Popular articles, quotes and videos. Content created and submitted by Kancyl users is dedicated to public domain.

Awas, Konsumsi Daging Berlebih Berisiko Obesitas

Ketika kita berpikir tentang obesitas, kita biasanya berpikir tentang pola makan yang buruk, konsumsi gula berlebih, dan olahraga yang tidak cukup. Kita mungkin tidak berpikir tentang konsumsi daging yang juga turut memainkan peran.

Tapi, penelitian baru menilai tingkat konsumsi daging dan obesitas di 170 negara di seluruh dunia menemukan, bahwa konsumsi daging berlebihan dapat berkontribusi terhadap obesitas setara dengan konsumsi gula berlebihan.

Peneliti dari University of Adelaide, Australia, menemukan bahwa konsumsi daging berlebihan berkontribusi terhadap prevalensi obesitas global sebanyak konsumsi gula yang berlebihan. Mereka juga menemukan bahwa ketersediaan gula berkontribusi pada obesitas, setara dengan ketersediaan daging di negara tertentu.

Read Full Article
Ibu Hamil Boleh Makan Daging Kambing? Perhatikan 5 Hal Ini
.co.id – Boleh tidak sih makan daging kambing saat hamil? Saat hamil, ibu sangat dianjurkan untuk menikmati daging merah, karena nutrisinya sangat bagus untuk menjaga kesehatan tubuh dan mendukung tumbuh kembang janin dalam kandungan.Namun sayang, ada mitos yang beredar di masyarakat, jika ibu hamil tidak boleh makan daging kambing karena panas sehingga dapat mengganggu kehamilan. Kira-kira, benarkah ibu hamil tidak boleh makan daging kambing?Daging kambing termasuk salah satu jenis daging merah, sehingga bisa dikatakan aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Tapi, meskipun aman, sebaiknya ibu hamil memerhatikan beberapa hal penting sebelum mengonsumsi daging kambing. Apa sajakah itu?Baca selengkapnya...
Cara Pilih Daging Giling yang Segar dan Bernutrisi
Mana yang lebih Anda pilih, antara daging utuh dengan daging giling? Tentu ibu akan menjawab tergantung kebutuhan masakan, karena ada kalanya daging giling lebih dibutuhkan saat mengolah beberapa masakan, salah satunya bakso.Menggiling daging sendiri memang tidak mudah dan memakan waktu lama, karenanya tak heran jika sebagian ibu memilih alternatif lain, yakni dengan memilih daging giling. Namun begitu, ada banyak hal yang harus diperhatikan saat memilih daging giling. Karena jika dibandingkan dengan daging utuh, daging giling lebih mudah berubah warna dan mudah basi, akibat paparan oksigen yang lebih besar.Jangan sampai karena ketidaktahuan, lantas Anda salah memilih daging giling yang tidak segar dan berkualitas buruk. Agar tidak salah pilih, sebaiknya simak cara memilih daging giling yang segar dan berkualitas berikut ini.
Inilah Hubungan antara Daging Ayam dan Obesitas
Vegetarian memiliki tingkat obesitas jauh lebih rendah dibandingkan dengan pemakan daging, mengapa demikian? Apakah karena mereka tidak makan daging atau karena mereka makan lebih banyak sayuran?Sebuah studi dari Belanda mencoba menganalisa hal ini. Di mana para peneliti mempelajari secara efektif pada pria dan wanita yang makan dengan jumlah kalori yang sama dalam sehari, makan sayuran dalam jumlah yang sama, akan tetapi jumlah porsi makan daging yang berbeda.Pria dan wanita yang makan kurang dari satu porsi kecil daging sehari, rata-rata tidak kelebihan berat badan. Tetapi, mereka yang lebih banyak makan daging, akan memiliki berat badan yang sedikit berlebihan.
Tips Menyimpan Daging Kurban Agar Awet dan Nutrisinya Terjaga
.co.id – Stok daging Anda melimpah saat hari raya Idul Adha, pasti Anda ingin menyimpannya agar bisa gunakan pada saat dibutuhkan. Tahu tidak, menyimpan daging kurban tidak bisa sembarangan, karena salah menyimpan daging kurban bisa membuat daging rusak dan tidak layak konsumsi.Jadi tidak sekedar dimasukkan ke dalam kulkas saja, tapi ada trik-trik tertentu yang harus diperhatikan agar daging awet dan nutrisinya tetap terjaga. Sayangnya, tidak semua orang memahami cara menyimpan daging kurban dengan benar, sehingga stok daging yang dimilikinya jadi rusak dan tidak layak dikonsumsi lagi.Nah, agar tidak salah menyimpan daging kurban, sebaiknya simak beberapa tips dan triknya berikut ini.
Delapan Bagian Daging Sapi yang Wajib Anda Tahu
Pernah masak daging, tapi teksturnya tetap keras meskipun sudah dimasak hingga waktu lama? Pemilihan bagian daging yang tepat merupakan salah satu kunci sukses memasak daging yang empuk dan enak.Sayangnya, tak banyak yang memahami hal tersebut, sehingga mereka asal dalam membeli daging dan memasaknya. Padahal memasak daging sapi yang sesuai dengan bagiannya dapat menambah cita rasa dan tekstur daging yang sempurna dalam masakan yang Anda olah.Nah, agar tidak salah pilih daging, lebih baik simak 8 bagian pada daging yang wajib Anda ketahui. Apa saja bagian itu? Berikut penjelasannya. 
Dampak Buruk Kegemukan bagi Kesehatan
Obesitas atau kegemukan merupakan kondisi di mana berat badan melebihi batas ideal itu sendiri. Obesitas kerap dikaitkan dengan penumpukan lemak di dalam tubuh. Ya memang benar karena obesitas atau kegemukan ini merupakan keadaan di mana banyak lemak yang menumpuk di dalam tubuh, sehingga tubuh menjadi melar atau gemuk.Sebenarnya setiap orang membutuhkan timbunan lemak di dalam tubuh sebagai cadangan energi. Namun, jika kelebihan timbunan juga akan menjadi masalah, tubuh menjadi melar dan gemuk, serta berat badan akan menjadi naik.Tidak hanya itu, selain dapat merusak penampilan, obesitas atau kegemukan juga rentan terserang berbagai penyakit, bahkan penyakit seperti serangan jantung pun setiap saat mengintai orang yang menderita obesitas atau kegemukan. Obesitas atau kegemukan ini memang masalah serius yang harus segera diatasi karena dapat menyebabkan berbagai penyakit mematikan.
Lima Bahaya Terlalu Sering Makan Daging Merah
 – Daging merah merupakan makanan enak berprotein tinggi. Namun, jika terlalu sering dikonsumsi daging merah bisa memicu beragam masalah kesehatan yang sangat serius. Dilansir dari laman Xahoi.com, berikut beberapa bahaya makan daging merah yang perlu diketahui.Sembelit akut. Beberapa jenis daging merah memiliki kadar lemak tinggi, sehingga tubuh butuh lebih banyak waktu untuk mencernanya. Akibatnya, daging merah bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit akut.Tekanan darah tinggi. Daging merah biasanya dimasak dengan cara dipanggang, ini akan meningkatkan zat karsinogen pemicu kanker. Selain itu, kadar lemak jenuh yang tinggi dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan bahkan penyakit kardiovaskular.
8 Penyakit yang Erat Berhubungan dengan Obesitas
 – Statistik dunia yang dikeluarkan oleh badan kesehatan dunia WHO menunjukkan bahwa sekitar 10% dari kematian tahunan terkait dengan obesitas. Hal ini mengingatkan kita perlu waspada terhadap masalah obesitas.Dilansir dari laman boldsky.com, inilah beberapa penyakit yang berhubungan erat dengan obesitas. Tahukah Anda, ternyata obesitas juga merupakan salah satu penyebab sembelit, karena lemak dalam tubuh juga bisa mempercepat proses pengerasan kotoran di usus.Selain sambelit juga ada penyakit lainnya yang erat dengan obesitas. Apalagi kalau bukan terserang penyakit jantung. Penderita obesitas sangat berisiko merusaka pembuluh darah, lemak yang tinggi bisa menyempitkan aliran darah dan memicu gagal jantung.Baca Selengkapnya ...
Daging Ayam, Alternatif Pengganti Daging Sapi
Harga daging sapi melonjak, bahkan sampai pada kisaran Rp120 ribu di berbagai pasar di Indonesia. Itu di antaranya berita yang mewarnai berbagai media cetak maupun elektronik di negeri tercinta ini.Untuk kita yang tinggal di daerah pedesaan, atau dari keluarga menengah ke bawah, boleh jadi tidak ambil pusing dengan berita dan persoalan harga daging sapi yang melambung tersebut. Kenapa demikian?Alasan yang mungkin adalah daging sapi dapat diganti dengan daging ayam kampung yang sudah dijamin nilai gizi dan kesehatannya. Apalagi bagi kita yang telah memelihara ayam kampung di rumah masing-masing, punya kemungkinan besar mengambil alternatif memanfaatkan daging ayam untuk pasokan kebutuhan selama bulan puasa dan lebaran bagi keluarga.
Anak Obesitas Tingkatkan Risiko Kesehatan di Kemudian Hari
Efek obesitas dewasa sudah menjadi pengetahuan umum saat ini, berkat penelitian ekstensif mengenai masalah ini. Kita sekarang tahu bahwa obesitas terkait dengan berbagai kondisi, seperti penyakit jantung, kanker tertentu, diabetes, dan bahkan gangguan tidur.Karena tingkat obesitas masa kecil telah meningkat tiga kali lipat sejak tahun 1971, semakin banyak ditemukan tentang risiko yang terkait dengan kelompok usia ini, termasuk kecenderungan terhadap risiko kesehatan yang muncul di kemudian hari.Periset di Universitas Surrey, menerbitkan sebuah studi baru-baru ini di jurnal Obesity Reviews, sebuah analisis terhadap lebih dari 300 ribu peserta selama 18 studi berbeda mengenai obesitas dan kesehatan.
Resep Empal Daging Giling yang Lembut dan Krispi
.co.id – Siapa sih yang tidak tergoda saat melihat empal daging sapi goreng yang empuk dan lembut? Meski menarik bagi kita, tapi belum tentu menarik bagi anak-anak. Hal itu karena, daging memiliki tekstur yang kasar dan juga mudah menyelip di gigi anak-anak, sehingga membuat mereka kurang berselera.Agar anak-anak mau makan daging, kita sebagai orangtua harus pandai menyiasatinya, salah satunya dengan membuat olahan daging goreng yang ramah untuk anak, yakni empal daging goreng giling.Meski sama-sama bernama empal, tapi keduanya berbeda karena empal daging giling memiliki tekstur lebih lembut dan krispy sehingga sangat pas dengan selera anak. Lantas, bagaimana cara membuatnya?
Dampak Obesitas yang Harus Wanita Ketahui
Setiap wanita tentu tak ingin mempunyai berat badan yang berlebihan. Selain tidak enak dipandang dan mengurangi kepercayaan diri, ternyata obesitas kelebihan berat badan juga dapat mengundang penyakit di dalam tubuh, seperti jantung koroner, hipertensi, dan diabetes.Obesitas adalah kondisi kelebihan berat badan, sebagai akibat dari penimbunan lemak yang berlebihan. Istilah obesitas ini tentu sudah populer di telinga wanita. Banyak wanita yang menghindari kondisi tersebut.Selain dapat menurunkan kepercayaan diri dan memicu depresi, ternyata obesitas juga dapat menjadi penyebab munculnya penyakit fisik kronis lainnya. Dan berikut ini terdapat dampak buruk obesitas yang harus wanita tahu. Apa saja?
Mengerikan, Daging Segar Ini Masih Berkedut
Daging adalah salah satu sumber protein yang cukup banyak dikonsumsi, meskipun harganya setiap tahun mengalami kenaikan. Apalagi menjelang hari raya, harganya kian melambung karena banyaknya permintaan.Ada beberapa hewan yang menjadi sumber daging, di antaranya sapi, kambing, dan juga ayam. Biasanya kita akan berusaha membeli daging segar yang baru dipotong, dibandingkan dengan daging beku.Tapi jika Anda melihat daging segar yang satu ini, apakah masih mau membelinya? Pasalnya, di salah satu pasar ada sepotong daging segar yang hendak dijual namun masih berkedut, layaknya masih hidup.
Kenali Ciri Daging Sapi Berkualitas Baik dan Sehat
Daging sapi termasuk jenis lauk-pauk yang banyak difavoritkan, karena rasanya yang lezat, kaya gizi, dan daging bisa mendatangkan manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh,asalkan diolah dengan cara yang benar.Meski harga daging lumayan tinggi, namun jumlah permintaannya tetap tinggi. Kondisi tersebut banyak dimanfaatkan oleh segelintir oknum pedagang daging yang demi mendapatkan keuntungan lebih, mereka tega melakukan kecurangan, seperti menggelonggong daging, menjual daging sisa kemarin, dan lain sebagainya.Kondisi tersebut membuat daging yang awalnya sehat justru berbahaya bagi kesehatan. Lalu, bagaimana cara menghindari pedagang daging yang curang? Tentu saja kita harus cerdas dalam membedakan mana daging sapi yang sehat dan segar dan mana yang tidak.
Bakar Lemak Tanpa Efek Samping dengan Jamu Akar Alang
.co.id – Penumpukan lemak berlebih pada tubuh, atau yang biasa disebut dengan istilah obesitas tidak hanya berhubungan dengan kegemukan dan berat badan yang meningkat saja. Tapi, juga menyangkut masalah kesehatan lain yang lebih berbahaya.Sebut saja seperti penyakit jantung, gangguan tekanan darah tinggi (hipertensi), diabetes, gangguan ginjal, pankreas, sendi, dan bahkan stroke. Kurangnya aktivitas fisik dan menjaga pola makan yang sehat kebanyakan masyarakat saat ini, rupanya menyebabkan penderita obesitas kian bertambah setiap tahunnya.Setiap orang pada dasarnya berisiko mengalami obesitas, jika tidak mampu menjaga pola makan yang sehat dan rutin melakukan aktivitas fisik seperti olahraga setiap hari. Dilihat dari tingkah laku atau kebiasaan sehari-harinya, obesitas umumnya lebih banyak diderita oleh orang-orang dengan pekerja kantoran.Baca selengkapnya...
Resep Martabak Telur Mini Isi Daging
Daging merupakan bahan lauk utama yang paling mudah ditemui di Suly. Hal ini sangat wajar, karena masyarakat di sini sangat doyan makan daging-dagingan. Jadilah daging domba dan sapi merajalela di mana-mana.Berawal dari bosan dengan menu daging yang disemur atau rendang, saya jadi ingin makan daging dalam bentuk cincang, tapi bingung mau dimasak apa. Akhirnya teringat sama martabak telur isi daging, yang suka saya beli kalau lagi mudik.Anda pasti sudah tahu rasanya seperti apa, apalagi kalau spesial pakai telurnya yang bebek. Wah, enak sekali. Malam-malam kelaparan, tinggal ke depan gang, pesan martabak telur spesial 2 telur bebek. 
Waspada, Obesitas Dapat Meningkatkan Risiko Kanker
Ratusan ribu kematian setiap tahunnya dikaitkan dengan obesitas, bahkan penyakit ini mulai menyalip efek merokok yang mungkin menjadi penyebab utama penyakit dan kematian dini yang harus dicegah. Secara khusus, kelebihan berat badan tubuh merupakan penyebab penting dari kanker.Menurut sebuah meta-analisis dari penelitian yang dilakukan sampai saat ini. Untuk beberapa kanker, sekitar setengah dari kasus mungkin disebabkan oleh kelebihan berat badan atau obesitas. Mengapa orang yang obesitas mengalami peningkatan risiko kanker?Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus mempertimbangkan konsekuensi biokimia obesitas, seperti IGF-1 (insulin seperti faktor pertumbuhan satu), yang merupakan hormon pertumbuhan kanker yang mendukung keterkaitannya dengan berbagai kanker yang umum pada orang dewasa, maupun anak-anak. 
Tips Membuat Sate Kambing yang Empuk
.co.id – Saat Idul Adha tiba, biasanya stok daging akan melimpah, terutama daging kambing. Meski Anda termasuk penggemar olahan daging kambing, namun belum tentu Anda lihai memasak sendiri daging kambing yang enak, karena memang mengolah daging kambing ini bisa dibilang gampang-gampang susah.Salah langkah akan membuat daging jadi alot, keras, dan bau prengus. Di antara semua olahan daging kambing, umumnya sate merupakan satu alternatif paling mudah yang banyak dipilih untuk memasak daging kambing kurban.Meski cara masak sate terlihat mudah, namun tidak semua orang berhasil membuat sate yang enak sempurna. Jelas saja, karena memang ada trik khusus untuk memasak sate agar daging bisa empuk, lembut dan tidak bau prengus.
Jika Anda Lihat Garis Ini pada Daging Ayam, Jangan Dimakan
Peradaban manusia dalam mengonsumsi daging ayam, kini mengalami peningkatan dari sebelumnya. Hal ini dikarenakan, ayam merupakan sumber protein yang sangat baik, dan harganya lebih terjangkau dibanding jenis daging lain.Dengan fakta ini, tidak heran jika produsen unggas banyak membanjiri pasar dengan daging ayam. Tentunya daging ayam ini memiliki kualitas yang berbeda-beda, ada yang baik, bahkan tak sedikit yang berkualitas buruk.Untuk itu, Anda wajib berhati-hati saat membeli daging ayam. Jangan memilih daging ayam dengan warna pucat apalagi berbau. Satu lagi, jangan membeli daging ayam jika terdapat garis putih pada dagingnya. Kenapa?
Efek Samping Daging Kambing untuk Kesehatan
Daging kambing adalah salah satu jenis daging merah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat di seluruh dunia. Bahkan, di beberapa negara seperti India dan Meksiko telah mengkonsumsi daging kambing sejak berabad-abad lamanya.Ini menandakan bahwa, daging kambing merupakan makanan yang difavoritkan. Berbicara tentang daging kambing, sebenarnya rasanya sangatlah nikmat ketika dimakan. Apalagi, jika diolah menjadi sate, gulai, sup, atau beragam olahan kuliner lainnya, pasti akan sangat menggoda.Akan tetapi, ada juga yang tidak menyukai konsumsi daging kambing, lantaran kandungan kolesterol dan lemaknya yang tinggi. Hal ini tentu bisa membuat tekanan darah menjadi naik secara drastis. Tidak percaya?
Awas, Konsumsi Daging Berlebih Berisiko Obesitas
Ketika kita berpikir tentang obesitas, kita biasanya berpikir tentang pola makan yang buruk, konsumsi gula berlebih, dan olahraga yang tidak cukup. Kita mungkin tidak berpikir tentang konsumsi daging yang juga turut memainkan peran.Tapi, penelitian baru menilai tingkat konsumsi daging dan obesitas di 170 negara di seluruh dunia menemukan, bahwa konsumsi daging berlebihan dapat berkontribusi terhadap obesitas setara dengan konsumsi gula berlebihan.Peneliti dari University of Adelaide, Australia, menemukan bahwa konsumsi daging berlebihan berkontribusi terhadap prevalensi obesitas global sebanyak konsumsi gula yang berlebihan. Mereka juga menemukan bahwa ketersediaan gula berkontribusi pada obesitas, setara dengan ketersediaan daging di negara tertentu.
Tips Sehat dan Aman Makan Daging Kambing
Menikmati daging kambing menjadi ritual wajib setiap hari raya Idhul Adha. Namun sayangnya, tidak semua orang memiliki keberanian untuk menikmati olahan daging kambing yang nikmat dan menggoda.Memang, ada beberapa kondisi kesehatan yang mengharuskan seseorang untuk mengurangi konsumsi daging. Mengurangi bukan berarti Anda harus anti daging kambing, karena sebenarnya daging kambing sangatlah menyehatkan.Yang membuat daging kambing tidak sehat adalah karena proses pengolahannya dan juga bahan-bahan yang menyertainya. Jadi, asalkan diolah dengan cara yang benar, daging kambing justru bermanfaat bagi kesehatan. Karena daging kambing terdapat kandungan gizi, di antaranya karbohidrat, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1, C, dan protein.
Pusing Setelah Makan Daging? Bisa Jadi Gejala Hipertensi
 – Daging merupakan bahan makanan penyumbang protein hewani. Bagi Anda yang tidak terlalu suka dengan daging ikan, bisa memilih daging ayam, kambing, maupun sapi sebagai alternatif.Protein sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk masa otot, serta memperbaiki sel-sel atau jaringan yang rusak. Maka tak heran, jika protein termasuk dalam nutrisi makro yang dibutuhkan oleh tubuh. Banyak menu makanan dari berbagai daerah yang memanfaatkan daging di setiap masakannya, seperti rendang, dendeng, ayam goreng, dan masih banyak lagi.Di balik nikmatnya menu olahan daging tersebut, tersimpan bahaya bagi kesehatan seperti hipertensi apabila terlalu sering mengonsumsinya. Apabila Anda kerap merasakan jantung berdetak sangat kencang, lemas serta disertai pusing setelah menyantap salah satu menu daging, terutama daging kambing, sebaiknya Anda patut waspada.