Economic Time FEB UB : Apakah Kenaikan Harga Rokok Efektif? | Infokampus

Economic Time FEB UB : Apakah Kenaikan Harga Rokok Efektif? | Infokampus

infokampusnews  ⋅  22 Oct 2016 22:21:26

Infokampus.news, Malang – Efektivitas kenaikan cukai rokok terhadap penurunan konsumsi rokok terus menjadi isu yang hangat untuk diperbincangkan. Isu tersebut kembali dibahas dalam talkshow Economic Time, ‘Efektivitas Kenaikan Cukai Rokok’ yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya HMIE FEB UB) di Basement FEB UB, Kamis, 20 Oktober 2016. Wacana Harga Rokok Naik Berawal dari Penelitian Wacana kenaikan harga rokok untuk mengurangi konsumsi rokok ini berawal dari penelitian yang dilakukan oleh Studi Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (UI). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa dari 1.000 orang yang di survey, 82% akan berhenti merokok bila harga rokok mencapai Rp 50 ribu. Kenaikan Drastis Menyalahi Undang-undang Menanggapi hal tersebut Kanwil DJBC Jatim II Nirwala Herianto mengatakan bahwa peningkatan cukai rokok ini salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi konsumsi rokok masyarakat. Namun Ia menilai kenaikan harga rokok yang drastis sampai Rp 50 ribu menyalahi Undang-undang. “Kalau naik jadi Rp 50 ribu itu berarti tarif cukai bisa sampai ke kisaran angka 300%, dan hal tersebut akan menyalah Undang-Undang (UU). Karena dalam UU sudah diatur bahwa tarif cukai terbesar dipatok dalam angka 57%,” kata Nirwala.

Continue Reading

Related Posts