Yerusalem, Kota Damai yang Tak Kunjung Damai

Yerusalem, Kota Damai yang Tak Kunjung Damai

Beltane Dufresne  ⋅  06 Apr 2018 08:44:51

 – Akhir-akhir ini, kota suci Yerusalem menjadi nama kota yang paling sering disebut-sebut. Berbagai media ramai-ramai memberitakan kota yang menjadi tempat suci bagi tiga agama, yakni Nasrani, Yahudi dan Islam. Semua ini dipicu oleh keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Kota ini juga menjadi saksi meningkatnya ketegangan konflik di kawasan yang memang sedari dulu penuh dengan konflik. Sepanjang sejarahnya, kota suci ini pernah dua kali hancur, 23 kali dikepung, 52 kali diserang dan sudah 44 kali berganti penguasa. Kota Suci Yerusalem juga diselimuti oleh nubuat dari berbagai agama, baik dari sisi Nasrani, Yahudi maupun Islam. Namun dari semua nubuat tersebut hampir sama, yakni mengarah kepada akhir zaman.

Selama dua ribu tahun, Yahudi menjadi kaum yang tidak punya rumah dan menumpang dari belas kasihan umat lain dan mereka tersebar di berbagai tempat. Dari segi politik pun, Yahudi tidak didukung dengan kekuatan yang besar. Namun sejarah berjalan dengan sangat cepat. Di penghujung tahun 1800-an, muncullah ke permukaan sebuah gerakan bernama Zionisme. Gerakan ini merancang sebuah rencana untuk membangun rumah bagi kaum Yahudi. Namun bukan di pemukiman kosong, melainkan di Kota Suci Yerusalem yang saat itu berada di bawah Khilafah Utsmaniyah.

 

Continue Reading

Related Posts