Bagaimana Jika Kami Berhenti Jadi Guru?

Bagaimana Jika Kami Berhenti Jadi Guru?

Viva  ⋅  05 Jul 2016 11:30:20

Guru cubit murid. Guru dipidanakan. Guru diadili. Guru disidang. Guru dipukul. Guru diancam. Guru diapa-apakan. Baru sekarang. Cetakan sejarah baru. Prostitusi generasi yang berlebihan dalam menilai makna pendidikan pada kodrat yang sebenarnya. Generasi yang teramat manja hanya bermain-main atas nama pendidikan yang kelak akan membesarkan namanya.Mau jadi apa, mau jadi siapa, pendidikan yang layak sejak dini adalah bekal untuk menjadi penyemarak pendidikan di masa depan maupun penghancur pendidikan itu sendiri. Bagaimana jika kami berhenti jadi guru? Pernahkah pertanyaan ini terpikir dari benak anak-anak yang dicubit?Anak-anak yang terlalu manja. Anak-anak yang merengek minta diajarkan matematika. Anak-anak yang menangis lantaran belum bisa membaca dengan benar. Anak-anak yang dilarang main bola di luar jam pelajaran olahraga. Anak-anak yang keras kepala memanjangkan rambut sampai bahu karena meniru aktor idola yang sering balap sepeda motor di televisi. Anak-anak yang lupa ada guru menanti di sudut ruangan setelah jam pulang karena takut orang tua belum datang menjemput.Baca selengkapnya..

Continue Reading

Related Posts