Cerita Cinta di Balik Kelambu

Cerita Cinta di Balik Kelambu

Fajar Wardana  ⋅  23 Apr 2016 04:00:24

Tamu wajib lapor dalam satu kali dua puluh empat jam. Papan kecil tak lebih besar dari jendela kayu kebanyakan rumah di kampung ini, berdiri kokoh di depan pintu masuk kampung setelah jembatan besi yang baru siap dibangun dua tahun silam.Terlihat dari papan besar yang berdiri di samping papan kecil tadi, anggaran biaya dan tahun pembuatan jembatan ini. Papan kecil itu berwana putih, sedikit memudar merayap hujan, pertanda belakangan ini musim penghujan mengguyur kampung ini, juga kampung sekitar ini.Kampung yang sangat indah, menurut lelaki pendatang baru itu. Di depannya jalan setapak yang belum teraspal licin lurus kira-kira satu kilometer ke depan sebelum sampai persimpangan, simpang tiga, satu arah ke kampung berikutnya dan satu arah lagi ke kanan, adalah jalan setapak menuju hutan belantara, tepatnya kebun karet tempat mayoritas penduduk kampung mengais rupiah.

Continue Reading

Related Posts