Politik Buya Hamka, Dibenci Tapi Sosok yang Dimuliakan

Politik Buya Hamka, Dibenci Tapi Sosok yang Dimuliakan

Hizkia Nazarullah  ⋅  25 Oct 2016 05:40:08

Masa perumusan pembentukan dasar negara Republik Indonesia berlangsung sengit. Saat itu, ada dua kubu yang sama-sama bersikeras memilih Undang-undang Dasar Negara 1945 berdasarkan negara pancasila, atau berdasarkan Islam.Kubu pertama memilih pancasila sebagai dasar negara, dan kubu kedua dasar negara dari agama, yaitu Islam. Soekarno dan Mohammad Yamin paling keras menyuarakan bahwa dasar negara harus Pancasila, sedangkan dari sebelah tetap berpendapat bahwa dasar negara harus Islam, yakni Abdul Malik Karim Amrullah Buya Hamka .Bahkan sebelum keputusan, tokoh dari partai Masyumi tersebut, Buya Hamka, sempat berpidato politik panjang lebar. Bila negara kita ini mengambil dasar negara berdasarkan Pancasila, sama saja kita menuju jalan ke neraka Seru Buya Hamka dan pidato tersebut.

Continue Reading

Related Posts