Menjadi Penulis yang 'Terkutuk'

Menjadi Penulis yang 'Terkutuk'

Fatahillah Octivani  ⋅  11 Apr 2017 21:50:07

Barangkali, cita-cita masa kecil untuk menjadi penulis adalah satu-satunya cita-cita yang saya sesali. Saya ingat kali pertama mulai memiliki sebuah cita-cita. Semasa SMP, saya membaca buku teenlit dari Penerbit G, judulnya Confeito, pengarangnya masih muda dan hingga kini cukup aktif di media sosial yaitu Windhy Puspitadewi.Ketika masa remaja itu, saya begitu terobsesi dengan tokoh utama bernama Hana. Kira-kira, tokoh itu digambarkan sebagai remaja yang ingin jadi penulis dan masuk sastra, namun ayah Hana lebih menginginkan Hana masuk jurusan teknik, sebab jurusan teknik masih santer sebagai penanda kesuksesan.Dulu, saya tentu saja belum paham bahwa ternyata jurusan sastra tidak keren-keren amat dalam menghasilkan sastrawan ataupun penulis. Sebab, pada masa kini, terbukti jurusan filsafat-lah yang banyak menyumbang segenap nama penyair juga novelis keren, sebut saja Eka Kurniawan, Puthut EA, dan Dea Anugrah. Jika tahu sejak dulu tentang fakta ini, mungkin saya juga tidak bakal kagum-kagum amat dengan tokoh Hana.

Continue Reading

Related Posts