peraturan Ekstremnya? Baca Ini
Coba jujur, apa yang ada dipikiran Anda ketika mendengar kata Aceh? Oke, biar saya tebak apa yang Anda pikirkan. Pria tidak boleh memakai celana pendek? Tidak boleh boncengan sama wanita saat naik motor? Pasti masih banyak hal-hal yang lain lagi yang ada dipikiran Anda, bukan.Percayalah, saya juga pernah memikirkan hal yang sama seperti Anda ketika saya belum pernah sampai ke Aceh waktu dulu, sehingga saya pun berpikiran ketika hendak ke Aceh, Apakah saya akan menjadi lebih saleh saat berada di Aceh nanti? Memang, ketika kita belum pernah berada di Aceh, yang kita pikirkan tentang Aceh adalah sebuah provinsi yang sangat kental dengan keislamannya sehingga hal ini menjadi sebuah kekhawatiran bagi orang luar ,atau mungkin orang yang non islam yang kurang terbiasa dengan kentalnya situasi keislaman saat mereka hendak mengunjungi Aceh.
Puluhan Juta untuk Sebuah Cinta dari Gadis Aceh
Tak mudah mengucapkan will you marry me di Aceh! Siapa sih yang nggak mau menikah? Jika usia telah matang dari segi fisik, materi maupun mental, penikahan adalah hal wajar untuk dibicarakan. Namun, menikah dengan gadis Aceh tidak segampang omongan lho. Aturan main yang lebih dikenal dengan sebutan budaya sangat erat kaitannya untuk laki-laki maupun perempuan yang ingin menikah.Barangkali, budaya ini pula yang membuat laki-laki Aceh lebih galau selangkah daripada perempuan. Hanya di Aceh saja urusan menikah mesti membayar mahal cukup mahar. Dalam Islam mahar adalah kewajiban seorang laki-laki dalam meminang seorang perempuan. Namun Islam tidak membatasi besar mahar yang wajib ditebus tersebut. Rasulullah saw. bersabda: "œApakah kamu mempunyai sesuatu untuk mas kawinnya?" Laki-laki itu menjawab: 'Tidak'. Rasulullah saw. bersabda kembali: 'Carilah sekalipun sebuah cincin dari besi!" (HR. Muslim).Aceh memang unik. Syariat Islam telah diterapkan namun urusan pinangan seorang laki-laki kepada seorang gadis, tidak berlaku “aturan” main dalam Islam tersebut. Gadis Aceh tak akan pernah bisa dipinang hanya dengan cincin “besi” yang diibaratkan dalam hadis ini. Gadis Aceh hanya akan menerima pinangan mahar emas, sekalipun hanya 1 gram saja, jika ada yang setuju.
Aceh Coffee Festival Cita Rasa Aceh dalam Kopi
Aceh dan kopi, dua hal yang tak bisa dipisahkan. Kopi Aceh dikenal cukup kentara dan nikmat. Tak hanya itu saja, kopi Aceh memiliki beragam gaya suguhan yang membuat pencinta kopi ingin menikmati kekentalan rasa kopi dari nanggroe.Kopi Aceh juga menjadi salah satu candu yang bisa membuat kamu tidak akan tidur semalam suntuk jika mengonsumsi dalam jumlah banyak, bahkan jika tak terbiasa dengan kopi secangkir saja bisa membuatmu sakau.Tak mau terlena dengan kepopuleran kopi saja, Aceh menggebrak dengan menggelar Festival Kopi Aceh dan Festival Kuliner Aceh tahun 2016. Acara ini telah resmi dibuka pada Selasa, 10 Mei 2016 dan berakhir pada Kamis, 12 Mei 2016.
Indahnya Puncak Gunung Geurutee di Aceh
Jika Anda melintasi rute Banda Aceh, Aceh Jaya, di sepanjang perjalanan Anda akan terkagum-kagum dengan pemandangan alamnya yang sangat indah luar biasa. Di sebelah kiri jalan, Anda akan melihat tebing-tebing tinggi yang menjulang hijau. Sedangkan sebelah kanan, terbentang lautan luas dengan warna yang bergradasi. Laut tersebut adalah bibir pantai Samudra Hindia.Jika kita perhitungkan, jarak antara Banda Aceh dengan Kabupaten Aceh Jaya hanya sekitar 147 kilometer. Sebelum sampai di kabupaten tersebut, kita harus melewati wilayah Aceh Besar, yang meliputi kawasan Kecamatan Lhoknga, Kecamatan Leupung, dan Kecamatan Lhong, setelah itu baru masuk wilayah Aceh Jaya yang berbatasan dengan Kecamatan Lamno.Jika dilihat di sepanjang jalan tersebut, di sana terdapat dua gunung yang cukup terkenal yaitu gunung Paro dan gunung Geurutee. Gunung Paro terletak sekitar 30 kilometer dari Banda Aceh, sedangkan gunung Geurutee berada di jarak 66 kilometer.