Perjuangan Buya Hamka Menulis Tafsir Al-Azhar | Rafif Amir

Perjuangan Buya Hamka Menulis Tafsir Al-Azhar  | Rafif Amir

Rafif Amir  ⋅  07 Apr 2016 03:52:43

Mulanya, Tafsir Al-Azhar rutin disampaikan Buya Hamka dalam "Kuliah Subuh"-nya di Masjid Al-Azhar. Kemudian untuk pertama kalinya dimuat di Majalah Gema Islam pimpinan beliau sendiri. Namun dalam redaksi majalah, nama beliau tidak dicantumkan mengingat sebelumnya majalah Panji Masyarakat yang beliau pimpin dibredel, gara-gara memuat tulisan Bung Hatta berjudul "Demokrasi Kita" yang merupakan pukulan telak bagi pemerintahan Soekarno. Jendral Soedirman dan Kolonel Mukhlas Rawi lah yang membantu Hamka hingga akhirnya Gema Islam terbit. Dan kedua nama itu yang dicantumkan di jajaran pemimpin redaksi.Tafsir yang dimuat pertama kali dalam majalah adalah Juz 18, dimulai dari surat Qad Aflahal Mu'minun atau surat Al-Mu'minun. Pujian dan dukungan datang dari berbagai kalangan umat Islam atas tulisan Buya Hamka itu, tapi di saat yang bersamaan pula cacian dan hinaan dari kaum komunis semakin menghebat. Hujatan dan kebencian itu sudah berlangsung sejak lama, bahkan ketika beliau masih menyampaikan tafsir Al-Azhar melalui ceramah subuh.Puncak dari penghinaan itu adalah tuduhan plagiat yang disematkan pada beliau atas roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Namun ternyata tak berhenti sampai di situ, kaum komunis sepertinya mendesak pemerintah untuk menjebloskan Hamka dalam penjara. Mereka tak ingin Islam berkembang pesat. Mereka tak ingin Tafsir Al-Azhar menjadi buah bibir dan mendapat tempat di hati kaum muslimin.

Continue Reading

Related Posts