Popular articles, quotes and videos. Content created and submitted by Kancyl users is dedicated to public domain.

Delapan Tips Lancar Jalankan Ibadah Puasa

Puasa sudah seminggu lebih menghampiri kita. Puasa Ramadan itu hukumnya wajib bagi umat Islam yang sedang tidak ada halangan. Meskipun puasa Ramadan hukumnya wajib, namun tak semuanya berpuasa. Karena, ada beberapa golongan yang diberikan keringanan untuk tidak berpuasa, namun bisa menggantinya di waktu yang lain.

Salah satu golongan yang diperbolehkan tersebut adalah ibu yang sedang menyusui. Meskipun demikian, masih banyak juga ibu menyusui yang tetap menjalankan ibadah puasa. Boleh-boleh saja, asalkan nutrisi yang dibutuhkan tetap terpenuhi selama melaksanakan puasa.

Sebenarnya ada beberapa aturan yang mesti dilaksanakan, agar dalam melaksanakan ibadah puasa tetap berjalan dengan lancar. Salah satunya adalah dengan mengatur menu makanan yang disantap ketika sahur dan berbuka puasa.

Read Full Article
Intip Cara Sehat Berpuasa untuk Penderita Diabetes
 – Tak mudah untuk berpuasa bagi mereka yang mempunyai masalah diabetes. Diperlukan cara sehat berpuasa yang tepat untuk bisa menjalani ibadah puasa tanpa mengorbankan kesehatan.Sementara itu bulan puasa Ramadan sudah ada di depan mata. Tinggal beberapa hari lagi kita akan menyambut bulan puasa Ramadan. Karena itu, sekarang kita akan berbagai beberapa cara sehat berpuasa untuk penderita diabetes.Hal ini agar penderita diabetes bisa tetap sehat dan juga fit selama menjalankan ibadah puasa. Lantas bagaimana seharusnya cara sehat berpuasa untuk penderita diabetes? Berikut merupakan beberapa tips puasa yang sebaiknya dijalankan.
Tips Puasa Ramadan Bagi Penderita Asam Lambung
 – Tak terasa Ramadan sudah di depan mata, tak sabar kita semua menanti kedatangan bulan yang penuh berkah tersebut. Di bulan Ramadan sendiri, sebagai umat muslim kita akan menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.Puasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban kita sebagai umat Islam. Namun puasa Ramadan menjadi masalah bagi sebagian orang, terutama yang memiliki masalah penyakit seperti penyakit lambung. Namun, bagaimana pun ibadah puasa harus tetap dijalankan.Nah, bagi anda penderita penyakit lambung atau maag, ada beberapa hal yang harus anda lakukan agar ibadah puasa tetap lancar dan tidak memperparah kondisi penyakit lambung yang Anda derita. Berikut tipsnya.
Penyebab Bibir Kering Saat Puasa Ramadan
Tidak terasa kita sudah memasuki hari ke-15 di bulan Ramadan. Bagaimana dengan puasa teman-teman, tetap lancar dan semangatkan? Alhamdulillah semoga puasa kita tetap lancar dan bersemangat, karena puasa adalah ibadah wajib yang tak boleh untuk kita tinggalkan.Nah, di bulan Ramadan seperti saat ini, kita berpuasa, dan sering kali kita mengalami masalah karena memang kita diharuskan menahan lapar dan haus selama seharian. Dan masalah yang paling sering terjadi adalah dehidrasi yang akhirnya menyebabkan kulit kering dan bibir kering. Namun masalah tersebut dapat dicegah dan diatasi.Hal pertama yang harus Anda ketahui agar terhindar dari masalah kulit kering atau bibir kering adalah mengetahui apa penyebabnya? Dengan mengetahui penyebabnya, kita akan lebih mudah dalam melakukan pencegahan. Berikut beberapa penyebab bibir kering saat puasa yang wajib Anda ketahui.Baca Selengkapnya...
Enam Artis Cantik yang Jalani Puasa Pertama Bareng Suami
Prisia Nasution menjadi salah satu artis paling bahagia belakangan ini. Bagaimana tidak, setelah cukup lama menyandang status janda, ia akhirnya dipertemukan dengan sosok imam yang jadi pujaan banyak wanita.Siapa lagi kalau bukan Iedil Putra, seorang artis yang berasal dari Malaysia. Kehadiran Iedil ini pun membuat jalannya puasa Prisia makin berwarna. Ya. artis cantik satu ini tak lagi sendiri menjalankan ibadah puasa seperti Ramadan di tahun-tahun sebelumnya.Bukan hanya Prisia saja, beberapa artis cantik berikut ini juga pertama kali jalankan ibadah puasa bersama sang suami. Siapa aja? Yuk, simak rangkumannya berikut ini.
Ingin Puasa Tidak Ada yang Batal?
Setiap umat muslim pasti memiliki keinginan besar untuk menuntaskan ibadah puasanya sebulan penuh. Tapi beberapa rintangan seperti lelahnya bekerja, godaan dan semacamnya, membuat puasa kita selalu bolong.Nah, agar puasa Anda nanti bisa tuntas sampai sebulan penuh alias tidak ada yang bolong, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum Anda mulai menjalankan ibadah puasa dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.Berikut sedikit tips yang mudah-mudahan saja bisa memberikan motivasi kepada Anda agar puasa tahun ini tidak ada yang bolong.
Makanan yang Harus Dihindari Saat Sahur Agar Puasa Lancar
 – Ramadan telah tiba, tentu hati bergembira. Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, kita semua umat islam akan menjalankan ibadah puasa. Dalam menjalankan ibadah puasa, kita tak hanya menahan lapar dan haus saja, namun juga menata kembali pola makan kita.Dengan jam makan yang cukup juga antara sahur dan berbuka, tentu kita harus bisa mengkondisikan tubuh agar mendapatkan asupan nutrisi dan energi yang cukup, agar puasa berjalan dengan lancar dan tidak lemas. Dalam hal ini, makanan yang kita konsumsi saat sahur sangat berpengaruh sekali. Memang di awal-awal puasa tubuh kita akan terasa lemas, karena belum terbiasa.Namun jika kita bisa memilih makanan yang baik ketika sahur, maka tubuh kita akan lemas meskipun berpuasa seharian, tak hanya itu saja, makanan yang baik serta menjalankan ibadah puasa juga sangat baik untuk kesehatan tubuh kita.
Puasa Melanggar Aturan Mestinya Bisa Dijadikan Tradisi
Saat Ramadan tiba, ucapan syukur berkembang di jagat raya. Mensyukuri apa yang selama ini diraih, sekaligus menjalankan ibadah puasa di bulan penuh ampunan. Kaum muslim beribadah puasa satu bulan penuh. Melatih kesabaran dan menyuburkan empati pada sesama.Mulai awal Juni 2016, kaum muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah yang luar biasa, sarat dengan makna. Ibadah puasa dilakukan sejak matahari terbit hingga matahari terbenam. Menahan haus lapar serta menahan emosi dan segala nafsu angkara murka.Pada akhir perjuangan, mereka memetik jiwa yang suci. Pada gilirannya, buah ibadah Ramadan melahirkan sosok yang tak semata punya kesabaran tinggi, tapi juga peduli pada sesama penghuni jagat raya. Semestinya, sosok yang seperti itu juga terefleksi di jalan raya.
Empat Negara Ini Pernah Melarang Penduduknya Berpuasa
Sebagai negara mayoritas Muslim, kedatangan bulan puasa di Indonesia tentu sangat dinanti-nanti dan disambut dengan suka cita. Namun lain lagi dengan mereka yang tinggal di negara minoritas Muslim. Bagi warga Muslim yang tinggal di negara minoritas, menjalankan ibadah puasa bisa sangat berat.Pasalnya, pemerintah di beberapa negara minoritas ada yang menerapkan larangan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, larangan tersebut berlaku juga untuk warga Muslim. Bahkan sebagian negara akan menghukum warga Muslim yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.Sontak saja larangan tersebut memicu amarah dari warga Muslim di negara minoritas. Mereka menuntut hak menjalankan ibadah puasa dan kebebasan beragama. Langsung saja, berikut negara-negara yang pernah melarang penduduknya berpuasa di bulan Ramadan.
Lima Tips Wisata Saat Berpuasa
Menjalankan Ibadah puasa tidak berarti menghentikan segala aktivitas seperti traveling ataupun wisata. Jadi untuk tetap nyaman berlibur atau berwisata di bulan puasa ini bisa menerapkan beberapa tips agar tetap lancar berwisata saat bulan puasa.Nah agar wisata tetap lancar dibarengi ibadah puasa juga lancar, berikut ini ada 5 tips wisata saat berpuasa. Salah satunya mengonsumsi makanan yang bergizi. Yang pertama kita mulai dari saat sahur untuk mengatur seberapa porsi tenaga yang kita butuhkan saat wisata.Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi dan gizi yang tinggi, jika perlu minumlah vitamin untuk menjaga stamina saat berwisata saat bulan puasa.
Nilai Sosial yang Dihasilkan Ibadah Puasa
Islam adalah agama yang sangat menonjol dari segi sosial. Dalam ajaran Islam, hampir semua ibadah yang disyariatkan mengandung nilai-nilai sosial, khususnya ibadah puasa.Nilai sosial adalah sebuah konsep abstrak dalam diri manusia, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk, indah atau tidak indah, dan benar atau salah. Untuk menentukan sesuatu itu dikatakan baik atau buruk, pantas atau tidak pantas harus melalui proses menimbang.Puasa adalah ibadah yang istimewa, karena memiliki banyak keutamaan. Di antara keistimewaannya adalah menumbuhkan sifat sosial, sebab puasa mendidik kita untuk kesetaraan.
Enam Tips Sukses Melatih Anak Puasa
Bulan ini adalah bulan penuh rahmat. Semua umat Islam yang ada di dunia menjalankan ibadah puasa. Di Indonesia sendiri, puasa dijalankan selama kurang lebih 14 jam dalam sehari. Dan tak terkecuali juga, anak-anak muslim, turut memeriahkan puasa bersama ini. Biasanya, para orang tua akan bertanya-tanya sebenarnya pada usia berapa idealnya anak itu turut menjalankan ibadah puasa? Kira-kira dia mampu apa tidak menahan lapar dan dahaga? Tak perlu khawatir, karena pada diri setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda dan unik. Jadi sebenarnya tak ada patokan yang pasti, kapan orang tua mulai mengajarkan puasa pada anak-anaknya. Yang terpenting adalah memperkenalkan sedini mungkin kepada anak mengenai ritual agama dan ibadah puasa.
Inilah Puasa Sunah yang Paling Istimewa
VIVA.co.id – Sebagian orang menganggap bahwa ibadahnya tidak cukup hanya dengan amalan-amalan wajib saja. Mereka melakukan amalan sunah untuk menambah pahala dan mendapat berkah dari Allah SWT.Salah satu amalan tambahan yang banyak dikerjakan kaum mukmin adalah puasa sunah. Di antara puasa sunah yang kerap dilakukan adalah puasa senin-kamis, puasa tiga hari setiap bulan hijriyah, dan puasa sunah lainnya.Ternyata, di antara banyaknya puasa sunah yang sering dilakukan oleh kaum muslim ada satu puasa sunah yang paling istimewa. Puasa apakah yang paling istimewa tersebut? Berikut informasi selengkapnya.Baca selengkapnya..
KH Ali Mustafa Yaqub dan Seruan 'Berhaji Cukup Sekali, Infak Ribuan Kali'
Kiai Ali Mustafa Yaqub dikenal sebagai ulama yang teduh dengan tutur kata lembut. Dia juga konsisten mengajarkan, ibadah haji cukup sekali, infak ribuan kali.Jakarta - Ratusan santri di Pondok Pesantren Darus-Sunnah, Tangerang Selatan, Banten, tak bisa membendung air mata saat mengantar jenazah mantan Imam Besar Masjid Istiqlal Kiai Ali Mustafa Yaqub ke pemakaman, Kamis siang (28/4/2016) tadi. Kiai kelahiran Batang, Jawa Tengah, 2 Maret 1952 itu menghembuskan nafas terakhir pada Kamis pagi. Kiai Ali Mustafa Yaqub dikenal sebagai ulama yang teduh dengan tutur kata lembut. Dia juga konsisten mengajarkan bahwa menunaikan ibadah haji cukup sekali, infak ribuan kali. Pada Januari 2006 melalui sebuah kolom yang dimuat di Majalah Gatra, Kiai Ali Mustafa mengkritik kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar menunaikan ibadah haji lebih dari sekali. Menurut dia orang yang gemar naik haji berulang-ulang dengan niat tak tulus adalah 'pengabdi setan'.Menurut Ali Mustafa tak ada satu pun ayat yang menyuruh umat Islam melaksanakan haji berkali-kali, sementara masih banyak kewajiban agama yang harus dilakukan. Seperti menyantuni anak yatim dan memberi makan fakir miskin. Kiai Ali Mustafa mengulangi lagi pendapatnya itu saat khutbah Arafah di tenda perkemahan jamaah haji Indonesia dalam pelaksanaan Wukuf di Padang Arafah, Arab Saudi, pada Kamis 26 November 2009 ba'da salat zuhur. Saat itu Kiai Ali mendapat amanah sebagai Naib Amirul Haj 1430 Hijriah. Kepada para jemaah, Kiai Ali menjelaskan soal kewajiban haji bagi kaum muslimin. Ibadah haji dan umrah diwajibkan kepada umat Islam pada tahun 6 Hijriah. Begitulah pendapat yang masyhur di kalangan ulama. Pada tahun 6 Hijriah, Nabi Muhammad SAW bersama sejumlah sahabat bermaksud melakukan umrah ke Makkah, namun tidak berhasil memasuki kota itu karena masih dikuasai kaum musyrikin. Berdasarkan perjanjian Hudaibiyah dengan kaum musyrikin, Muhammad diizinkan untuk melakukan umrah pada tahun ke 7 Hijriah. Baru pada tanggal 12 Ramadhan 8 Hijriah, Muhamamd berhasil membebaskan kota Makkah melalui operasi damai Fath Makkah. Pada bulan Dzulqa'dah di tahun itu, Nabi melakukan ibadah umrah dari Ji'ranah, di luar kota Makkah. Dan selanjutnya pergi ke Madinah tanpa melakukan ibadah haji, padahal waktu itu kota Makkah sudah dikuasai umat Islam.Nabi Muhammad SAW baru melakukan ibadah haji pada tahun 10 Hijriah. Setahun kemudian Nabi wafat. Walau Muhammad mempunyai kesempatan untuk beribadah haji sebanyak tiga kali, yaitu pada tahun 8, 9, 10 Hijriah, beliau melaksanakan ibadah haji hanya satu kali."Sahabat Anas bin Malik menuturkan, bahwa Nabi SAW melakukan ibadah haji hanya satu kali saja, dan melakukan ibadah umrah empat kali, semuanya dilakukan pada bulan Dzulqa'dah, kecuali umrah yang bersama ibadah haji," kata Kiai Ali Mustafa dalam kotbahnya di Padang Arafah.Pertanyaan yang muncul sekarang, lanjut Ali, mengapa Muhammad beribadah haji hanya satu kali saja, padahal beliau mempunyai kesempatan untuk beribadah haji tiga kali? Bandingkan dengan selera kaum muslimin sekarang yang, tentu yang punya dana, ingin beribadah haji setiap tahun. Nampaknya, selera seperti ini sudah menjadi gejala bagi sebagian besar umat Islam di mana saja mereka berada.Ali mengungkapkan ada tiga hal yang menyebabkan Nabi Muhammad SAW tidak melakukan haji berulang-ulang. Pertama, saat itu Muhammad masih melakukan jihad fi sabilillah melawan kaum musyrikin. Kedua, lebih memperhatikan untuk menyantuni anak yatim dan janda akibat peperangan dengan kaum musyrikin. Bahkan Muhammad menegaskan; penyantun janda dan orang miskin (pahalanya) seperti berjihad fi sabilillah atau seperti orang yang berpuasa di siang hari dan beribadah di malam hari (Hadis Bukhari dan Muslim).Selebihnya, Muhammad lebih mementingkan syiar Islam kepada para pemuda pengikutnya, serta menjamin makanannya selama belajar. Dari ketiga hal penting itulah yang menyebabkan Muhammad tidak mendahulukan ibadah-ibadah sunnah individual (ibadah qashirah), tetapi justru beliau memprioritaskan ibadah-ibadah sosial (ibadah muta'addiyah).Karenanya, Muhammad tidak pernah walau sekali beribadah haji sunnah dan tidak pernah beribadah umrah pada bulan Ramadhan. Sementara sebagian umatnya sekarang ingin beribadah haji setiap tahun, ingin beribadah umrah setiap bulan atau setiap minggu. Padahal rata-rata keadaan umat Islam saat ini di segala penjuru dunia sangat memprihatinkan."Dalam keadaan umat Islam seperti ini, pantaskah seorang muslim yang kaya setiap tahun pergi ke Makkah untuk melakukan sesuatu yang tidak wajib? Pantaskah mereka bolak-balik umrah ke Makkah? Siapakah gerangan yang menyuruh mereka begitu? Ayat al-Qur'an manakah yang menyuruh agar kita beribadah haji berulang-ulang, sedangkan kondisi umat Islam sedang terpuruk? Hadis manakah yang menyuruh kita bolak-balik umrah, sementara kaum muslimin sedang kelaparan?" tanya Ali lantang.Ali menegaskan, semua itu tidak ditemukan dalam ayat Al Quran maupun hadis yang menyuruh umat Islam untuk melakukan hal itu. Bila demikian, maka tidak ada lain, yang menyuruh mereka untuk melakukan hal seperti itu adalah hawa nafsu atas bisikan setan."Maka haji seperti itu layak disebut sebagai haji pengabdi setan, bukan haji yang mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya. Dan ternyata perilaku Nabi Muhammad adalah berhaji cukup sekali, berinfak ribuan kali. Atau dengan kata lain, Nabi Muhammad lebih mengutamakan ibadah sosial daripada ibadah individual," pungkasnya.Kamis siang tadi ratusan santri mengantar kepergian sang kiai ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Selamat jalan Kiai Haji Ali Mustafa Yaqub.
Parah, Empat Negara Ini Larang Warganya untuk Puasa
Hanya tinggal menghitung hari puasa Ramadan 1437 H dimulai. Di Indonesia, pasti semua warganya yang mayoritas beragama Islam riang gembira menyambut Ramadan tahun ini.Tapi berbeda dengan warga Muslim di beberapa negara ini, yang dilarang menjalankan ibadah puasa Ramadan oleh pemerintahnya. Beberapa alasan membuat pemerintah negara ini, mengeluarkan larangan bagi warganya yang beragama Islam untuk menjalankan ibadah puasa. Berikut beberapa negara yang pernah melarang warganya yang beragama Islam untuk menjalankan ibadah puasa.Inggris. Dulu Inggris adalah negara yang cukup anti-Islam, tapi sekarang Inggris mulai senang dengan umat Muslim. Tapi untuk urusan puasa, mereka kelihatannya masih belum bisa menerima.
Delapan Tips Lancar Jalankan Ibadah Puasa
Puasa sudah seminggu lebih menghampiri kita. Puasa Ramadan itu hukumnya wajib bagi umat Islam yang sedang tidak ada halangan. Meskipun puasa Ramadan hukumnya wajib, namun tak semuanya berpuasa. Karena, ada beberapa golongan yang diberikan keringanan untuk tidak berpuasa, namun bisa menggantinya di waktu yang lain.Salah satu golongan yang diperbolehkan tersebut adalah ibu yang sedang menyusui. Meskipun demikian, masih banyak juga ibu menyusui yang tetap menjalankan ibadah puasa. Boleh-boleh saja, asalkan nutrisi yang dibutuhkan tetap terpenuhi selama melaksanakan puasa.Sebenarnya ada beberapa aturan yang mesti dilaksanakan, agar dalam melaksanakan ibadah puasa tetap berjalan dengan lancar. Salah satunya adalah dengan mengatur menu makanan yang disantap ketika sahur dan berbuka puasa.
Delapan Amalan Ringan yang Setara dengan Ibadah Haji
Kita sebagai umat Islam sudah seharusnya patuh dan taat kepada Allah. Diawali dengan pengikraran diri, mengakui, percaya kepada Tuhan yang satu yaitu Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.Pengikraran diri itu kita buktikan dengan menjalankan salat, puasa, zakat, dan haji. Untuk salat, puasa, dan zakat semua orang bisa melakukan dan mengamalkannya. Tapi, ada salah satu ibadah yang tidak semua orang bisa melakukannya.Sebut saja ibadah haji, karena dalam ibadah haji kita harus memiliki kemampuan harta (memiliki harta dan bekal perjalanan), jasmani yang sehat untuk melakukan perjalanan ibadah haji. Lantas bagaimana orang yang tidak mampu melaksanakan ibadah haji terhambat dengan harta dan kesehatannya?
Sepuluh Tempat Buka Puasa Paling Populer di Jakarta
Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selain dapat menjalankan ibadah puasa dan menyambut hari kemenangan Idul Fitri, bulan Ramadan juga identik dengan kegiatan-kegiatan yang hanya bisa dilakukan saat bulan puasa, salah satunya adalah buka puasa bersama atau ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa.Bagi Anda yang bosan berbuka puasa di rumah atau ingin merasakan sensasi berbuka puasa yang lebih berkesan dan unik, tidak ada salahnya untuk mencoba berkunjung ke tempat-tempat buka puasa paling populer di Jakarta berikut ini.Kota Tua Jakarta. Terletak di Utara kota Jakarta, Kota Tua Jakarta menawarkan Anda untuk berbuka puasa bersama teman atau keluarga. Selain dapat menikmati aneka hiburan yang ada serta pemandangan Kota Tua dengan gedung-gedung bergaya arsitektur Belanda, Anda juga dapat menikmati berbuka puasa dengan asyik di tempat ini.
Negara dengan Durasi Waktu Puasa Terpanjang
Ibadah puasa merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap muslim di seluruh dunia. Puasa wajib dijalankan selama sebulan penuh di bulan Ramadan. Puasa dimulai dari saat azan subuh berkumandang sampai pada saat azan magrib.Pada setiap negara memiliki waktu atau durasi puasa yang berbeda-beda tergantung di mana negara itu berada. Bagi kita sendiri yang berada di Indonesia, biasanya berpuasa dengan durasi sekitar 13 jam.Namun, ada negara-negara lainnya dengan letak geografis yang berbeda-beda sehingga membuat waktu mereka menjalankan ibadah puasa juga berbeda. Ada negara yang memiliki waktu puasa yang cepat dan juga ada yang sangat lama. Mana saja negara dengan waktu puasa terpanjang?
Keutamaan Puasa Arafah pada Bulan Zulhijjah
Bulan Zulhijjah sebentar lagi akan datang, bulan yang di dalamnya diwajibkan melaksanakan Ibadah Haji bagi orang yang mampu, bagi yang belum mampu disunahkan melaksanakan ibadah Qurban, dan jika belum mampu juga disunahkan berpuasa di bulan Zulhijjah ini, juga memperbanyak ibadah lainnya yang nilai dan keutamaannya sangat banyak diberikan oleh Allah SWT.Ya, satu hari di bulan Zulhijjah atau tepatnya pada tanggal 9 Zulhijjah adalah hari yang sangat dianjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa, hukumnya sunah muakkad suatu amalan yang sangat dianjurkan .Banyak sekali keutamaan melaksakan ibadah puasa Arafah di bulan Zulhijjah, salah satunya berdasarkan hadis nabi SAW, dari Abi Qatadah ra., ia berkata Rasulullah SAW telah bersabda, "Puasa hari Arafah itu dapat menghapuskan dosa dua tahun, satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang." Riwayat Jamaah kecuali Bukhari dan Tirmidzi .
Tips Kembalikan Stamina yang Hilang Karena Puasa
Saat berpuasa kita diharuskan menahan lapar dan dahaga seharian penuh. Puasa memang akan terasa berat bagi yang tidak khusu dan tidak iklas menjalaninya, hingga tak jarang puasa membuat orang menjadi lemas dan tidak bersatamina.Namun meskipun demikian, jangan Anda menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan karena tubuh lemas dan kurang berstamina. Puasa justru sangat baik untuk kesehatan, karena dengan puasa banyak penyakit yang bisa kita cegah dan kita atasi.Nah berbicara tentang stamina di bulan puasa, ada beberapa tips agar tetap berstamina dan bersemangat dalam melakukan aktifitas, mesti sedang menjalankan ibadah puasa. Nah berikut beberapa tips ampuh untuk mengembalikan stamina yang hilang karena berpuasa.
Pengertian Puasa : Macam Dan Sunah Puasa
PENGERTIAN PUASA Secara bahasa, puasa atau shaum dalam bahasa Arabnya berarti menahan diri dari segala sesuatu. Jadi, puasa itu ialah menahan diri dari segala perkara seperti makanan, minuman, berbicara, menahan nafsu dan syahwat, dls. Sedangkan secara istilah, puasa yaitu menahan diri dari segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa yang dimulai sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Dalam Al-qur’an surat Al-Baqoroh ayat 187 menerangkan tentang kewajiban berpuasa. Puasa adalah menahan. secara artian adalah menahan keinginan hawa nafsu(atau jasad/diri).namun justru malah menjalankan keinginan keinginan Allah lah yang terkandung di dalam AlQuran. sehingga lebih optimal lagi dalam menjalankan ibadah yang Allah inginkan.
Tentang Kewajiban Berpuasa di Bulan Ramadan
Puasa itu secara kasat mata adalah ibadah menahan lapar dan haus. Orang yang sedang melaksanakan ibadah puasa tidak akan pernah terlihat makan atau minum pada siang hari. Akan tetapi dalam hukum Islam, berpuasa pada hakikatnya adalah menahan segala sesuatu yang membatalkan puasa itu sendiri mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.Tidak hanya makan dan minum yang dapat membatalkan puasa. Sikap dan tindakan serta ucapan yang tidak baik, juga mengurangi nilai ibadah bahkan membatalkan ibadah puasa. Puasa seseorang akan sah dan bernilai ibadah, bila memenuhi syarat dan rukun puasa itu sendiri.Memang berat melaksanakan ibadah puasa. Oleh sebab itu, tidak semua orang dapat menjalani puasa dengan baik. Bahkan mungkin berpuasa itu hanya sekadar mendapatkan lapar dan haus belaka.
Tips agar Berat Badan Tidak Naik Drastis Saat Ramadan
Akhirnya, kita sudah memasuki hari ketiga di bulan suci ramadan. Bagaimana puasa kalian sampai hari ini, masih lancar, bukan? Ya, di bulan ramadan, kita orang muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa sebulan penuh.Banyak orang yang memanfaatkan ibadah puasa ini, sebagai salah satu cara untuk menurunkan berat badan. Namun, pernahkah kamu mengalami kenaikan berat badan saat bulan ramadan? Iya, di bulan puasa kita diwajibkan berpuasa dengan menahan lapar dan haus selama seharian.Namun karena hal ini, pola makan kita menjadi tidak teratur, akibatnya tak jarang dari kita yang justru berat badan naik secara drastis saat bulan ramadan ini. Nah, agar berat badan tetap stabil selama menjalankan ibadah puasa, ada beberapa aturan yang harus kamu jalani. Apa saja itu?