Antara Enggan Bayar Parkir dan Persemaian Teori Karl Marx

Antara Enggan Bayar Parkir dan Persemaian Teori Karl Marx

Deristya Syafjulianti  ⋅  03 Oct 2016 23:20:12

Baru-baru ini seorang teman mengirimkan saya angket bertajuk Malang Darurat Parkir . Para pengendara motor di Kota Malang meminta Abah Anton selaku wali kota menertibkan tempat parkir yang tersebar di berbagai sudut kota.Keluhannya beragam, mulai dari penarikan retribusi, meski cuma parkir sebentar sampai ada penampakan siluman parkir yang menarik retribusi melebihi harga barang yang dibeli di tempat belanja.Angket ini mengingatkan saya pada keluhan seorang teman. Males bayar parkir, kata dia. Coba bayangkan, kita beli mi ayam harganya Rp8.000, minum Rp2.000, eh masih harus bayar parkir lagi Rp2.000. Kan mending buat tambah minum, ujarnya.

Continue Reading

Related Posts