Hanya Sepucuk Rindu untuk Masa yang Lalu

Hanya Sepucuk Rindu untuk Masa yang Lalu

Fatahillah Octivani  ⋅  20 Jun 2017 01:20:07

Apa kabar harimu tuan? Aku merindukan candaan di malam itu. Aku merindukan cerita malam itu. Dan, aku pun merindukan perdebatan hebat di antara kita yang membuat tujuan tak lagi sama. Aku bukan merindukan tujuan yang berbeda, tapi aku rindu melihat perdebatan yang selalu selesai dengan baik.Ah, mungkin arah tuan memang sudah berbeda sejak saat itu. Hanya langkahku saja yang terlalu bersemangat, hingga aku lupa kita bukan apa-apa bahkan belum seutuhnya saling memiliki. Secangkir kopi malam ini tidak begitu terasa, mungkin ingatan tentang tuan sedang mengacaukan banyak pertanyaan di kepalaku.Apakah tuan masih terbiasa dengan kopi, ketika malam tak dapat merayumu ke dalam pelukannya? Apakah kesukaanku dengan secangkir kopi akhir-akhir ini bisa membuat tuan memiliki tujuan yang sama denganku lagi? Khayalanku mulai tidak beraturan, bahkan sampai matahari mulai memberikan sinarnya.

Continue Reading

Related Posts