Sekeping Rindu

Sekeping Rindu

Kusuma Susilo  ⋅  31 Mar 2016 05:45:15

Siang itu langit tampak mendung. Perlahan awan mulai gelap. Tak berapa lama turunlah tetes-tetes hujan kecil kemudian semakin lama semakin membesar. Gemuruh terdengar bersahut-sahutan. Kututup jendela perlahan. Kalau hujan seperti ini, ada sekeping rindu yang perlahan masuk ke relung hatiku. Entah sudah tidak bisa aku hitung rindu ini hadir, yang pasti sudah lama rindu ini begitu menggelayutiku."Mi, siang ini jadi  ke makam abi?" Tanya Alif anakku yang paling kecil membuyarkan lamunanku. "Jadi ya, Mi! Kakak udah kangen sama Abi." Ucap Alifia anakku yang pertama. Aku mengangguk perlahan, "Insyaallah, ya, sayang. Kita ke makam Abi, kalau hujannya sudah reda," jawabku. "Hore. Terimakasih umi," Alifia terlihat senang sekali. Begitu pula Alif tak kalah senangnya.Aku kembali tertegun saat Alif dan Alifia masuk ke dalam kamar mereka. Sebenarnya rindu ini selalu hadir. Apalagi di saat hujan seperti ini. Entah mengapa. Mungkin kalau orang bilang karena ada cerita di balik hujan, sehingga selalu saja tetes air mata ini turun. Mungkin orang menyebutnya aku ini  terlalu 'baper'.

Continue Reading

Related Posts