Candi Sewu, Menghayati Makna Toleransi Warisan Leluhur

Candi Sewu, Menghayati Makna Toleransi Warisan Leluhur

Andhicha Rachmansyah  ⋅  13 Jul 2017 20:20:06

Candi Sewu juga menjadi karya agung peninggalan peradaban Kerajaan Mataram Kuno yang diakui oleh UNESCO. Candi Sewu merupakan candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-8 Masehi pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran 746-784 , raja termahsyur dari Kerajaan Mataram Kuno.Berdasarkan Prasasti Kelurak tahun 782 dan Prasasti Manjusrugrha tahun 792 yang ditemukan pada tahun 1960, nama asli Candi Sewu adalah Prasada Vajrasana Manjusrigrha . Istilah Prasada bermakna kuil, Vajrasana bermakna intan bertahta, sedangkan Manjusri-grha bermakna rumah Manjusri.Kompleks Candi Sewu terdiri dari 1 candi utama, 8 candi apit, dan 240 candi perwara candi pendamping . Bangunan candi utama memiliki ukuran diameter 28 meter dengan tinggi 30 meter, ruang Garbhagriha besar pada poros tengah candi, dikelilingi empat kamar kecil yang menjorok keluar.

Continue Reading

Related Posts