Popular articles, quotes and videos. Content created and submitted by Kancyl users is dedicated to public domain.

10 Pondasi Pendidikan Anak di Lingkungan Keluarga

Punya anak laki-laki atau perempuan sama saja. Itu memang benar. Namun dalam proses pendidikan anak, memiliki anak lebih satu orang akan memiliki perbedaan berarti. Bagi orangtua, tugas mendidik anak laki-laki dan perempuan memiliki beban tersendiri.

Anak laki-laki kelak akan menjadi pemimpin, paling tidak pemimpin di rumah tangganya. Sebagai pemimpin, anak laki-laki perlu dididik sejak dini menjadi calon pemimpin yang baik. Bertanggung jawab terhadap anggota keluarga karena di tengah keluarga anak laki-laki itu akan menjadi suami dan ayah yang baik. Memiliki karakter yang baik agar menjadi teladan bagi anggota keluarganya.

Anak perempuan, kelak akan menjadi ibu rumah tangga. Menjadi ibu dari anak-anaknya, serta jadi istri yang baik dari seorang suami. Anak perempuan menjadi calon ibu rumah tangga, mengurus rumah tangga dengan penuh perhatian.

Read Full Article
Bagaimana Jika Kami Berhenti Jadi Guru?
Guru cubit murid. Guru dipidanakan. Guru diadili. Guru disidang. Guru dipukul. Guru diancam. Guru diapa-apakan. Baru sekarang. Cetakan sejarah baru. Prostitusi generasi yang berlebihan dalam menilai makna pendidikan pada kodrat yang sebenarnya. Generasi yang teramat manja hanya bermain-main atas nama pendidikan yang kelak akan membesarkan namanya.Mau jadi apa, mau jadi siapa, pendidikan yang layak sejak dini adalah bekal untuk menjadi penyemarak pendidikan di masa depan maupun penghancur pendidikan itu sendiri. Bagaimana jika kami berhenti jadi guru? Pernahkah pertanyaan ini terpikir dari benak anak-anak yang dicubit?Anak-anak yang terlalu manja. Anak-anak yang merengek minta diajarkan matematika. Anak-anak yang menangis lantaran belum bisa membaca dengan benar. Anak-anak yang dilarang main bola di luar jam pelajaran olahraga. Anak-anak yang keras kepala memanjangkan rambut sampai bahu karena meniru aktor idola yang sering balap sepeda motor di televisi. Anak-anak yang lupa ada guru menanti di sudut ruangan setelah jam pulang karena takut orang tua belum datang menjemput.Baca selengkapnya..
Pentingnya Beasiswa bagi Kelangsungan Pendidikan Anak
Wajib Belajar 12 tahun merupakan salah satu program pemerintah, dalam melangsungkan dan memajukan pendidikan anak di negeri ini. Program ini sebagai lanjutan dari program wajib belajar sebelumnya.Sebagai kelanjutan program Wajib Belajar 9 tahun, program ini masih berkaitan erat dengan pemerataan memperoleh pendidikan bagi anak Indonesia. Anak Indonesia wajib mendapat kesempatan, untuk memperoleh pendidikan sampai jenjang pendidikan menengah atas.Itu artinya, anak Indonesia minimal harus menamatkan dan memiliki ijazah SMU Sederajat. Menindaklanjuti program tersebut, pihak pemerintah, swasta maupun masyarakat, telah memberikan dukungan nyata dalam bentuk pemberian beasiswa. Peranan beasiswa sangat penting demi kelangsungan pendidikan anak.
Negara Terkecil Itu Bernama Keluarga
Tahun ini, Hari Keluarga Nasional Harganas memasuki usia ke-23. Puncak peringatan Harganas dipusatkan di Kupang Nusa Tenggara Timur, beberapa waktu lalu. Dalam rangka Harganas tersebut, diturunkan artikel postingan ini dengan tajuk Negara mini Itu Bernama Keluarga .Tidak berlebihan kalau sebuah keluarga itu dikatakan negara dalam bentuk mini. Unit negara kecil yang dihuni oleh seorang ayah sebagai kepala, ibu sebagai pengatur, dan anak sebagai anggota negara mini tersebut.Sebuah keluarga dibangun di atas pondasi agama, sosial budaya, ekonomi, dan sejumlah tata nilai lainnya. Pondasi yang kuat akan membentuk nilai spiritual dan karakter yang baik pada anak sebagai anggota keluarga.
Inilah Golongan Keluarga yang akan Berkumpul di Surga
Keluarga merupakan pondasi awal yang membangun generasi dalam Islam. Tidak dapat dipungkiri bahwa, keluarga memiliki peranan yang sangat penting untuk melakukan hal tersebut.Sebab, berawal dari sebuah keluarga lah seorang anak menjadi baik atau buruk. Setiap keluarga, seharusnya berlandaskan pada Alquran dan Hadist. Dengan demikian, maka barulah keluarga tersebut akan menjadi keluarga yang selalu berada di dalam naungan Allah SWT.Selain itu, mahligai rumah tangga yang selalu berada di jalan Allah, akan membawa mereka menuju surga. Ternyata, di surga kelak ada golongan keluarga yang akan berkumpul sama halnya seperti saat mereka berada di dunia.
Lima Budaya Baik Ini Perlu Diterapkan dalam Keluarga
Sering dikemukakan bahwa kedua orangtua menjadi pendidik sekaligus guru pertama anak di lingkungan keluarga. Dikatakan demikian karena anak pertama kali lahir, tumbuh dan berkembang di lingkungan rumah tangga.Orangtua tidak mengajari anak dengan berbagai disiplin ilmu. Melainkan menanamkan nilai-nilai sikap dan karakter baik. Hal ini dapat dilakukan melalui tradisi dan kebiasaan yang baik budaya baik di lingkungan keluarga, suri tauladan dan doktrin kedua orangtua anak.Ada beberapa budaya baik yang perlu ditumbuhkembangkan sejak dini di lingkungan keluarga. Berikut pembahasannya:1.Budaya baca dan tulis. Dua budaya ini saling berkaitan. Budaya membaca berhubungan dengan penambahan pengetahuan dan wawasan. Sedangkan budaya tulis berhubungan dengan penyampaian ilmu pengetahuan dan gagasan melalui bahasa tulis. Kelak anak akan terlatih dan terbiasa untuk membaca dan menulis sesuatu yang bermanfaat. Baca selengkapnya..
Pendidikan Masa Lampau dan Sekarang
Membicarakan pendidikan dulu dan sekarang hanyalah sebuah relativitas. Artinya, dari sisi mana atau konteks apa seseorang mencermati dan merefleksi pendidikan masa lampau dengan pendidikan sekarang ini.Perbedaan pendidikan sebelum dan setelah era reformasi juga dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman seseorang dalam mencimpungi manajemen maupun praktik pendidikan.Berdasarkan keniscayaan tersebut, kali ini akan dikemukakan hasil refleksi pendidikan masa lampau dan sekarang. Terutama dalam konteks siswa, guru, dan kurikulum pendidikan.
Pengaruh Etos Kerja Terhadap Disiplin Guru
 – Pendidikan karakter sudah lama menjadi isu pokok dalam dunia pendidikan Indonesia. Bahkan pendidikan karakter telah diintegrasikan melalui proses pendidikan sejak beberapa tahun belakangan.Hal ini terbukti dengan berlakunya Kurikulum 2013 (Kurtilas) yang memuat pendidikan karakter. Konsekuensinya adalah proses pendidikan dalam pembelajaran di sekolah berorientasi pada pembentukan nilai-nilai karakter baik pada diri peserta didik.Guru merupakan salah satu komponen pendidikan yang berperan penting dalam menumbuhkembangkan nilai-nilai karakter pada peserta didik di samping komponen orangtua di lingkungan keluarga. Berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru disebut sebagai pendidik profesional yang memuat masalah pendidikan karakter. 
Kurikulum Pendidikan yang Baik untuk Anak Usia Dini
Tak bisa dipungkiri bahwa, pendidikan sangat menentukan perkembangan seorang anak. Pendidikan yang wajar, pemikiran anak akan berjalan sebagaimana mestinya.Pendidikan yang tidak wajar atau cenderung dipaksakan, mengantarkan anak ke dalam kegalauan panjang bahkan sampai usia dewasa. Karena apa? Pendidikan yang dipaksakan akan membuat anak salah pilih jurusan saat kuliah misalnya, yang berakibat fatal pada masa depannya.Masih syukur jika perkuliahan benar dijalani, namun jika pendidikan terbengkalai siapa yang mesti disalahkan? Tidak hanya itu, urusan pekerjaan menghadang dengan sendirinya setelah pendidikan sarjana usai.
Inilah 4 Disiplin Penting Diterapkan Anak di Rumah
 – Secara sederhana dapat dirumuskan bahwa disiplin di rumah tangga dapat dimaknai sebagai sikap anggota keluarga untuk taat azas, aturan dan taat pada kebiasaan yang berlaku di rumah tangga tersebut. Setiap keluarga menganut paham, sosial dan budaya tersendiri.Antara satu keluarga dengan keluarga lainnya, akan menerapkan azas, aturan dan cara berbeda dalam penerapannya. Namun demikian keluarga yang memiliki anak usia sekolah, segala azas, aturan yang diterapkan perlu menyesuaikan diri dengan sosial dan budaya yang berlaku di lembaga sekolah tempat anak belajar. Disiplin anak hendaknya berlaku universal. Hal ini tercermin dari 4 disiplin yang perlu diterapkan oleh anak di lingkungan keluarga.1.Disiplin belajar Anak pada usia sekolah, tidak hanya belajar di sekolah. Ketika anak berada di lingkungan keluarga, anak juga mempunyai kewajiban untuk belajar.
Bagaimana Pengaruh Sosok Ayah bagi Pendidikan Anak?
Mungkin telah banyak artikel pendidikan yang menyebutkan, bagaimana pentingnya peran orangtua terhadap pendidikan anak, bahkan tak sedikit pula para ahli yang telah mengungkap fakta-fakta tentang pengaruh keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak.Barkaitan dengan peran orangtua dalam pendidikan anak, mungkin bukan hal baru lagi, bila menyebutkan ibu adalah sosok yang memiliki pengaruh paling besar bagi pendidikan anak mereka. Pertanyaannya, bagaimana dengan ayah?Seberapa besar pengaruh pria yang bertanggung jawab sebagai kepala rumah tangga di dalam keluarga tersebut bagi pendidikan anak? Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ini terdapat sebuah hasil penelitian terbaru, yang berhasil mengungkap pengaruh sosok ayah terhadap pendidikan anak.
4 Masalah Pokok dalam Pendidikan Nasional
Pendidikan merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas sumber daya manusia human resources . Semakin tinggi kualitas pendidikan suatu bangsa, makin tinggi pula kualitas sumber daya manusianya. Sebab itu, titik bidik pengelolaan pendidikan oleh pemerintah dari masa ke masa mengacu pada peningkatan mutu pendidikan di semua jenjang pendidikan. Untuk mewujudkan sasaran tersebut, pemerintah telah melakukan berbagai inovasi dalam sistem dan proses pendidikan nasional.Hal itu berkaitan dengan masalah pokok dalam pendidikan nasional Indonesia. Ada empat masalah penting yang melatarbelakangi inovasi sistem dan proses pendidikan nasional. Lantas, apa saja itu?
10 Pondasi Pendidikan Anak di Lingkungan Keluarga
Punya anak laki-laki atau perempuan sama saja. Itu memang benar. Namun dalam proses pendidikan anak, memiliki anak lebih satu orang akan memiliki perbedaan berarti. Bagi orangtua, tugas mendidik anak laki-laki dan perempuan memiliki beban tersendiri.Anak laki-laki kelak akan menjadi pemimpin, paling tidak pemimpin di rumah tangganya. Sebagai pemimpin, anak laki-laki perlu dididik sejak dini menjadi calon pemimpin yang baik. Bertanggung jawab terhadap anggota keluarga karena di tengah keluarga anak laki-laki itu akan menjadi suami dan ayah yang baik. Memiliki karakter yang baik agar menjadi teladan bagi anggota keluarganya.Anak perempuan, kelak akan menjadi ibu rumah tangga. Menjadi ibu dari anak-anaknya, serta jadi istri yang baik dari seorang suami. Anak perempuan menjadi calon ibu rumah tangga, mengurus rumah tangga dengan penuh perhatian.
Pengertian Amdal : Tujuan Dan Manfaat Amdal
Pengertian Amdal Pengertian Amdal Analisis Mengenai Dampak Lingkungan| Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yaitu kajian perihal dampak besar serta penting suatu usaha dan/atau aktivitas yang direncanakan pada lingkungan hidup yang dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan mengenai penyelenggaraan usaha dan/atau aktivitas di Indonesia. AMDAL ini di buat saat perencanaan suatu proyek yang diprediksikan dapat memberi pengaruh pada lingkungan hidup di sekitarnya. Analisis mengenai dampak lingkungan muncul sebagai jawaban atas keprihatinan mengenai dampak negatif dari aktivitas manusia, terutama pencemaran lingkungan akibat aktivitas industri pada tahun 1960-an. Mulai sejak itu AMDAL sudah menjadi alat utama untuk mengerjakan bebrapa aktivitas manajemen yang bersih lingkungan serta selalu melekat pada tujuan pembangunan yang berkepanjangan. AMDAL pertama kalinya dikenalkan pada tahun 1969 di Amerika Serikat. Menurut UU No. 23 tahun 1997 mengenai pengelolaan Lingkungan Hidup serta PP no 27 tahun 1999 perihal Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Bila Indonesia memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang perlu dibuat jika seseorang ingin membangun satu proyek yang diprediksikan akan memberi dampak besar serta penting terhadap lingkungan. AMDAL yaitu kajian tentang dampak besar serta penting satu usaha dan/atau aktivitas yang direncanakan pada lingkungan hidup yang dibutuhkan untuk proses pengambilan keputusan mengenai penyelenggaraan usaha dan/atau aktivitas.
Fungsi Rumah dalam Perspektif Pendidikan Anak
 – Rumah merupakan tempat tinggal dan berlindung bagi anggota keluarga dari pengaruh luar yang kurang baik. Rumah akan melindungi anggota keluarga dari sengatan cahaya matahari, cuaca dingin, dan akses lain yang merugikan.Dalam perspektif pendidikan anak, rumah yang baik tidak hanya sekadar rumah yang memenuhi syarat kesehatan. Lebih dari itu, rumah yang baik bagi anak dapat memenuhi beberapa fungsi yang terkait dengan kebutuhan dan pendidikan anak.Rumah yang baik bagi anak, tidak harus rumah megah. Tidak mesti rumah permanen atau tidak. Rumah pribadi atau rumah kontrakan. Namun rumah tersebut memenuhi kebutuhan anak yang sedang menjalani proses pendidikan.
Memahami Lagi Arti Pendidikan untuk Anak-anak
Pendidikan adalah cikal bakal suatu kemajuan bangsa. Jika ingin memajukan negara, pendidikannya harus diutamakan. Hal ini tidak bisa ditawar-tawar lagi, sudah harga mati. Nah, untuk itulah kesadaran pentingnya pendidikan harus benar-benar dipahami dan dipraktikkan oleh seluruh rakyat Indonesia.Dan kita tahu betul, pendidikan belum merata di negeri kita ini. Buktinya, masih banyak anak-anak kita di tepian atau di pelosok negeri yang belum maksimal atas keadilan pendidikan. Selain itu, pendidikan juga masih impian belaka bagi rakyat miskin, baik di kota maupun di desa.Sehingga, dampaknya adalah pesimis dan sinislah yang terjadi. Ngapain sekolah, toh orang-orang pintar banyak menjadi pencuri dan koruptor, pernyataan sinis ini pernah Anda dengar?
Mengurai Makna Peringatan Hardiknas 2016
Hari Pendidikan Nasional Hardiknas jatuh pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya. Peringatan Hardiknas berkaitan dengan hari lahir Ki Hadjar Dewantara. Beliau adalah seorang tokoh pelopor pendidikan Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa.Pada zaman kolonial, tidak semua anak bangsa dapat mengenyam bangku pendidikan. Yang boleh bersekolah hanyalah anak tertentu saja dari golongan tertentu. Nah, beliau gigih memperjuangkan agar semua anak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan.Sampai saat ini, tanggal 2 Mei bukanlah hari libur nasional. Namun segenap insan pendidikan, khususnya lembaga pendidikan di negeri ini memperingatinya dengan berbagai acara.
4 Metode Penerapan Pendidikan Moral pada Anak
Strategi pendidikan moral adalah pendekatan atau upaya yang dilakukan untuk menumbuh-kembangkan sikap, tingkah laku dan budi pekerti anak. Indikator keberhasilan strategi ini, akan terlihat dari pergaulan anak sehari-hari.Untuk mendukung upaya penerapan pendidikan moral, perlu adanya program dan kebijakan. Hal Ini bertujuan untuk mewujudkan sasaran apa yang ingin dicapai.Pemerintah dalam bidang pendidikan telah memiliki hal tersebut dan sudah diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat. Dalam hal ini adalah pembinaan moral anak ke arah yang lebih baik. Ini sudah dikemukakan pada bagian pertama pembahasan ini.
Tiga Cara Hindari Stres di Lingkungan Keluarga
Keluarga merupakan unit terkecil dalam strata sosial masyarakat. Lingkungan keluarga menjadi tempat awal pembentukan sumber daya manusia sebelum melangkah melalui jalur pendidikan formal dan non-formal. Bahkan, lingkungan keluarga diklaim sebagai basis pendidikan anak yang sesungguhnya.Oleh sebab itu, penataan lingkungan keluarga sebagai basis pendidikan anak perlu mendapat perhatian serius dari orangtua. Menata lingkungan keluarga lebih ditekankan pada penciptaan suasana dan iklim rumah tangga yang nyaman dan kondusif, untuk anak belajar mengenal hidup dan kehidupan. Menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai spiritual, intelektual dan psikomotorik.Keluarga yang nyaman dan kondusif, salah satunya ditandai dengan kondisi dimana anggota keluarga jauh dari tekanan dan beban pikiran stres yang terlalu berat. Biasanya kondisi stres ini disebabkan oleh rendahnya nilai religius dalam keluarga, ekonomi yang kurang memadai, konflik sosial internal, dan lain sebagainya.
Peran Ibu dalam Pendidikan Anak di Lingkungan Keluarga
 – Seorang ibu memegang peranan penting dalam proses pendidikan anak. Kenapa tidak? Pendidikan pertama bagi anak di lingkungan keluarga diperoleh langsung melalui seorang ibu. Dapat dikatakan, ibu adalah pendidik pertama bagi anak dalam proses pendidikannya.Seperti sudah diketahui bahwa pendidikan anak di lingkungan keluarga lebih diarahkan pada pembentukan karakter anak. Seorang ibu lebih dekat dengan anak, lebih mengerti dan memahami karakter anaknya. Oleh sebab itu, seorang ibu menjadi ‘nara sumber’ utama bagi anak dalam pengembangan pendidikan karakter di rumah tangga. Pemberdayaan peranan ibu dalam proses pendidikan anak akan mengantarkan anak bangsa yang berbudi luhur. Jayanya suatu bangsa tidak semata karena penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Lebih dari itu, karena karakter dan ciri khas bangsa yang berbudi pekerti mulia.
Pendidikan sebagai Warisan Utama bagi Anak
Mengapa pendidikan menjadi warisan utama bagi putra dan putri kita? Inilah pertanyaan penting yang perlu diajukan kepada kita semua. Artikel akan ini membahas pentingnya pendidikan bagi anak dalam menyongsong masa depan yang lebih baik. Oleh sebab itu ikuti sampai tuntas pembahasan berikut ini.Yang pertama, pendidikan itu menjadi modal utama bagi anak untuk menjalani hari esok yang lebih baik. Dalam pendidikan terkandung beberapa nilai seperti pengetahuan, sikap, dan budi pekerti serta kecakapan hidup.Pendidikan mengarahkan seseorang untuk berpikir jernih, nalar dan santun dalam menghadapi dan memecahkan problema kehidupan. Ini adalah hasil dari nilai aspek pengetahuan, sikap dan tingkah laku serta keterampilan yang terkandung dalam proses pendidikan anak. Itu sebabnya dikatakan bahwa pendidikan itu modal utama bagi anak untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.Baca Selengkapnya...
Guru Cantik Ini Berikan Pendidikan Gratis pada Anak Jalanan
Di luar sana, banyak sekali anak-anak kurang mampu yang tidak bisa menikmati pendidikan karena faktor biaya. Di samping itu, kepedulian masyarakat pada anak-anak yang tidak sekolah masih sangat minim.Akibatnya, banyak anak-anak yang tidak bisa sekolah dan terpaksa bekerja kasar di jalanan. Meskipun demikian, ternyata masih ada orang yang peduli pada anak-anak yang tidak bisa sekolah. Salah satunya guru sukwan atau honorer, berparas cantik asal Filipina ini, yang rela mengajar anak-anak jalanan meski tanpa dibayar.Guru sukwan cantik tersebut diketahui bernama Dara Mae Tuazon. Dirinya lebih memilih untuk membantu memberikan pendidikan kepada anak-anak jalanan di daerah Gastambide, di Manila.
Cara Memantik agar Anak Sekolah Rajin Membaca
Dunia literasi bagi anak-anak sekolah masih sangat miris. Mereka lebih suka main gadget dibandingkan membaca, apalagi menulis. Jika budaya gadget lebih menonjol dibandingkan membaca, 10 tahun atau 20 tahun kemudian, pendidikan Indonesia akan mengalami kemunduran.Jangan berharap anak berprestasi, tidak bodoh-bodoh amat saja sudah syukur. Sebagai orangtua, apakah Anda rela anak-anak Anda yang disekolahkan bukan malah cerdas, tapi bodoh dan lambat? Tentu tidak rela, bukan? Mengingat biaya pendidikan mahal, dan juga yang tak kalah penting adalah investasi pendidikan di keluarga Anda nihil.Harap dipahami, seberapa pun warisan kekayaan Anda jika dikendalikan dengan anak-anak yang lamban, bukan malah berkembang, yang ada malah tumpul. Itulah gunanya pendidikan yang baik, membuka wawasan, menimba ilmu pengetahuan, mengasah kecerdasan, dan juga menemukan bakatnya di kemudian hari.
Ini Keunggulan Pendidikan Alternatif di Indonesia
Pendidikan di Indonesia belum dapat benar-benar dibenahi. Kita tahu bahwa tidak semua penduduk negara kita mendapatkan haknya untuk memperoleh pendidikan yang layak, khususnya di daerah pedalaman dan terpencil.Ada banyak alasan, di samping fasilitas yang belum memadai, ada sejumlah pandangan bahwa pendidikan bertolak belakang dengan kearifan lokal beberapa daerah. Seorang anak tidak begitu tertarik dengan budayanya ketika mereka mulai menginjak bangku sekolah.Namun, tidak semua sistem pendidikan di Indonesia seperti yang tersebut di atas. Ada beberapa pendidikan yang walaupun tidak bersertifikat, mampu membawa kearifan budaya bersama kemajuan cara pikir secara beriringan. Meskipun mereka tidak masuk secara sertifikasi, namun mereka mampu menjelaskan apa arti pendidikan yang sebenarnya, bahkan melebihi apa yang didapatkan dari pendidikan formal.