Nyanyian Perempuan Eks Penghuni Kamp Konsentrasi

Nyanyian Perempuan Eks Penghuni Kamp Konsentrasi

Rudi Hartono  ⋅  07 Apr 2018 04:05:05

 – Perempuan yang aktif memberantas buta huruf, senang berkegiatan sosial, aktif bergerak dalam organisasi dan komunitas pemuda, bahkan perempuan yang menggemari seni pun ditangkap dan dikirim ke kamp-kamp, antara lain kamp Plantungan, Bukit Duri, dan Ambarawa.

Setelah mereka keluar dari kamp-kamp tahanan tersebut, mereka dicap sebagai tahanan politik dan mendapatkan stigma sosial yang diberikan oleh negara. Stigma-stigma itu berangkat dari fitnah yang kini masih lekat dan disebarluaskan dari generasi ke generasi untuk menumbuhkan provokasi dan rasa takut.

Apa yang terjadi di kamp-kamp tersebut tidak dapat dibayangkan. Perempuan harus hidup dalam keterbatasan, terpisah dan jauh dari keluarga. Banyak pula yang tidak tahu apakah keluarganya tahu bahwa mereka ditangkap. 

Continue Reading

Related Posts