Perempuan-Perempuan Cahaya | Rafif Amir

Perempuan-Perempuan Cahaya | Rafif Amir

Rafif Amir  ⋅  07 Apr 2016 03:35:16

Perempuan adalah tulang punggung zaman, adalah tulang punggung peradaban. Dari rahim merekalah lahir generasi-generasi terbaik. Bersama merekalah tampil pahlawan-pahlawan agung yang mengukir sejarah dengan tinta emas.Berabad-abad silam, kita menyaksikan bagaimana ketika sebuah bangsa, ketika sebuah peradaban menistakan perempuan. Jahiliyah Arab yang mengubur anak-anak perempuan hidup-hidup, Tiongkok di abad yang sama melemparkan perempuan-perempuan ke tengah laut atas perintah berhala-berhala yang mereka sembah. Di Rodiput India tak kalah jahiliyahnya, 30.000 perempuan dipanggang dalam api dan 3000 anak perempuan dibenamkan hidup-hidup dalam tanah. Di Yunani lebih parah lagi, istri-istri yang menolak diperkosa di hadapan massa dipaksa menenggak racun mematikan. Kita lihat bagaimana mereka menghancurkan diri mereka sendiri dengan kekejaman tak terperi terhadap perempuan.Maka Islam hadir di tengah-tengah kejahiliyahan total yang melanda umat manusia saat itu. Seperti cahaya, Islam datang dengan memuliakan perempuan, menempatkannya dalam derajat yang tinggi, bahkan menjadi nama salah satu surat dalam Al-Qur’an, An-Nisa’. Orang pertama yang mengetahui dan mengakui turunnya risalah dienul Islam pun adalah seorang perempuan. Perempuan agung yang diabadikan sejarah, dialah sayyidah Khadijah ra, istri pertama Rasulullah saw. Beliaulah yang menyelimuti sang musthafa saat pulang dari gua Hira dengan tubuh gemetar dan menenangkan dengan kata-kata,”Bergembiralah, sungguh, Allah Swt tidak akan pernah menghinakan dan membiarkanmu. Sungguh demi Allah, engkau adalah orang yang suka menyambung tali persaudaraan, selalu berkata benar, menyampaikan amanah, membantu orang yang membutuhkan, memuliakan tamu, dan membantu orang yang terkena musibah.” Beliaulah yang telah Allah janjikan sebuah istana yang terbuat dari permata di surga.

Continue Reading

Related Posts