Sastra, Kuasa, dan Raditya Dika

Sastra, Kuasa, dan Raditya Dika

Hizkia Nazarullah  ⋅  01 Sep 2016 21:30:08

Ada yang kenal nama Dika Angkasaputra Moerwani? Tapi kalau Raditya Dika? Pasti banyak yang kenal. Kurang terkenal bagaimana, coba? Saya sampai menghitung setidaknya ada lima gelar yang disandang beliau, penulis, pelawak, aktor, model, dan sutradara. Tapi belakangan, saya ternyata melupakan sesuatu. Ternyata Radit juga diakui sebagai sastrawan. Keren banget, bukan?Nama Raditya Dika sebagai sastrawan muncul di salah satu buku pelajaran Bahasa Indonesia. Namun, ia tidak sendiri. Ada beberapa orang yang diberi label sastrawan juga, antara lain, Seno Gumira Ajidarma, Andrea Hirata, dan Dewi Lestari. Wajar, kalau penampakan Radit dipertanyakan publik, khususnya para pembaca buku-buku yang dianggap sastra. Dalam studi sastra, buku yang ditulis Radit kerap dikategorikan sebagai sastra populer, yang dibedakan dengan sastra tinggi atau sastra benaran. Dengan kata lain, ia dianggap tak layak disebut sastrawan. Namun, apakah benar cara pandang semacam itu? Siapakah yang layak disebut sastrawan? Apakah ia benar-benar ada? Siapa yang punya kuasa melabeli penulis A adalah sastrawan, dan penulis B adalah penulis biasa-biasa saja?

Continue Reading

Related Posts