Seandainya Aku Mengungkapkan Perasaan Ini, Mungkin Aku Tidak Akan Menunggu

Seandainya Aku Mengungkapkan Perasaan Ini, Mungkin Aku Tidak Akan Menunggu

dua lima  ⋅  16 May 2016 10:51:19

“Perkenalkan, namaku Lisa, aku BOS disini!”“Bos? Kau pikir dirimu siapa?”“Siapa? Aku BOS! Kau harus nurut!”“Aku gak sudi!”Hahaha kalau diingat-ingat kembali. Masa itu adalah masa terindah dalam hidupku. Cewek nyasar tiba-tiba nongol dan bilang, “Aku BOS disini!”Padahal tempat itu adalah tempat umum. Meskipun bukan tempat umum sih.Maksudnya gini. Tempat itu adalah danau buatan yang sudah lama ditinggali. Mungkin karena limbahnya sudah banyak bangat. Tapi lama-kelamaan limbahnya hilang/menyerap ke tanah.Sehingga air danau yang semula hitam menjadi bersih, biru lagi.Tidak ada yang tahu tempat itu. Jika mendengar namanya saja, semua orang ogah ke sana.Ya sih. Salah namanya juga. Masak nama danau itu “danau hitam”. Kan bikin rusak semuanya.Tapi danau it tidak seperti namanya. Danau itu sangatlah indah. Aku selalu menatap danau. Baik sedih maupun senang.***“Aku bos disini! Kau harus mematuhiku!”cewek cantik dengan pakaian hitam dan kacamata hitam mendatangiku.“Oh … setiap bertemu, kau selalu bilang itu,” kataku datar.“Huh … dasar si jenius. Tidak bisa diajak bercanda. Oh ya, namamu siapa? Aku lupa namamu.”“Panggil saja Randa.”“Randa? Parah amat namamu.”“Mau protes, protes saja sama orang tuaku!”Cewek itu sebenarnya orangnya kesepian. Karena setiap dia datang ke sini, dia selalu bercerita panjang lebar. Ya … bisa dibilang aku ini teman curhatnya.Tapi dia tidak menghiraukan apakah aku mendengarnya atau tidak. Aku di danau ini karena ingin belajar. Berada di sini membuat pikiranku tenang. Aku ingin menjadi sukses.Jadi kesimpulannya. Aku sibuk membaca buku, dan dia sibuk bercerita.Walaupun sibuk membaca buku. Sebenarnya aku juga mendengar cerita dia. Tapi tidak aku tunjukkan.Tapi hari minggu itu, dia sedikit aneh. Dia datang ke danau itu dengan muka lusuh. Biasanya dia datang dengan muka cerah. Ada apa gerangan?“Hmm … ada apa denganmu?” tanyaku basa basi.“Kenapa?”

Continue Reading

Related Posts